INDOPOSCO.ID – Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) menyatakan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah telah memicu krisis kemanusiaan hebat yang mengancam keselamatan jutaan anak di wilayah tersebut.
“Sejak 28 Februari, lebih dari 1.100 anak dilaporkan terluka atau tewas dalam kekerasan tersebut,” kata UNICEF dalam keterangannya seperti dilansir dari Al Jazeera, Kamis (12/3/2026).
Berdasarkan laporan tersebut, sebaran korban anak mencakup wilayah Iran dan Lebanon sebagai yang terdampak paling parah, disusul oleh Israel dan Kuwait.
“Ini termasuk 200 anak yang dilaporkan tewas di Iran, 91 di Lebanon, empat di Israel, dan satu di Kuwait,” ujar UNICEF.
Organisasi PBB yang berfokus pada perlindungan hak, kesehatan, gizi, pendidikan, dan kesejahteraan anak-anak itu memperingatkan angka korban kemungkinan besar akan terus bertambah seiring meningkat dan meluasnya intensitas kekerasan.
“Kemungkinan akan meningkat seiring dengan meningkatnya kekerasan dan penyebarannya,” peringatan lembaga tersebut,” ucap UNICEF.
Selain itu, jutaan anak juga telah kehilangan pendidikan mereka akibat krisis tersebut sementara ratusan ribu orang telah terpaksa mengungsi akibat pemboman yang tiada henti.
Segala bentuk penghancuran layanan krusial dan tindakan yang melukai anak-anak merupakan hal yang sama sekali tidak dapat diterima oleh pihak mana pun.
“Tidak ada yang membenarkan pembunuhan dan melukai anak-anak, atau penghancuran dan gangguan layanan penting yang bergantung pada anak-anak,” imbuh UNICEF. (dan)




















