INDOPOSCO.ID – Kinerja PT Pertamina EP melalui unit PEP Zona 4 kembali mencuri perhatian. Lapangan Limau Field menunjukkan lonjakan produksi minyak dalam periode satu bulan terakhir, menandai awal tahun 2026 dengan capaian positif.
Lonjakan ini terlihat dari data terbaru. Pada 27 Februari 2026, produksi minyak mencapai 5.102 barel per hari (BOPD), naik jauh dibandingkan 16 Januari 2026 yang masih berada di angka 3.658 BOPD. Peningkatan ini menjadi penopang utama performa produksi di wilayah Zona 4.
“Peningkatan produksi Limau Field adalah hasil konsistensi PEP Zona 4 dalam upaya mendukung peningkatan produksi migas nasional yang berkelanjutan. Tentunya catatan baik ini mendukung terwujudnya ketahanan energi nasional,” kata Djudjuwanto dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026).
Ia menegaskan, capaian tersebut tidak lepas dari disiplin operasional yang terus dijaga. Selain mengejar target produksi, perusahaan juga memastikan standar keselamatan tetap menjadi fondasi utama dalam setiap aktivitas.
“Di tengah upaya peningkatan produksi, kami tetap menempatkan keselamatan kerja dan operasional sebagai prioritas utama. Kami juga mengapresiasi dukungan para pemangku kepentingan dan pemerintah daerah sehingga kegiatan operasional dapat berjalan lancar dan kondusif,” jelasnya.
Dari sisi teknis, kontribusi peningkatan produksi datang dari beberapa pekerjaan strategis. Reza Nur Ardianto mengungkapkan bahwa dalam sebulan terakhir, ada tiga sumur yang menjadi penopang utama.
“Pengeboran sumur tersebut dimulai sejak 22 Januari 2026. Sumur ini menunjukkan kapasitas produksi minyak 554 BOPD pada uji alir awal, yakni pada 16 Februari 2026 lalu,” ujar Reza.
Selain pengeboran sumur baru di Struktur Tanjung Miring Barat, langkah optimalisasi juga dilakukan melalui intervensi sumur di wilayah Kabupaten Muara Enim.
Hasilnya, sumur BEL-053 yang sebelumnya memiliki produksi terbatas kini mampu menghasilkan hingga 650 BOPD, setelah menjalani proses well intervention selama 13 hari pada 8–21 Februari 2026. (her)










