• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Menlu China Ajak Negara-negara “Global South” Jaga Multilateralisme

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Senin, 9 Maret 2026 - 07:28
in Internasional
Wang-Yi

Menlu Wang Yi menjawab dalam konferensi pers soal "Kebijakan diplomasi dan hubungan luar negeri China" di Beijing, China pada Minggu (8/3/2026). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengajak negara-negara yang masuk dalam kategori “selatan global” (global south) untuk menjaga semangat multilateralisme.

“Multilateralisme adalah ‘jimat pelindung’ bagi negara-negara ‘selatan global’. Kita harus mendorong masyarakat internasional mempraktikkan multilateralisme yang sejati, menjaga sistem internasional yang berpusat pada PBB dan tatanan internasional yang didasarkan pada hukum internasional,” Menlu Wang Yi menjawab dalam konferensi pers soal “Kebijakan diplomasi dan hubungan luar negeri China” di Beijing, China pada Minggu (8/3/2026).

BacaJuga:

Klaim Sepakat dengan Iran, Trump Batal Lancarkan Serangan

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada

Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina

Menurut Wang Yi, dalam sistem multilateralisme, negara-negara berpegang pada prinsip bahwa urusan dunia dibahas oleh semua negara, dan aturan internasional ditetapkan bersama oleh semua negara.

“Global South adalah kekuatan yang baru muncul, positif, dan berpihak pada kebaikan di panggung internasional. Semakin dunia dipenuhi gejolak dan kekacauan, semakin kita harus meneguhkan kepercayaan diri, bersatu dan bekerja sama, bersama-sama mengangkat semangat perdamaian dan pembangunan sekaligus kerja sama yang saling menguntungkan,” tambah Wang Yi.

Kerja sama selatan global tersebut menurut Wang Yi dapat terwujud melalui BRICS, Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), serta Kelompok 77 untuk menyuarakan perdamaian dan memberi dorongan bagi pembangunan.

“Kebangkitan kolektif ‘global south’ adalah penanda yang menonjol dari perubahan besar dunia. Dalam 40 tahun terakhir, proporsi total ekonomi Global South terhadap dunia telah meningkat dari 24 persen menjadi lebih dari 40 persen, dan menjadi kekuatan utama yang mendorong proses multipolarisasi dunia,” tambah Wang Yi.

Saat ini, kata Wang Yi, hegemoni dan politik kekuasaan merajalela sehingga memberikan guncangan serius terhadap tatanan internasional yang ada.

Perekonomian dunia pun sedang menghadapi gejolak, dan globalisasi mengalami arus balik karena sejumlah negara secara besar-besaran membangun hambatan tarif serta memutus keterhubungan rantai pasok dan rantai industri sehingga sama saja dengan menambah kayu bakar ke dalam api dan pada akhirnya akan berbalik merugikan diri sendiri.

“Kelompok ‘global south’ seharusnya memperkuat komunikasi dan koordinasi, bersama-sama menjaga hak dan kepentingan sahnya sendiri, serta bersama-sama membuka ruang bagi pembangunan yang mandiri,” ungkap Wang Yi.

Pembangunan negara-negara “global south”, menurut Wang Yi, memerlukan lingkungan internasional yang terbuka dan kooperatif.

“Kita harus mendorong globalisasi ekonomi yang inklusif dan bermanfaat bagi semua, menjaga perekonomian dunia yang terbuka, dengan tegas menjaga sistem perdagangan multilateral, serta berbagi peluang dan mewujudkan hasil yang saling menguntungkan dalam keterbukaan,” tambah Wang Yi.

China, ungkap Wang Yi, akan dengan teguh mendukung liberalisasi dan memfasilitasi perdagangan serta investasi, dan teguh menjaga stabilitas dan kelancaran rantai industri serta rantai pasokan global.

“China akan memperluas keterbukaan tingkat tinggi ke luar negeri, tidak hanya memikul tanggung jawab sebagai ‘pabrik dunia’ tapi juga harus memainkan peran sebagai ‘pasar dunia’,” tegas Wang Yi.

“Global south” atau selatan global adalah istilah pengelompokan negara berdasarkan karakteristik sosial, ekonomi dan politik. Menurut Badan Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD), “global south” secara luas meliputi Afrika, Amerika Latin dan Karibia, Asia (tidak termasuk Israel, Jepang, dan Korea Selatan), dan Oseania (tidak termasuk Australia dan Selandia Baru).

Sebagian besar negara-negara “global south” umumnya diidentifikasi sebagai negara yang pendapatan yang rendah, tingkat kemiskinan yang tinggi, pertumbuhan populasi yang tinggi, perumahan yang tidak memadai, kesempatan pendidikan terbatas, sistem kesehatan yang kurang baik dan berbagai masalah lainnya. “Global south” juga kerap diidentifikasi sebagai negara “dunia ketiga” maupun negara-negara industri baru.

Kondisi itu berlawanan dengan “global north” yang digambarkan UNCTAD secara luas meliputi Amerika Utara dan Eropa, Israel, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru. Meski begitu, kedua kelompok tersebut tidak sesuai dengan belahan bumi utara dan selatan, karena banyak negara “global south” secara geografis terletak di utara dan sebaliknya.

Istilah “global south” muncul pada paruh kedua abad ke-20 untuk merangkum kritik terhadap ketidaksetaraan global dan ketidakseimbangan kekuatan, dengan menyoroti eksploitasi kolonial dan perjuangan dalam otonomi ekonomi dan politik. (ney)

Tags: Menlu ChinaMultilateralismeWang Yi

Berita Terkait.

Trump
Internasional

Klaim Sepakat dengan Iran, Trump Batal Lancarkan Serangan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:50
Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada
Internasional

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:19
Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina
Internasional

Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:15
SB
Internasional

Swiss-Belhotel International Perluas Portofolio di Bali dengan Soft Opening Resor Ashva Swiss-belresort Ubud

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:25
Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?
Internasional

Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:04
Sugiono
Internasional

Sempat Dikritik Dino Patti Djalal, Pemerintah Akhirnya Utus Menlu ke Pemakaman Ali Khamenei

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:41

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2446 shares
    Share 978 Tweet 612
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2005 shares
    Share 802 Tweet 501
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1990 shares
    Share 796 Tweet 498
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2611 shares
    Share 1044 Tweet 653
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1367 shares
    Share 547 Tweet 342
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.