• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Tanpa Gejala Tapi Mematikan, Aritmia Bisa Picu Stroke hingga 5 Kali Lipat

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 6 Maret 2026 - 10:39
in Gaya Hidup
(kiri ke kanan): Ketua Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS), dr. Erika Maharani, Sp.JP(K); Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dan Kepala Staf Medis Fungsional Bidang Kardiologi Siloam Hospitals TB Simatupang, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP (K), FIHA; penyintas stroke dan campaign ambassador, Iwet Ramadan; dan CEO Siloam Hospitals TB Simatupang, Mada Shinta Dewi dalam konferensi pers Lets Check the Beat di Siloam TB Simatupang, Jakarta, Kamis (5/3/2026). Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

(kiri ke kanan): Ketua Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS), dr. Erika Maharani, Sp.JP(K); Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dan Kepala Staf Medis Fungsional Bidang Kardiologi Siloam Hospitals TB Simatupang, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP (K), FIHA; penyintas stroke dan campaign ambassador, Iwet Ramadan; dan CEO Siloam Hospitals TB Simatupang, Mada Shinta Dewi dalam konferensi pers Lets Check the Beat di Siloam TB Simatupang, Jakarta, Kamis (5/3/2026). Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian terbesar di dunia. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2022 mencatat sekitar 19,8 juta kematian dipicu oleh penyakit ini. Salah satu gangguan yang sering luput dari perhatian adalah aritmia, terutama Atrial Fibrilasi (AF).

AF merupakan jenis aritmia paling umum yang kerap tidak terdeteksi. Padahal kondisi ini dapat memicu komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, hingga sudden cardiac death.

BacaJuga:

EIGER Nature Didorong Jadi Model Wisata Alam Berkelanjutan

Oakwood Premier Cozmo Jakarta Hadirkan Pasar Keliling Signature Bazaar, Angkat Karya Pengrajin Lokal

Pererat Hubungan Bisnis dan Kolaborasi, Ambhara Hotel Jakarta Sukses Gelar Corporate Gathering Bertema “Tropical Pool Party”

Melihat ancaman tersebut, Siloam Hospitals TB Simatupang bersama Kementerian Kesehatan RI, Asia-Pacific Heart Rhythm Society (APHRS), dan Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS) meluncurkan kampanye edukasi “Let’s Check The Beat”. Kampanye ini juga menjadi bagian dari Pulse Day Campaign yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengenali aritmia, memahami faktor risikonya, serta melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan EKG.

Atrial fibrilasi yang tidak tertangani dapat meningkatkan risiko stroke hingga 5 kali, gagal jantung hingga 5 kali, serangan jantung hingga 2 kali, dan kematian jantung mendadak hingga 2,5 kali. Bahkan di kawasan Asia, jumlah kasus AF diperkirakan mencapai 75 juta pada tahun 2050.

Data dari Siloam Hospitals TB Simatupang pada periode 2024–2025 juga menunjukkan fakta menarik. Sekitar 33 persen pasien stroke yang menjalani pemeriksaan dengan monitor ambulatori (holter) terbukti memiliki aritmia. Selain itu, 37 persen pasien stroke yang dirawat berada pada usia produktif.

Hingga kini, sekitar 1.723 pasien aritmia telah berhasil dideteksi dan ditangani di rumah sakit tersebut. Pemantauan jantung secara berkelanjutan juga terbukti penting karena lebih dari 20 persen penyintas stroke diketahui mengalami AF dalam tiga tahun, jauh lebih tinggi dibanding sekitar 2,5 persen melalui layanan pemeriksaan reguler.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, Dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, menegaskan bahwa penyakit jantung masih menjadi tantangan besar dalam kesehatan global maupun nasional.

“Seperti diketahui, penyakit jantung merupakan salah satu penyakit pembunuh nomor satu di dunia dan di Indonesia. Karena itu, pengendaliannya menjadi prioritas dalam kebijakan transformasi kesehatan, khususnya pada penguatan upaya promotif, dan preventif,” ujarnya dalam konferensi pers Lets Check The Beat yang digelar di Siloam TB Simatupang, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa salah satu masalah serius pada aritmia adalah banyaknya kasus tanpa gejala. Sekitar sepertiga pasien AF bahkan tidak menyadari kondisi tersebut hingga muncul komplikasi berat.

“Inilah mengapa skrining dan deteksi dini menjadi sangat penting. Pemerintah telah melakukan berbagai langkah konkret, antara lain penguatan edukasi masyarakat melalui kampanye gaya hidup sehat dengan pesan CERDIK, pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk meningkatkan skrining dan deteksi dini faktor risiko dan penyakit jantung serta penyediaan alat EKG di Puskesmas guna mendukung diagnosis penyakit jantung di layanan primer,” jelasnya.

Program skrining tersebut juga menunjukkan perkembangan signifikan. Berdasarkan data ASIK CKG periode Februari hingga Desember 2025, tercatat 2.415.198 peserta usia 40 tahun ke atas dengan hipertensi atau diabetes dari total 11.033.438 peserta telah menjalani pemeriksaan EKG.

“Kami memandang kampanye Lets Check The Beat yang akan dilakukan oleh Siloam Hospitals TB Simatupang sebagai inisiatif yang sejalan dengan arah kebijakan nasional, karena menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk mengenali irama jantungnya dan melakukan pemeriksaan sejak dini,” ungkapnya.

“Harapannya, program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat terus berlanjut serta berkontribusi nyata dalam menurunkan angka prevalensi kesakitan dan kematian akibat penyakit jantung dan stroke, termasuk mencegah terjadinya stroke pada usia yang semakin muda,” tambahnya.

Ketua Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS), dr. Erika Maharani, Sp.JP(K), mengatakan peningkatan jumlah pasien aritmia di Indonesia juga dihadapkan pada berbagai tantangan sistem kesehatan.

Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Perhimpunan Aritmia Indonesia (PERITMI/InaHRS) menyusun Cetak Biru Rencana Pengembangan Aritmia Nasional yang selaras dengan enam pilar Transformasi Kesehatan, dengan fokus pada penguatan deteksi dini, perluasan akses layanan, pembentukan registri nasional berbasis data, penguatan pembiayaan berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi digital.

“Inisiatif ini diharapkan dapat menghadirkan layanan aritmia yang lebih merata, mudah diakses, dan berbasis bukti di seluruh Indonesia, sehingga berkontribusi pada penurunan angka stroke dan kematian jantung mendadak sekaligus memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional. Sejalan dengan semangat Pulse Day 2026, kami juga menyampaikan apresiasi kepada Siloam Hospitals atas inisiatif kampanye kesadaran aritmia ‘Let’s Check The Beat’, yang menunjukkan pentingnya kolaborasi antara organisasi profesi dan penyedia layanan kesehatan dalam meningkatkan deteksi dini serta edukasi masyarakat,” ucap dr. Erika.

Chief of Medical Officer Siloam International Hospitals, dr Grace Frelita, MM, menambahkan komitmen Siloam dalam pengembangan layanan jantung di Indonesia.

“Kami berkomitmen memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat melalui ketersediaan layanan komprehensif kelas dunia, teknologi canggih dan terkini, serta tim multidisipliner untuk layanan jantung. Komitmen ini terus kami jaga sebagai upaya mendukung masyarakat Indonesia lebih sehat. Kami bangga, salah satu pusat pelayanan jantung ada di Siloam Hospitals TB Simatupang yang fokus pada artimia,” ungkap dr Grace.

Ahli aritmia sekaligus Kepala Staf Medis Fungsional Bidang Kardiologi Siloam Hospitals TB Simatupang, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP(K), FIHA, menjelaskan bahwa secara global hingga 40 persen stroke iskemik berkaitan dengan atrial fibrilasi.

“Kendali irama yaitu mengembalikan irama AF ke irama normal (irama sinus) merupakan upaya ideal yang menjadi pilihan para ahli aritmia. Ablasi kateter pada AF terbukti lebih efektif dan aman dari pada obat-obatan. Melakukan ablasi pada AF dini yaitu kurang dari 1 tahun terbukti bukan hanya memperbaiki kualitas hidup tetapi juga dapat mencegah stroke dan memperpanjang harapan hidup,” jelas Prof. Yoga.

Di Siloam Hospitals TB Simatupang, terapi aritmia telah menggunakan berbagai teknologi seperti Radio Frequency Ablation (RFA), Cryo Balloon Ablation (CBA), hingga Pulse Field Ablation (PFA).

“Sebaliknya, ablasi juga kini bermanfaat untuk pasien dengan laju jantung yang terlalu rendah yang sering menyebabkan sinkop/pingsan karena aktivitas saraf vagus yang berlebihan. Dulu pasien seperti ini memerlukan pemasangan alat pacu jantung,” tuturnya.

CEO Siloam Hospitals TB Simatupang, Mada Shinta Dewi, menegaskan kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap aritmia.

“Pada 2024 – 2025, Siloam Hospitals TB Simatupang menemukan fakta bahwa 33 persen dari pasien stroke yang dilakukan deteksi dengan monitor ambulatori (holter) terbukti memiliki aritmia. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk lebih paham mengenai aritmia supaya tidak memandang remeh kondisi ini karena mempunyai risiko yang tinggi terhadap stroke bahkan dapat menyebabkan kematian mendadak,” kata Shinta.

Sementara itu, penyintas stroke sekaligus Campaign Ambassador, Iwet Ramadan, mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan jantung.

“Saya mengajak semua yang berisiko maupun yang tidak berisiko stroke untuk mencari informasi mengenai artimia, lakukan deteksi dini artimia terutama di RS yang memberikan layanan komprehensif untuk artimia, seperti manfaatkan EKG Screening gratis yang ada di Siloam Hospitals TB Simatupang,” jelas Iwet. (her)

Tags: AritmiaAtrial Fibrilasikardiovaskularkesehatanpenyakitsiloam hospitalsSiloam TB Simatupangstroke

Berita Terkait.

eiger
Gaya Hidup

EIGER Nature Didorong Jadi Model Wisata Alam Berkelanjutan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:40
Oakwood Premier Cozmo Jakarta Hadirkan Pasar Keliling Signature Bazaar, Angkat Karya Pengrajin Lokal
Gaya Hidup

Oakwood Premier Cozmo Jakarta Hadirkan Pasar Keliling Signature Bazaar, Angkat Karya Pengrajin Lokal

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:03
ambhara
Gaya Hidup

Pererat Hubungan Bisnis dan Kolaborasi, Ambhara Hotel Jakarta Sukses Gelar Corporate Gathering Bertema “Tropical Pool Party”

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:05
Geely Gandeng Electronic City, Pajang Starray EM-i dan EX2 di Undian Spesial Berhadiah Mobil Listrik
Gaya Hidup

Geely Gandeng Electronic City, Pajang Starray EM-i dan EX2 di Undian Spesial Berhadiah Mobil Listrik

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:03
Mayapada Neuro Connect 2026 Hadirkan Lebih dari 2 Ribu Dokter, Bahas Inovasi Penanganan Penyakit Saraf
Gaya Hidup

Mayapada Neuro Connect 2026 Hadirkan Lebih dari 2 Ribu Dokter, Bahas Inovasi Penanganan Penyakit Saraf

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:34
MITTE Bintaro: Ketika Kuliner Nusantara Bertemu Ruang Hijau
Gaya Hidup

MITTE Bintaro: Ketika Kuliner Nusantara Bertemu Ruang Hijau

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:32

OLAHRAGA

liverpool
Olahraga

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Editor Nasuha
Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27

INDOPOSCO.ID – Liverpool bersiap menghadapi Chelsea pada babak 16 besar Carabao Cup 2026/2027 di Anfield, Kamis (29/10/2026) dini hari WIB....

SelengkapnyaDetails
ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58
Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:21
OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35
timnas

Resmi Dirilis, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:10

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5126 shares
    Share 2050 Tweet 1282
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1257 shares
    Share 503 Tweet 314
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    983 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    940 shares
    Share 376 Tweet 235
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.