INDOPOSCO.ID – Penasihat pemerintah Iran sekaligus putra dari Presiden Masoud Pezeshkian, Yousef Pezeshkian membantah rumor mengenai kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei. Ia memastikan bahwa Pemimpin tertinggi Iran itu dalam kondisi baik menyusul laporan yang menyebutkan dirinya terluka akibat perang di Timur Tengah.
“Saya mendengar kabar bahwa Tuan Mojtaba Khamenei telah terluka. Saya telah bertanya kepada beberapa teman yang memiliki koneksi. Mereka memberi tahu saya bahwa, syukurlah, dia selamat dan baik-baik saja,” kata Yousef Pezeshkian dalam akun Instagram story-nya @ypezeshkian seperti dilansir dari Al Jazeera, Rabu (11/3/2026).
Sebuah saluran televisi Iran menyebut Mojtaba Khamenei sebagai veteran yang terluka dalam perang saat bulan Ramadan, meski pihak stasiun televisi tersebut tidak merinci jenis luka yang dideritanya.
Isu itu muncul di tengah eskalasi konflik besar antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Beberapa laporan menyebutkan bahwa serangan bom tersebut menargetkan lokasi strategis, namun Mojtaba disebut selamat meski mengalami luka ringan di kaki.
Majelis Ahli Iran telah menunjuk putra almarhum Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, menggantikan sang ayah sebagai pemimpin tertinggi negara tersebut pada Senin (9/3/2026).
Angkatan Bersenjata Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), serta sejumlah tokoh terkemuka seperti Mohammad-Bagher Ghalibaf dan Ali Larijani, telah lebih dulu menyatakan kesetiaan mereka kepada pemimpin tertinggi yang baru tersebut.
Mojtaba Khamenei lahir pada 8 September 1969 di Mashhad. Dia dikenal sebagai tokoh agama Islam dan putra kedua dari Ali Khamenei. Sebelum menjabat, dia dikenal sebagai sosok berpengaruh di balik layar dalam politik Iran dan memiliki hubungan dekat dengan elite militer.
Perang intensif antara Iran dan aliansi AS-Israel dilaporkan memasuki hari ke-12, ditandai dengan serangan rudal Iran ke Tel Aviv dan pangkalan AS, serta pertahanan udara Israel yang aktif. Konflik dipicu operasi militer gabungan AS-Israel yang mengakibatkan gugurnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari 2026. (dan)











