• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Kapal Kargo Thailand Diserang di Selat Hormuz, Bangkok Minta Klarifikasi Iran usai 3 Awak Hilang

Dilianto Editor Dilianto
Jumat, 13 Maret 2026 - 12:18
in Internasional
Kapal-tanker

Kapal kargo Thailand diserang saat melintasi Selat Hormuz, Rabu (11/3/2026). Foto: Precious Shipping Plc

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Thailand meminta klarifikasi dari Iran setelah sebuah kapal berbendera Thailand diserang di Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026). Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya tiga awak kapal dilaporkan hilang.

Kementerian Luar Negeri Thailand pada Kamis (12/3/2026) memanggil Duta Besar Iran untuk Bangkok, Nassereddin Heidari, guna meminta penjelasan terkait serangan terhadap kapal Mayuree Naree yang membawa 23 pelaut asal Thailand, sebagiamana dilansir Thai Enquirer.

BacaJuga:

Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina

Swiss-Belhotel International Perluas Portofolio di Bali dengan Soft Opening Resor Ashva Swiss-belresort Ubud

Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?

Kapal tersebut diserang saat berlayar dari Abu Dhabi di Uni Emirat Arab menuju India. Serangan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan setelah operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta serangan balasan Teheran terhadap aset-aset militer AS di kawasan.

Pasca-insiden, angkatan laut Oman berhasil menyelamatkan 20 awak kapal. Sementara itu, operasi pencarian dan penyelamatan masih dilakukan untuk menemukan tiga pelaut yang hilang yang diduga berada di ruang mesin saat serangan terjadi.

Pemerintah Thailand menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya krisis di Timur Tengah dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri demi mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Menurut Kementerian Luar Negeri Thailand, situasi tersebut menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan warga sipil di berbagai negara, termasuk warga negara Thailand yang bekerja di sektor pelayaran internasional.

Bangkok juga menyoroti bahwa konflik tersebut berpotensi mengganggu kebebasan navigasi di jalur pelayaran internasional setelah kapal Thailand tersebut menjadi sasaran serangan.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari ketika serangan udara yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran memicu serangkaian serangan balasan dari Teheran. Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk mantan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, puluhan siswi, warga sipil, serta sejumlah pejabat tinggi.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta beberapa negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Di tengah ketegangan tersebut, Iran juga secara efektif memblokir Selat Hormuz sejak awal Maret. Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan setiap kapal yang ingin melintasi jalur pelayaran strategis itu harus memperoleh izin dari Teheran.

Sementara itu, pemerintah Thailand terus mengevakuasi warganya dari kawasan konflik. Sebanyak 34 warga Thailand yang sebelumnya berada di Iran telah tiba di Thailand pada Kamis setelah dievakuasi melalui Turki.

Data yang dihimpun Anadolu Ajansi, menunjukkan sedikitnya 19 warga dari berbagai negara Asia telah tewas atau hilang sejak konflik pecah pada 28 Februari. Korban tersebut berasal dari Bangladesh, Pakistan, Thailand, India, China, Nepal, Filipina, serta tiga warga negara Indonesia yang hingga kini masih dilaporkan hilang. (dil)

Tags: Kapal Kargo ThailandKonflik AS-IranMayuree NareeSelat Hormuz

Berita Terkait.

Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina
Internasional

Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:15
SB
Internasional

Swiss-Belhotel International Perluas Portofolio di Bali dengan Soft Opening Resor Ashva Swiss-belresort Ubud

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:25
Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?
Internasional

Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:04
Sugiono
Internasional

Sempat Dikritik Dino Patti Djalal, Pemerintah Akhirnya Utus Menlu ke Pemakaman Ali Khamenei

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:41
KPTDP Gandeng Tony Blair Percepat Pemerintahan Digital Berbasis AI
Internasional

KPTDP Gandeng Tony Blair Percepat Pemerintahan Digital Berbasis AI

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:44
Run for Free Palestine Jadi Aksi Perdana, Komnas Palestina Resmi Menggalang Solidaritas Warga
Internasional

Run for Free Palestine Jadi Aksi Perdana, Komnas Palestina Resmi Menggalang Solidaritas Warga

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:01

BERITA POPULER

  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1434 shares
    Share 574 Tweet 359
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1167 shares
    Share 467 Tweet 292
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3009 shares
    Share 1204 Tweet 752
  • Citilink dan Aqua Hadirkan Flomiland, Instalasi Seni Interaktif Baru di Terminal 1C

    727 shares
    Share 291 Tweet 182
  • Pasca-Bentrokan Berdarah di Menteng, 200 Personel Gabungan TNI-Polri Disiagakan

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.