INDOPOSCO.ID – Kebutuhan gas bumi nasional diproyeksikan terus meningkat seiring pulihnya aktivitas industri dan ekspansi kawasan ekonomi. PGN menargetkan volume niaga gas sebesar 877 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD) pada 2026, atau tumbuh sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Target tersebut didorong oleh optimisme permintaan dari kawasan industri dan pelanggan baru, terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah, sekaligus menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat ketahanan energi dan mendukung transisi energi nasional.
Corporate Secretary PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) Fajriyah Usman, menyatakan penguatan operasional menjadi fokus utama perusahaan tahun ini.
“Fokus PGN di tahun 2026 adalah penguatan operasional sebagai investasi jangka panjang untuk menjamin keandalan layanan kepada pelanggan,” ujarnya dalam keterangannya, dikutip Jumat (13/3/2026).
Fajriyah menambahkan, PGN juga berkomitmen memperluas akses gas bumi ke berbagai sektor masyarakat dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.
Untuk mengejar target tersebut, PGN mempercepat sejumlah proyek strategis, baik berbasis pipa maupun non-pipa. Pengembangan infrastruktur transmisi, distribusi, dan regasifikasi menjadi prioritas utama.
Beberapa proyek yang tengah berjalan antara lain pembangunan Pipa Cikampek–Plumpang, penambahan jalur distribusi Sei Mangkei, pengembangan fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG, serta ekspansi layanan ke pelanggan industri dan komersial baru.
Selain itu, PGN juga memperluas layanan melalui skema beyond pipeline seperti CNG cylinder, LNG hub retail, trucking LNG, hingga tangki Vertical Gas Liquid (VGL).
PGN turut mengakselerasi pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas) di Sumatera dan Jawa guna memperluas akses energi bersih yang lebih terjangkau.
Di sektor LNG, perusahaan mengoptimalkan fasilitas Hub & Storage Arun serta merencanakan ekspansi ke wilayah Indonesia timur, terutama untuk mendukung kebutuhan pembangkit listrik.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pasokan energi yang andal di wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa.
Sejalan dengan agenda transisi energi, PGN juga melanjutkan pengembangan bisnis energi hijau melalui produk gas rendah emisi, seperti biomethane dan turunan gas lainnya.
“Dalam pelaksanaan pengembangan proyek strategis 2026, PGN berupaya optimal dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat maupun perusahaan,” kata Fajriyah.
Dengan kombinasi ekspansi infrastruktur, inovasi distribusi, dan pengembangan energi bersih, PGN berharap dapat memperkuat posisinya sebagai tulang punggung distribusi gas nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (srv)










