• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Transparansi Sistemik Jadi Kunci dalam Penguatan Akuntabilitas Audit

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Rabu, 25 Maret 2026 - 20:07
in Nasional
Ilustrasi petugas sedang melakukan audit di sebuah perusahaan. Foto: Istimewa

Ilustrasi petugas sedang melakukan audit di sebuah perusahaan. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah sorotan temuan audit senilai sekitar Rp1 triliun, langkah mundur dua pejabat eselon I di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memantik perbincangan luas. Menteri PU Dody Hanggodo menyebut pengunduran diri itu terjadi saat dirinya tengah melakukan “pembersihan” internal.

Pernyataan itu menguat setelah Presiden Prabowo Subianto, dalam pertemuan pada pekan lalu di Hambalang menegaskan pentingnya menjaga “kebersihan” lembaga negara. Pesan tersebut tegas, namun di sisi lain memunculkan pertanyaan: sejauh mana proses ini berjalan transparan?

BacaJuga:

Temui Mahasiswa Demo, DPR Klaim MBG Akan Hemat Rp70 Triliun

DPR Akomodasi Tuntutan Mahasiswa Soal BBM-MBG

El Nino Diprediksi Menguat, Pemerintah Serukan Gerak Cepat Cegah Karhutla

Dua nama yang menjadi pusat perhatian adalah Dewi Chomistriana (Dirjen Cipta Karya) dan Dwi Purwantoro (Dirjen Sumber Daya Air/SDA). Keduanya mundur setelah hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) awalnya mencatat potensi kerugian hampir Rp3 triliun, lalu direvisi menjadi sekitar Rp1 triliun.

Namun, narasi yang berkembang tak sesederhana angka. Pernyataan menteri, termasuk analogi “lidi bersih” justru membuka ruang tafsir yang beragam di publik.

Direktur Evident Institute, Algooth Putranto, menegaskan bahwa semangat antikorupsi memang tak bisa ditawar, tetapi harus berjalan seiring dengan keterbukaan.

“Kita menghargai upaya pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto dalam membasmi korupsi. Itu harga mati. Tapi, transparansi dalam penyelidikan kasus juga harus benderang,” ujar Algooth kepada awak media, Rabu (25/3/2026).

Algooth juga mengingatkan pentingnya membaca kronologi secara utuh. Dewi baru menjabat pada Januari 2025—bertepatan dengan surat pertama BPK. Sementara Dwi baru dilantik pada Juli 2025. Artinya, ketika temuan awal muncul, salah satu belum menjabat dan lainnya masih sangat baru.

Dalam situasi seperti ini, asas praduga tak bersalah menjadi krusial. Tanpa kejelasan waktu dan peran, publik berisiko menarik kesimpulan yang keliru.

Hal lain yang memicu tanda tanya adalah fakta bahwa laporan keuangan kementerian tetap meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Kalau laporan keuangan tetap WTP, lalu apa sebenarnya yang menjadi persoalan utama? Ini sedapat mungkin dijelaskan secara terbuka,” kata Algooth.

Pandangan serupa disampaikan akademisi STIE Madani Balikpapan, Adi Prihanisetyo. Ia menekankan bahwa temuan audit tidak otomatis berarti pelanggaran hukum.

“Di 2024 ada pejabat lain yang bertugas. Itu yang juga perlu dipertanyakan,” ujarnya.

Menurutnya, dalam praktik audit, temuan awal masih bersifat indikatif. “Temuan audit itu belum final. Itu masih indikasi yang harus dikonfirmasi,” katanya.

Dengan anggaran Kementerian PU yang mencapai Rp118,5 triliun dan ribuan proyek berjalan, tanggung jawab tidak bisa disederhanakan pada satu-dua pejabat saja. Sistemnya kolektif, berlapis, dan kompleks.

Pengamat hukum pidana dari Universitas Trisakti, Asep Iwan Irawan, menegaskan pentingnya kredibilitas audit sebagai dasar penindakan.

“Kalau auditnya kredibel, penindakan harus tegas. Tapi kalau auditnya bermasalah, itu justru merusak kepercayaan publik,” tegasnya.

Adi juga menyoroti perubahan angka temuan yang cukup drastis. “Perubahan drastis itu harus dijelaskan. Apakah ada pengembalian, revisi, atau faktor lain?” tambahnya.

Pada akhirnya, agenda pemberantasan korupsi memang tak bisa ditunda. Namun tanpa transparansi dan penghormatan pada asas praduga tak bersalah, publik akan terus bertanya: apakah ini murni penegakan akuntabilitas, atau sekadar memilih pihak yang paling mudah dimintai pertanggungjawaban? (her)

Tags: akuntabilitasauditTransparansi

Berita Terkait.

sufmi
Nasional

Temui Mahasiswa Demo, DPR Klaim MBG Akan Hemat Rp70 Triliun

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:31
dasco
Nasional

DPR Akomodasi Tuntutan Mahasiswa Soal BBM-MBG

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:47
karhutla
Nasional

El Nino Diprediksi Menguat, Pemerintah Serukan Gerak Cepat Cegah Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:08
umi
Nasional

Raih Anugerah SMSI 2026, Umi Sjarifah Buktikan Ketangguhan Perempuan Memimpin Media

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:27
demonstrasi
Nasional

Students Begin Gathering Outside House of Representatives Building This Afternoon, Raising Issues from Free Nutritious Meals Program to Fuel Prices

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:48
rini
Nasional

Bahas Reformasi Sektor Publik, Indonesia dan Australia Sepakat Perkuat Kapasitas SDM Pemerintahan

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:22

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7138 shares
    Share 2855 Tweet 1785
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1776 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1050 shares
    Share 420 Tweet 263
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    994 shares
    Share 398 Tweet 249
lesu
Piala Dunia 2026

Keluhkan Performa Socceroos, Pelatih Australia: Kami Lesu, AS Lebih Bertenaga

Editor Ali Rachman
Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:42

INDOPOSCO.ID - Tim nasional (Timnas) Amerika Serikat memetik kemenangan krusial 2-0 atas Timnas Australia dalam pertandingan kedua Grup D Piala...

SelengkapnyaDetails
maroko

Maroko Menang 1-0, Steve Clarke Ngamuk Klaim Penalti Skotlandia Dicuekin Wasit

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:41
Prabowo Subianto

Prabowo Beri Lampu Hijau Program PSSI Menuju FIFA ASEAN dan Kualifikasi Piala Dunia 2030

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:30
Kejagung Bongkar Peran Glory Harimas Sihombing, Tersangka Baru Korupsi MBG

Alasan Granit Xhaka Ambil Penalti di Injury Time saat Swiss Bekuk Bosnia

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:42
Ismael Kone

Piala Dunia 2026: Kemenangan Kanada Diwarnai Cedera Horor Ismael Kone, Jesse Marsch Prihatin

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:37
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.