• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

CORE: Indonesia Harus Perkuat Diplomasi Hadapi Tekanan EUDR

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 23 Maret 2026 - 01:34
in Ekonomi
Ilustrasi hamparan kebun kelapa sawit membentang rapi mengapit jalur distribusi, menggambarkan denyut nadi industri yang terus bergerak. Foto: BPDP

Ilustrasi hamparan kebun kelapa sawit membentang rapi mengapit jalur distribusi, menggambarkan denyut nadi industri yang terus bergerak. Foto: BPDP

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tekanan kebijakan lingkungan global kian nyata bagi ekspor Indonesia. Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia mendorong pemerintah untuk memperkuat diplomasi internasional guna meredam dampak kebijakan European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang dinilai berpotensi menjadi hambatan serius bagi komoditas unggulan nasional.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, menegaskan bahwa pendekatan diplomasi yang terukur menjadi kunci agar kepentingan ekspor Indonesia tetap terlindungi di tengah meningkatnya standar keberlanjutan global.

BacaJuga:

38 UMKM Binaan Pertamina Unjuk Gigi di INACRAFT 2026, Bidik Pasar Lebih Luas

Bangun Kepercayaan dari Warung Sederhana, BRILink Agen Erni Permudah Akses Keuangan Warga hingga Layani 6 Ribu Transaksi per Bulan

Pemerintah, MUI dan Ormas Islam Kompak Kawal Implementasi Wajib Halal 18 Oktober 2026

“Pemerintah Indonesia perlu mengusahakan agar pemberlakuan EUDR ini memiliki dampak minimum terhadap ekspor kita,” ujarnya di Jakarta, seperti dikutip Minggu (22/3/2026).

Menurut Faisal, EUDR merupakan bentuk hambatan non-tarif yang secara spesifik menyasar komoditas tertentu seperti minyak sawit dan minyak kedelai. Sementara itu, produk minyak nabati lain seperti rapeseed dan bunga matahari yang banyak diproduksi di Eropa tidak terkena kebijakan serupa, sehingga memunculkan indikasi perlakuan diskriminatif.

Ia menilai, kondisi ini berpotensi melemahkan daya saing Indonesia sebagai produsen utama minyak sawit dunia jika tidak diantisipasi melalui strategi diplomasi yang kuat.

Momentum perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dinilai dapat dimanfaatkan sebagai jembatan untuk memperjuangkan kepentingan eksportir nasional. Dalam forum tersebut, Indonesia dapat mendorong kesepakatan yang tidak hanya membuka akses pasar, tetapi juga memastikan kesiapan sektor hulu dalam memenuhi standar EUDR.

Salah satu tantangan utama dalam implementasi EUDR adalah aspek ketertelusuran (traceability) rantai pasok. Untuk memenuhi persyaratan tersebut, Faisal menekankan pentingnya dukungan teknis dari Uni Eropa sebagai mitra dagang.

“Kalau Uni Eropa ingin memastikan komoditas yang masuk ke kawasan itu legal dan tidak terkait deforestasi, mereka juga harus membantu negara berkembang seperti Indonesia untuk memenuhi standar tersebut,” tegasnya.

Lebih jauh, Faisal melihat EUDR tidak hanya sebagai tantangan, tetapi juga peluang untuk memperbaiki tata kelola sektor perkebunan nasional. Ia menekankan bahwa peningkatan produksi ke depan harus mengedepankan intensifikasi, bukan lagi ekspansi lahan.

Dalam konteks ini, program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dijalankan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menjadi langkah strategis. Program tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat sekaligus memperkuat aspek keberlanjutan dan legalitas lahan.

Pada 2026, BPDP menargetkan percepatan penyaluran PSR dengan luasan mencapai 50.000 hektare sebagai bagian dari upaya menjawab tantangan global, termasuk tekanan regulasi seperti EUDR.

Faisal menegaskan, kombinasi antara diplomasi perdagangan yang kuat dan reformasi struktural di sektor perkebunan akan menjadi kunci bagi Indonesia untuk menjaga daya saing ekspor di tengah dinamika regulasi global yang semakin ketat.

“Kita perlu meningkatkan produktivitas melalui strategi intensifikasi, termasuk peremajaan, agar tetap kompetitif di pasar internasional,” pungkasnya. (rmn)

Tags: BPDPCOREeksporEUDRMinyak SawitMohammad Faisal

Berita Terkait.

pertamina
Ekonomi

38 UMKM Binaan Pertamina Unjuk Gigi di INACRAFT 2026, Bidik Pasar Lebih Luas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:11
brii
Ekonomi

Bangun Kepercayaan dari Warung Sederhana, BRILink Agen Erni Permudah Akses Keuangan Warga hingga Layani 6 Ribu Transaksi per Bulan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:52
halal
Ekonomi

Pemerintah, MUI dan Ormas Islam Kompak Kawal Implementasi Wajib Halal 18 Oktober 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:32
tas
Ekonomi

Dari Aksara Lontara Jadi Produk Fesyen, UMKM Makassar Ini Tumbuh bersama Linkumkm by BRI

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:12
bbri
Ekonomi

BRI Tawarkan Lebih dari 5 Ribu Aset dalam Gebyar Lelang Serentak Nusantara 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:18
Pertamina Perkuat Strategi Dual Growth untuk Ketahanan Energi dan NZE
Ekonomi

Pertamina Perkuat Strategi Dual Growth untuk Ketahanan Energi dan NZE

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:27

OLAHRAGA

bri
Olahraga

Jelang MotoGP Mandalika, BRI Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

Editor Dilianto
Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:19

INDOPOSCO.ID – Menjelang ajang MotoGP Mandalika 2026 pada 9–11 Oktober, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melatih 500...

SelengkapnyaDetails
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23
novendra

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13
PB FORKI

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2714 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    974 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    874 shares
    Share 350 Tweet 219
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.