INDOPOSCO.ID – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tengah memverifikasi laporan mengenai kerusakan sejumlah infrastruktur kesehatan di Iran. Menurut data awal, serangan tersebut merenggut nyawa empat tenaga kesehatan, di tengah ketegangan geopolitik melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
“WHO telah memverifikasi 13 serangan terhadap fasilitas kesehatan di Iran dan satu di Lebanon,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers seperti dilansir dari Al Jazeera, Kamis (5/3/2026).
Selain korban jiwa, serangan tersebut juga melukai 25 orang lainnya. Seorang pejabat WHO lainnya menambahkan empat ambulans juga terkena dampak, dan rumah sakit serta fasilitas kesehatan lainnya mengalami kerusakan ringan akibat serangan di sekitarnya.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel yang menyasar rumah sakit dan sekolah di Iran, serta menegaskan Teheran tidak akan tinggal diam atas tindakan tersebut.
Melalui unggahan di platform media sosial X miliknya, Pezeshkian menyebut serangan terhadap fasilitas sipil itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan.
“Serangan terhadap rumah sakit berarti menyerang kehidupan itu sendiri. Serangan terhadap sekolah berarti menargetkan masa depan suatu bangsa. Menjadikan pasien dan anak-anak sebagai sasaran merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip kemanusiaan,” tulis Pezeshkian terpisah seperti dilansir dari Anadolu Ajansi.
Ia juga menyerukan kecaman internasional atas serangan tersebut. “Dunia harus mengutuknya. Saya berdiri bersama bangsa saya yang berduka. Iran tidak akan tetap diam atau menyerah terhadap kejahatan ini,” jelas Pezeshkian.
Berdasarkan otoritas Iran, sedikitnya 165 orang tewas ketika pesawat tempur Israel dan Amerika Serikat menyerang sebuah sekolah di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, pada Sabtu (28/2/2026). (dan)




















