INDOPOSCO.ID – Jakarta tak hanya membutuhkan pembangunan fisik untuk menapaki status sebagai kota global. Di tengah perubahan yang semakin cepat, kekuatan karakter, toleransi, dan kerukunan masyarakat juga menjadi fondasi yang tak kalah penting.
Pesan itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat menghadiri pelantikan sekitar 1.500 pengurus Forum Ulama Habaib (FUHAB) Jakarta di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur, Selasa (18/8/2026).
Pramono menilai ulama dan habaib memiliki posisi strategis dalam menjaga kesejukan kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat persatuan di tengah dinamika Jakarta.
“Saya ingin mengucapkan selamat karena bagaimanapun FUHAB ini adalah organisasi kemasyarakatan yang betul-betul pandangannya, cara berpikirnya itu membuat kesejukan kehidupan di masyarakat karena mereka betul-betul memegang teguh bahwa NKRI itu adalah harga mati,” ujar Pramono.
Kepengurusan FUHAB yang melibatkan ulama dan habaib dari berbagai wilayah Jakarta hingga kawasan aglomerasi dinilai menjadi kekuatan penting untuk membangun komunikasi dan menjaga kehidupan sosial masyarakat.
Menurut Pramono, peran ulama dan habaib tidak berhenti pada persoalan keagamaan. Mereka juga memiliki tanggung jawab besar dalam merawat persaudaraan, memperkuat toleransi, serta membentuk karakter generasi muda.
“Peran ulama dan habaib sangat penting dalam membangun Jakarta. Bukan hanya dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga dalam menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, dan membina generasi muda,” jelasnya.
Ia menegaskan, ambisi Jakarta menjadi kota global harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia. Kemajuan kota, kata dia, tidak boleh hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik.
“Jakarta sedang bergerak menjadi kota global. Karena itu, kemajuan Jakarta tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus diikuti kualitas manusia, karakter, moral, dan kehidupan sosial yang baik,” tutur Pramono.
Karena itu, Pramono berharap FUHAB semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah perkembangan Jakarta.
“Saya berharap FUHAB bisa terus hadir dekat dengan masyarakat, memberikan pembinaan yang menyejukkan, merawat persaudaraan, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial di Jakarta,” harap Pramono.
Pemprov DKI Jakarta pun membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan FUHAB dan berbagai elemen masyarakat. Menurut Pramono, sinergi tersebut penting agar Jakarta tetap tumbuh sebagai kota yang maju tanpa kehilangan akar nilai agama, budaya, dan kearifan lokal.
“Pemprov DKI siap memperkuat kolaborasi dengan FUHAB dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun Jakarta yang maju, aman, toleran, dan bermartabat, tanpa meninggalkan nilai agama, budaya, dan kearifan lokal,” tambahnya. (her)























