INDOPOSCO.ID – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan komitmennya untuk meredam ketegangan konflik di Timur Tengah. Namun, ia menekankan deeskalasi tersebut hanya dapat terwujud jika sejumlah syarat dan poin krusial terpenuhi.
“Berbicara dengan para pemimpin Rusia dan Pakistan, saya menegaskan kembali komitmen Iran untuk perdamaian di wilayah tersebut,” kata Masoud Pezeshkian dalam akun X pribadinya @drpezeshkian, Kamis (12/3/2026).
Ia mengungkapkan bahwa syarat utamanya adalah pengakuan terhadap hak-hak sah Iran, serta jaminan bahwa negara tersebut tidak akan menghadapi serangan dari Amerika Serikat maupun Israel di masa mendatang.
“Satu-satunya cara untuk mengakhiri perang ini yang dipicu oleh rezim Zionis dan AS adalah mengakui hak-hak sah Iran, pembayaran reparasi, dan jaminan internasional yang tegas terhadap agresi di masa depan,” ujar Masoud Pezeshkian.
Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah memasuki hari ke-12. Konflik tersebut dipicu oleh serangan udara di Teheran pada 28 Februari 2026 yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Eskalasi konflik di Timur Tengah semakin meruncing. Iran membalas serangan Amerika Serikat dan Israel dengan meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di sejumlah negara Teluk serta wilayah Tel Aviv.
Dampak perang itu pun memicu lonjakan harga minyak dunia, terutama setelah Iran menutup Selat Hormuz dan mengancam akan menyerang kapal-kapal AS serta Israel yang melintas.
Para pemimpin dunia, termasuk menteri-menteri dari negara Arab, telah berupaya melakukan mediasi melalui Dewan Keamanan PBB untuk mendorong resolusi gencatan senjata di wilayah Timur Tengah. (dan)










