INDOPOSCO.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) siap untuk membuka layanan pemberian vaksin MR (Measles Rubella) pada posko-posko mudik guna mengantisipasi kenaikan penyebaran kasus campak saat musim libur lebaran mendatang.
Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan pihaknya siap mengantisipasi para pemudik dengan anak-anak yang belum mendapatkan vaksin campak.
“Kami siap mengantisipasi, jadi sudah menyiapkan sebenarnya layanan vaksinasi campak pada pos mudik. Kami sudah merencanakan akan dibuka layanan vaksinasi di pos pelayanan mudik,” kata Andi dalam Konferensi Pers Update Kasus Campak di Indonesia yang diselenggarakan secara daring di Jakarta, Jumat.
Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya akan menyasar posko-posko mudik dengan intensitas kunjungan yang tinggi, seperti pelabuhan dan bandara.
Pihaknya pun sudah meminta balai karantina kesehatan yang menjadi wilayah kerjanya untuk menyiapkan antisipasi tersebut.
Untuk ketersediaan vaksin, ia mengatakan pihaknya sudah mendistribusikan vaksin MR hingga ke tingkat provinsi, kabupaten dan kota sehingga hanya memerlukan koordinasi dengan dinas kesehatan terkait.
Karena itu, ia pun meminta sinergi dari seluruh jajaran pemerintah daerah untuk menyiapkan antisipasi tersebut, mengingat mobilitas dan aktivitas berkumpul masyarakat meningkat menjelang dan saat musim libur lebaran.
Kondisi yang demikian, kata dia, mengakibatkan risiko kenaikan penyebaran kasus campak di kemudian hari.
Hasil amatan pihaknya menemukan adanya pola peningkatan kasus campak dalam beberapa tahun terakhir yang berkaitan erat dengan periode libur panjang karena memicu aktivitas berkumpul masyarakat.
“Kami perhatikan ada hubungan antara kejadian kasus ini dengan adanya perayaan-perayaan yang bersifat berkumpul. Kami lihat tren lima tahun terakhir. Kasus cenderung mulai meningkat pada awal tahun, ya, kemudian menurun begitu, dan kemudian akan naik lagi pada sekitar bulan Agustus, September, Oktober, November,” katanya.
Ia pun mengimbau individu agar tidak melakukan aktivitas berkumpul atau berkerumun apabila memiliki tanda maupun gejala terindikasi campak.
Individu dengan gejala demam maupun ruam kemerahan, kata dia, sebaiknya menghindari kontak dengan individu sehat dan segera melakukan isolasi mandiri di rumah. (bro)




















