INDOPOSCO.ID – Program mudik gratis semakin diminati masyarakat Indonesia. Lonjakan minat ini terlihat dalam survei terbaru yang dirilis Lembaga Survei KedaiKOPI mengenai rencana mudik Lebaran 2026 pada Kamis (12/3/2026).
Adapun survei bertajuk “Survei Pola Rencana Mudik 2026” tersebut dilakukan terhadap 1.053 responden berusia 17–55 tahun pada periode 26 Februari hingga 7 Maret 2026 melalui kuesioner daring.
Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio mengatakan survei ini bertujuan memberikan gambaran mengenai pola perjalanan mudik masyarakat.
“Tujuan kami melakukan survei ini semata-mata sebagai sebuah bakti kepada negara dengan menyampaikan hasil-hasil survei tentang bagaimana mudik di mata masyarakat juga bagaimana mudik ini dilaksanakan,” kata Hensa -sapaan akrabnya-.
Head of Researcher KedaiKOPI Ashma Nur Afifah mengungkapkan 53,3 persen responden menyatakan tertarik mengikuti program mudik gratis. Namun dari jumlah tersebut, baru sebagian kecil yang telah mendapatkan kepastian tiket.
“Walau memang baru 8,9 persen yang mendapatkan kuota tiketnya, yang udah secure tiketnya, sedangkan 44,4 persen itu masih mencari lagi, masih menunggu kuota mudik gratis,” ujar Ashma.
Ashma juga mencatat bahwa minat masyarakat terhadap program ini meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu. Pada survei tahun 2025, hanya 39 persen masyarakat yang berminat mengikuti mudik gratis.
“Terdapat 10 persen lebih kenaikan orang yang berminat ikut mudik gratis tahun ini, karena banyak yang ingin ikut maka saran dari orang-orang yang ingin ikut mudik gratis pun adalah memperbanyak kembali armada diberangkatkan untuk mudik gratis dan juga permudah proses pendaftaran serta calo harus dihilangkan,” jelasnya.
Senada, pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menilai meningkatnya minat tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah.
“Minat mudik gratis yang mengalami kenaikan dari 38 persen menjadi 53,3 persen ini apakah hasil pemerintah sukses dalam mengkomunikasikan program ini atau memang kondisi ekonomi kita yang mengalami penurunan daya beli?,” kata Trubus.
Fenomena ini menunjukkan bahwa program mudik gratis bukan hanya fasilitas tambahan, tetapi mulai menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin pulang kampung di tengah tekanan biaya perjalanan. (her)









