• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Prof Ari Syam: Tramadol Obat Keras, Tak Boleh Dijual Bebas

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 11 Maret 2026 - 15:06
in Gaya Hidup
tramsdol

Ilustrasi - Obat keras jenis tramadol. Foto: ANTARA/HO-Polda Banten

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Guru Besar dan Konsultan Gastroenterologi Hepatologi di Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia–Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Ari Fahrial Syam, menegaskan bahwa tramadol termasuk obat keras yang tidak boleh dijual bebas kepada masyarakat.

Menurut Ari, obat pereda nyeri tersebut hanya boleh digunakan dengan resep dokter karena memiliki risiko ketergantungan jika disalahgunakan.

BacaJuga:

Strategis dan Berkelanjutan, Pullman Jakarta Central Park Tawarkan Pengalaman MICE Kelas Dunia

Dukung Timnas Korea di Piala Dunia, Momen Jun Hyun Moo Bareng Winter dan Karina aespa Disorot

Giselle Bikin Heboh, Jawaban Soal Tipe Ideal Picu Spekulasi Netizen

“Ini (tramadol) termasuk obat keras dan harus dengan resep dokter. Jadi tidak boleh dijual bebas,” kata Ari saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Digunakan untuk Meredakan Nyeri

Ari menjelaskan, dalam praktik medis tramadol kerap digunakan dokter untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang. Dalam beberapa kasus, obat ini juga dikombinasikan dengan parasetamol untuk meningkatkan efektivitas pengobatan.

Namun karena statusnya sebagai obat keras, penggunaan tramadol harus berada di bawah pengawasan tenaga medis agar tidak disalahgunakan.

“Tramadol adalah obat penghilang rasa sakit yang sering dipakai dokter untuk mengatasi nyeri ringan sampai sedang, tetapi termasuk obat keras karena sering disalahgunakan dan bisa menyebabkan adiksi,” ujarnya.

Berisiko Menimbulkan Ketergantungan

Menurut Ari, salah satu alasan tramadol kerap disalahgunakan adalah karena efek yang dirasakan pengguna, seperti peningkatan energi, suasana hati yang lebih baik, hingga perasaan lebih segar.

Efek tersebut membuat sebagian orang merasa lebih percaya diri atau lebih nyaman setelah mengonsumsi obat tersebut, terutama jika sebelumnya mengalami rasa nyeri atau pegal pada tubuh.

Namun, penggunaan tanpa pengawasan dokter berpotensi memicu ketergantungan. Jika seseorang sudah mengalami adiksi, tubuh akan terus “meminta” obat tersebut.

Ketika penggunaan dihentikan, penderita dapat mengalami gejala putus obat seperti sulit tidur, gelisah, nyeri otot, hingga tremor atau gemetar.

Risiko Efek Samping

Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa penyalahgunaan tramadol dapat memicu sejumlah efek samping, seperti sakit kepala, pusing, mengantuk, gangguan pencernaan, kejang, kecemasan, hingga halusinasi.

Selain itu, penggunaan berlebihan tanpa resep dokter juga dapat menyebabkan overdosis dengan gejala seperti pupil mata mengecil, muntah, depresi pernapasan, koma, hipotensi, hingga henti jantung.

Karena itu, Ari mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi tramadol secara sembarangan.

“Penggunaan obat ini harus melalui pemeriksaan dan resep dokter agar aman serta sesuai kebutuhan medis pasien,” tegasnya. (dam)

Tags: Obat KerasProf Ari SyamTramadol

Berita Terkait.

Strategis dan Berkelanjutan, Pullman Jakarta Central Park Tawarkan Pengalaman MICE Kelas Dunia
Gaya Hidup

Strategis dan Berkelanjutan, Pullman Jakarta Central Park Tawarkan Pengalaman MICE Kelas Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:05
43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Gaya Hidup

Dukung Timnas Korea di Piala Dunia, Momen Jun Hyun Moo Bareng Winter dan Karina aespa Disorot

Minggu, 14 Juni 2026 - 05:41
43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Gaya Hidup

Giselle Bikin Heboh, Jawaban Soal Tipe Ideal Picu Spekulasi Netizen

Minggu, 14 Juni 2026 - 04:24
43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Gaya Hidup

SBS Gayo Daejeon Summer 2026 Bocorkan Lineup Perdana, Taeyong hingga RIIZE Siap Guncang Panggung

Minggu, 14 Juni 2026 - 03:28
kpop
Gaya Hidup

Casting Acara Kencan Biseksual Korea Viral, Fans Ramai-Ramai Jodohkan Idol K-Pop

Sabtu, 13 Juni 2026 - 03:30
sophia
Gaya Hidup

Sophia KATSEYE Buka Suara soal Manon, Fans Tangkap Sinyal Comeback Sang Member

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:33

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    3427 shares
    Share 1371 Tweet 857
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1162 shares
    Share 465 Tweet 291
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.