INDOPOSCO.ID – Pertamina EP Cepu Regional 4 Indonesia Timur mencatat capaian efisiensi biaya (cost optimization) sebesar USD53 juta sepanjang 2025, melampaui target stretch yang ditetapkan perusahaan. Keberhasilan ini mencerminkan semakin kuatnya budaya efisiensi dan kolaborasi lintas unit dalam mendukung kinerja operasional yang lebih optimal.
Capaian tersebut diraih melalui 55 inisiatif efisiensi serta penerbitan 85 Persetujuan Layak Operasi (PLO) yang dijalankan oleh unit kerja di tingkat Head Office, zona, hingga field. Strategi efisiensi tersebut tidak hanya berfokus pada penghematan biaya, tetapi juga memastikan seluruh proses bisnis tetap berjalan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan kerja.
Pencapaian ini dipaparkan dalam kegiatan Pemaparan dan Apresiasi Achievement OPTIMUS, LCV, dan Pencapaian Penerbitan PLO 2025 yang digelar pada Kamis (26/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Regional 4, Ruby Mulyawan, secara daring bersama jajaran manajemen serta pekerja yang hadir secara luring.
Dalam pemaparannya, perusahaan mencatatkan realisasi cost optimization sebesar USD53 juta, jauh melampaui target stretch sebesar USD31 juta, atau setara 170 persen dari target. Kontribusi signifikan datang dari berbagai inisiatif yang diinisiasi oleh pekerja di seluruh lini organisasi.
Ruby Mulyawan mengapresiasi kontribusi para perwira yang telah menghadirkan berbagai inovasi efisiensi di lingkungan kerja.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa upaya efisiensi yang dilakukan bukan sekadar menekan biaya operasional, melainkan juga bagian dari strategi value creation untuk memperkuat daya saing perusahaan.
Ruby juga menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai budaya perusahaan dalam setiap aktivitas bisnis. Nilai-nilai tersebut, kata Ruby, harus diwujudkan dalam tindakan nyata dan komunikasi sehari-hari agar benar-benar menjadi budaya kerja yang menguatkan kinerja organisasi.
Sementara itu, Manager Operation Planning & Engineering Regional 4, Nikmatul Khusnah Arthamin, menjelaskan pencapaian tersebut bukan hanya sekadar angka efisiensi, tetapi juga mencerminkan tumbuhnya budaya optimasi yang semakin kuat di lingkungan perusahaan. Hal ini terlihat dari meningkatnya rasa kepemilikan (ownership) dari seluruh fungsi di Regional 4 dalam mendorong perbaikan operasional.
Untuk memastikan seluruh inisiatif efisiensi dapat tercatat dengan baik, perusahaan juga melakukan proses coaching bersama tim Persero dan SHU. Langkah ini dilakukan agar setiap inisiatif yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan dapat terdokumentasi secara lengkap, termasuk bukti pendukung yang dibutuhkan untuk proses klaim efisiensi.
Selain itu, kolaborasi internal juga diperkuat melalui program OPTIMUS, Continuous Improvement Program (CIP), dan Low Cost Value (LCV) di setiap zona. Memasuki 2026, Regional 4 telah mulai mengumpulkan berbagai inisiatif baru sejak triwulan IV 2025 guna mempertahankan momentum efisiensi dan mendorong peningkatan kinerja operasional di tahun mendatang. (rmn)










