INDOPOSCO.ID – Tumpukan botol plastik yang selama ini kerap dianggap sebagai sampah ternyata menyimpan potensi ekonomi yang besar. Berangkat dari semangat mengubah limbah menjadi peluang, PT Elnusa Tbk (Elnusa) meluncurkan Program Penguatan Kelompok Perempuan bertajuk “Empowering Community: Circular Economy and Inclusive Growth” di Pendopo Taman Kenanga RT 003/RW 003, Cilandak Timur.
Program ini dirancang untuk membekali kelompok perempuan dengan keterampilan mengolah limbah botol plastik menjadi berbagai produk upcycle bernilai jual, seperti tas, dompet, hingga dekorasi rumah. Melalui pelatihan ini, Elnusa ingin mendorong lahirnya peluang ekonomi baru sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, menegaskan bahwa sampah plastik seharusnya tidak lagi dipandang sebagai barang tak bernilai.
“Bagi kami, botol plastik bukan hanya sampah. Di tangan yang kreatif, botol plastik bisa menjadi tas, dompet, hiasan rumah, bahkan produk yang memiliki nilai jual. Dari sebuah botol plastik bisa lahir tambahan penghasilan bagi keluarga, lingkungan yang lebih bersih, serta rasa percaya diri bahwa kita mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ujar Rustam.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Elnusa dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pemberdayaan perempuan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penerapan konsep ekonomi sirkular. Inisiatif tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi timbulan sampah plastik, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menciptakan nilai tambah dari limbah yang ada.
Langkah ini juga sejalan dengan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terus diperkuat Elnusa, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 5 (Kesetaraan Gender), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 10 (Berkurangnya Kesenjangan), SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Melalui pendekatan ekonomi sirkular, sampah tidak lagi dipandang sebagai akhir dari siklus konsumsi, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan nilai ekonomi. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya perempuan, Elnusa berharap dapat membangun budaya pengelolaan lingkungan yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Ke depan, Elnusa menargetkan program ini menjadi fondasi bagi terciptanya ekosistem pemberdayaan masyarakat yang mandiri. Dengan kolaborasi antara perusahaan dan komunitas, limbah plastik tidak hanya dapat dikurangi, tetapi juga diubah menjadi peluang usaha yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(srv)


















