INDOPOSCO.ID – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menjelaskan proses pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dilakukan melalui beberapa tahapan sebelum benar-benar beroperasi dan melayani masyarakat.
Menurut Farida, setelah tahap pembentukan legalitas sekitar 83 ribu KDKMP selesai, kini program tersebut memasuki fase menuju operasionalisasi, yang ditandai dengan pembangunan fisik gerai, gudang, dan sarana pendukung lainnya sesuai Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025.
“Saat ini sudah ada 2.200 KDKMP yang pembangunan fisik gerai dan gudangnya selesai 100 persen, sementara sekitar 31 ribu titik lainnya masih dalam proses pembangunan,” kata Farida dalam keterangan persnya.
Persiapan Menuju Operasional
Farida menjelaskan setelah pembangunan fisik rampung, tahap berikutnya adalah pengisian sarana pendukung seperti rak penyimpanan, kendaraan operasional berupa mobil dan motor, serta perlengkapan lain yang dibutuhkan koperasi.
Gedung yang telah selesai dibangun kemudian akan diserahterimakan kepada kepala desa dan pengurus koperasi setelah melalui proses verifikasi untuk memastikan bangunan telah memenuhi standar yang ditetapkan.
“Setelah semuanya lengkap dan serah terima dilakukan, barulah pengurus dapat menjalankan operasional koperasi,” ujarnya.
Ia menambahkan simbolisasi gunting pita yang dilakukan di sejumlah lokasi merupakan bentuk rasa syukur karena pembangunan gerai koperasi telah selesai dan siap memasuki tahap operasional.
Respons Isu Kopdes di Bojonegoro
Farida juga menanggapi kabar yang sempat viral terkait bangunan KDKMP di Bojonegoro yang disebut telah diresmikan namun belum beroperasi.
Ia mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap program tersebut dan menilai kritik yang muncul sebagai bentuk kepedulian publik terhadap keberhasilan program koperasi desa.
“Kami terbuka dengan masukan dan kritik. Mari bersama-sama menyukseskan KDKMP agar benar-benar sesuai tujuan, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” katanya.
Penjelasan Pemprov Jawa Timur
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa kegiatan di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Bojonegoro bukanlah peluncuran resmi koperasi.
Menurut Emil, acara tersebut hanya menandai progres pembangunan gedung koperasi yang telah selesai, bukan peresmian operasional.
“Di Jawa Timur ada 774 koperasi yang bangunannya sudah selesai, dan sekitar 64 persen sedang menuju tahap operasionalisasi,” jelasnya.
Dorong Pemberdayaan Penerima Bansos
Emil juga menyebut tingginya perhatian masyarakat menunjukkan harapan besar agar program koperasi desa mampu memberikan manfaat nyata bagi warga.
Minat masyarakat untuk menjadi anggota koperasi juga meningkat, termasuk dari kalangan penerima bantuan sosial (bansos) yang didorong untuk bergabung agar memiliki usaha dan sumber penghasilan sendiri.
“Tujuan akhirnya adalah masyarakat menjadi berdaya secara ekonomi. Bantuan sosial hanya sementara, tetapi pemberdayaan bisa berlangsung selamanya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur Endy Alim menyebut saat ini terdapat 997 koperasi desa yang telah beroperasi di Jawa Timur, meskipun sebagian masih menggunakan bangunan lama.
Setelah proses serah terima bangunan baru selesai, koperasi tersebut akan dipindahkan ke gedung yang telah dibangun dalam program KDKMP. (srv)










