• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

CORE: Indonesia Harus Perkuat Diplomasi Hadapi Tekanan EUDR

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 23 Maret 2026 - 01:34
in Ekonomi
Ilustrasi hamparan kebun kelapa sawit membentang rapi mengapit jalur distribusi, menggambarkan denyut nadi industri yang terus bergerak. Foto: BPDP

Ilustrasi hamparan kebun kelapa sawit membentang rapi mengapit jalur distribusi, menggambarkan denyut nadi industri yang terus bergerak. Foto: BPDP

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tekanan kebijakan lingkungan global kian nyata bagi ekspor Indonesia. Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia mendorong pemerintah untuk memperkuat diplomasi internasional guna meredam dampak kebijakan European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang dinilai berpotensi menjadi hambatan serius bagi komoditas unggulan nasional.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, menegaskan bahwa pendekatan diplomasi yang terukur menjadi kunci agar kepentingan ekspor Indonesia tetap terlindungi di tengah meningkatnya standar keberlanjutan global.

BacaJuga:

PTBA Perkuat SDM Lokal, Persiapkan di Wilayah Operasional Perusahaan Ala Militer

Kebutuhan Gas PLN Tumbuh 4,5 Persen per Tahun, LNG Jadi Andalan Transisi Energi

Rumah Anyaman Pandan Berdiri, UMKM “Rano” Naik Kelas Berkat Dukungan PetroChina

“Pemerintah Indonesia perlu mengusahakan agar pemberlakuan EUDR ini memiliki dampak minimum terhadap ekspor kita,” ujarnya di Jakarta, seperti dikutip Minggu (22/3/2026).

Menurut Faisal, EUDR merupakan bentuk hambatan non-tarif yang secara spesifik menyasar komoditas tertentu seperti minyak sawit dan minyak kedelai. Sementara itu, produk minyak nabati lain seperti rapeseed dan bunga matahari yang banyak diproduksi di Eropa tidak terkena kebijakan serupa, sehingga memunculkan indikasi perlakuan diskriminatif.

Ia menilai, kondisi ini berpotensi melemahkan daya saing Indonesia sebagai produsen utama minyak sawit dunia jika tidak diantisipasi melalui strategi diplomasi yang kuat.

Momentum perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dinilai dapat dimanfaatkan sebagai jembatan untuk memperjuangkan kepentingan eksportir nasional. Dalam forum tersebut, Indonesia dapat mendorong kesepakatan yang tidak hanya membuka akses pasar, tetapi juga memastikan kesiapan sektor hulu dalam memenuhi standar EUDR.

Salah satu tantangan utama dalam implementasi EUDR adalah aspek ketertelusuran (traceability) rantai pasok. Untuk memenuhi persyaratan tersebut, Faisal menekankan pentingnya dukungan teknis dari Uni Eropa sebagai mitra dagang.

“Kalau Uni Eropa ingin memastikan komoditas yang masuk ke kawasan itu legal dan tidak terkait deforestasi, mereka juga harus membantu negara berkembang seperti Indonesia untuk memenuhi standar tersebut,” tegasnya.

Lebih jauh, Faisal melihat EUDR tidak hanya sebagai tantangan, tetapi juga peluang untuk memperbaiki tata kelola sektor perkebunan nasional. Ia menekankan bahwa peningkatan produksi ke depan harus mengedepankan intensifikasi, bukan lagi ekspansi lahan.

Dalam konteks ini, program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dijalankan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menjadi langkah strategis. Program tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat sekaligus memperkuat aspek keberlanjutan dan legalitas lahan.

Pada 2026, BPDP menargetkan percepatan penyaluran PSR dengan luasan mencapai 50.000 hektare sebagai bagian dari upaya menjawab tantangan global, termasuk tekanan regulasi seperti EUDR.

Faisal menegaskan, kombinasi antara diplomasi perdagangan yang kuat dan reformasi struktural di sektor perkebunan akan menjadi kunci bagi Indonesia untuk menjaga daya saing ekspor di tengah dinamika regulasi global yang semakin ketat.

“Kita perlu meningkatkan produktivitas melalui strategi intensifikasi, termasuk peremajaan, agar tetap kompetitif di pasar internasional,” pungkasnya. (rmn)

Tags: BPDPCOREeksporEUDRMinyak SawitMohammad Faisal

Berita Terkait.

PTBA Perkuat SDM Lokal, Persiapkan di Wilayah Operasional Perusahaan Ala Militer
Ekonomi

PTBA Perkuat SDM Lokal, Persiapkan di Wilayah Operasional Perusahaan Ala Militer

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:01
Program MBG Dipercepat di Pesantren, Kemenag Siapkan Skema Mandiri
Ekonomi

Kebutuhan Gas PLN Tumbuh 4,5 Persen per Tahun, LNG Jadi Andalan Transisi Energi

Senin, 11 Mei 2026 - 23:59
Rumah Anyaman Pandan Berdiri, UMKM “Rano” Naik Kelas Berkat Dukungan PetroChina
Ekonomi

Rumah Anyaman Pandan Berdiri, UMKM “Rano” Naik Kelas Berkat Dukungan PetroChina

Senin, 11 Mei 2026 - 23:31
The Jungle Tawarkan Liburan Hemat untuk Pelajar dan Mahasiswa
Ekonomi

Swiss-Belresidences Kalibata Luncurkan Program 24 Jam Penuh Mulai Rp850 Ribu

Senin, 11 Mei 2026 - 23:11
The Jungle Tawarkan Liburan Hemat untuk Pelajar dan Mahasiswa
Ekonomi

Pegadaian dan SMBC Indonesia Perkuat Kolaborasi melalui Pengembangan Sustainable Financing Framework 2026

Senin, 11 Mei 2026 - 23:01
PLN EPI Digitalisasi Rumah Bibit Biomassa untuk Dukung Cofiring PLTU dan Ekonomi Desa
Ekonomi

PLN EPI Digitalisasi Rumah Bibit Biomassa untuk Dukung Cofiring PLTU dan Ekonomi Desa

Senin, 11 Mei 2026 - 22:05

BERITA POPULER

  • madura

    Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    789 shares
    Share 316 Tweet 197
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    711 shares
    Share 284 Tweet 178
  • Brigpol Arya Supena Tewas Ditembak Pelaku Curanmor, Ketua Komisi III: Polisi Teladan, Insya Alloh Syahid

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    669 shares
    Share 268 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.