INDOPOSCO.ID – Program SMK Go Global besutan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menuai antusiasme tinggi dari masyarakat. Inisiatif itu digencarkan guna memastikan lulusan SMK dapat meniti karier di luar negeri melalui jalur legal, aman, dan profesional.
Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kemenko PM Budhi Hidayat Laksana menyatakan bahwa pihaknya telah menyosialisasikan program SMK Go Global di tiga lokasi, yakni Semarang, Surabaya, dan Bandung. Program tersebut diketahui mulai berjalan pada akhir Desember 2025.
“Antusiasme dari masyarakat, para kepala sekolah SMK cukup tinggi,” kata Budhi Hidayat Laksana usai pelepasan 60 pekerja terampil lulusan SMK ke Malaysia, Jakarta dikutip Selasa (3/3/2026).
Program SMK Go Global mendorong para lulusan SMK untuk tidak menutup diri dan aktif menjemput peluang karier global, mengingat ketatnya persaingan kerja di dalam negeri.
“Mengetahui bahwa kemungkinan bekerja di Indonesia cukup kecil, makanya tidak menutup kemungkinan kita coba mencari peluang kesempatan bekerja di luar negeri,” jelas Budhi Hidayat.
Paling penting para lulusan SMK harus mengedepankan aspek migrasi aman untuk memastikan mereka, mendapatkan perlindungan penuh selama bekerja di luar negeri sampai mereka kembali dengan selamat.
“Tentunya dengan jargon ‘safe migration’ dan aman bagi mereka yang akan bekerja dan pulang dari bekerja di sana. Itu saja,” ucap Budhi Hidayat.
Dalam implementasi program tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat bekerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) dan Kementerian Ketenagakerjaan guna mempercepat penyusunan petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan.
“Tentunya pimpinan kami, Pak Menko (Abdul Muhaimin Iskandar), terus berkolaborasi dengan kementerian teknis dalam hal ini adalah Kemenaker agar nantinya segera kita membuat satu juknis,” jelas Budhi Hidayat.
Program itu menargetkan pengiriman 500.000 tenaga kerja terampil ke sejumlah negara seperti Jepang, Jerman, dan Korea Selatan, dengan pelatihan intensif pada lima sektor utama yakni perawat, caregiver, pengelas, supir, hospitality. (dan)












