INDOPOSCO.ID – Perwakilan Tetap Rusia untuk organisasi internasional di Wina, Mikhail Ulyanov, menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel tidak memiliki alasan yang sah untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Menurutnya, tindakan militer tersebut justru menimbulkan keraguan besar atas keseriusan Washington dalam melanjutkan negosiasi program nuklir Teheran.
Pernyataan itu disampaikan Ulyanov di Wina, Austria, Senin (2/3/2026), usai sidang khusus Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang membahas serangan AS-Israel terhadap Iran.
“Kami ingin perundingan (tentang program nuklir Iran) dilanjutkan,” ujar Ulyanov. Namun ia mengaku sulit membayangkan proses diplomasi dapat berjalan kembali “seolah tidak terjadi apa-apa” setelah serangan tersebut.
Ia menegaskan bahwa hal paling mengejutkan dari serangan itu adalah tidak adanya alasan mendesak untuk melakukan aksi militer. Padahal, menurutnya, pembicaraan terkait program nuklir Iran masih berlangsung hingga pekan lalu dan mulai menunjukkan perkembangan positif.
Ulyanov mengungkapkan bahwa otoritas Oman serta Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, juga mencatat adanya kemajuan dalam perundingan tersebut. Ia bahkan mengaku sempat beberapa kali berbicara dengan Grossi sebelum serangan terjadi.
“Saya beberapa kali berbicara dengannya pekan lalu. Tiba-tiba, pengeboman dimulai. Bagaimana bisa? Ini menimbulkan pertanyaan mengenai keseriusan AS dalam bernegosiasi terkait program nuklir Iran,” katanya.
Sebelumnya, pada Sabtu (28/2/2026), AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran yang menelan korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke Israel serta pangkalan militer AS di sejumlah negara di Timur Tengah.
Pernyataan Rusia tersebut menambah ketegangan diplomatik di tengah situasi keamanan kawasan yang semakin memanas dan berpotensi mengganggu stabilitas global. (dil)










