• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Halal Bihalal Lapangan Banteng: Membangun Kebersamaan di Hari Lebaran

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 26 Maret 2026 - 09:20
in Megapolitan
KH-Lutfi-Hakim
Share on FacebookShare on Twitter

oleh : KH Lutfi Hakim, Imam Besar Forum Betawi Rempug (FBR)

Salam rempug. Pemerintah Provinsi Jakarta berencana mengadakan acara Halal Bihalal di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (11/4/2026) mendatang. Acara ini merupakan bagian dari perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dan diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan antarwarga Jakarta lewat seni, tradisi, dan cita rasa.

BacaJuga:

Lurah Bukit Duri Puji Kreativitas Generasi Muda dalam Pentas Seni Kemerdekaan

Awal Pekan Ini Cuaca di Jakarta Cerah, Waspadai Potensi Hujan di Wilayah Kepulauan Seribu

Dari Lansia Hingga Anak-Anak, Buktikan Bersepeda Menyatukan

Pilihan Lapangan Banteng sebagai lokasi acara sangat tepat karena memiliki sejarah yang panjang dan penuh makna. Pada masa kolonial Belanda, lapangan tersebut dikenal sebagai Waterlooplein (Lapangan Waterloo) yang dibangun Gubernur Jenderal Daendels pada awal abad ke-19 untuk memperingati kemenangan Belanda atas Napoleon di Waterloo pada 1815.

Pada 1828, Belanda mendirikan tugu patung singa di tengahnya sebagai simbol kemenangan tersebut, sehingga tempat itu populer disebut Lapangan Singa.

Pada masa kemerdekaan, Presiden Soekarno mengubah namanya menjadi Lapangan Banteng. Ikon utamanya kini adalah Monumen Pembebasan Irian Barat yang diresmikan pada tahun 1963.

Lapangan ini telah menjadi saksi bisu perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Oleh karena itu, acara Halal Bihalal tersebut seolah menegaskan makna Lebaran sebagai wadah persatuan dalam keberagaman, mencerminkan semangat Jakarta sebagai rumah bagi semua etnis, agama, dan golongan-tanpa mengesampingkan masyarakat Betawi sebagai penduduk inti yang menjadi saksi dan fasilitator gerakan kebangsaan sejak 117 tahun silam.

Dalam konteks kekinian, acara Halal Bihalal ini dapat menjadi ruang silaturahmi akbar, panggung kebanggaan, sekaligus cermin semangat untuk terus bersuara lewat nada-nada harmoni-layaknya musik tanjidor yang ceria namun terstruktur, menghadirkan irama kesatuan di tengah keragaman. Nasionalisme yang sehat bukan tentang keseragaman, melainkan tentang kesediaan yang penuh kesadaran untuk hidup berdampingan dalam perbedaan.

Dengan diprakarsai Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, warga Jakarta dapat bersilaturahmi dengan pemimpinnya untuk saling memaafkan dan menguatkan, sehingga menumbuhkan semangat persaudaraan dan kebersamaan serta menyampaikan pesan bahwa perjalanan besar tak pernah bisa ditempuh sendirian.

Dalam menghadapi tantangan menjadi kota global, perubahan akan datang dari segala penjuru: ekonomi, teknologi, pendidikan, sosial, dan budaya. Kompetisi akan semakin tajam, standar akan semakin tinggi, dan dunia hanya akan menghormati mereka yang kokoh berakar tetapi lentur menari bersama zaman.

Oleh karena itu, tidak berlebihan bila dikatakan bahwa acara Halal Bihalal di Lapangan Banteng ini sejatinya adalah “Lebaran Betawi”, tanpa harus secara eksplisit menyebutnya dalam nomenklatur yang definitif. Ketika Gubernur Pramono Anung menegaskan budaya Betawi sebagai budaya inti kota Jakarta, maka budaya Betawi telah menjadi identitas kolektif warga Jakarta yang plural.

Budaya Betawi sebagai identitas kota Jakarta dapat menjadi kekuatan dalam membangun kebersamaan dan harmoni. Semangat inklusivitas yang terkandung di dalamnya dapat menjadi inspirasi untuk memperkuat hubungan antarwarga serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersamaan dan toleransi.

Saatnya masyarakat Jakarta bersatu dalam bingkai kolektif, menguatkan solidaritas, menciptakan inovasi, dan mendeklarasikan Jakarta sebagai kota yang berakar, berkarakter, dan bermartabat. Di kota yang penuh keberagaman ini, kita perlu belajar saling menghargai dan menghormati perbedaan, serta menjaga kekayaan budaya yang ada.*

Tags: budaya betawifbridul fitriLapangan BantenglebaranLutfi hakim

Berita Terkait.

Lurah Bukit Duri Puji Kreativitas Generasi Muda dalam Pentas Seni Kemerdekaan
Megapolitan

Lurah Bukit Duri Puji Kreativitas Generasi Muda dalam Pentas Seni Kemerdekaan

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:37
Modus TPPO Kian Canggih, DPR Desak Imigrasi Perketat Pengawasan Penumpang Berisiko
Megapolitan

Awal Pekan Ini Cuaca di Jakarta Cerah, Waspadai Potensi Hujan di Wilayah Kepulauan Seribu

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:06
Andra-soni
Megapolitan

Dari Lansia Hingga Anak-Anak, Buktikan Bersepeda Menyatukan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:00
Berawan
Megapolitan

Suhu Relatif Teduh, Sepanjang Hari Ini Cuaca di Jakarta Cerah Berawan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:10
Cenderung Bervariatif, Cuaca di Jakarta Akhir Pekan Ini Berawan Hingga Cerah
Megapolitan

Cenderung Bervariatif, Cuaca di Jakarta Akhir Pekan Ini Berawan Hingga Cerah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:06
KRL
Megapolitan

Tawuran Warga di Manggarai Picu Gangguan Perjalanan KRL

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:20

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.