• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Geopolitik Memanas, Pergerakan IHSG Diprediksi Tidak Stabil

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 2 Maret 2026 - 09:24
in Ekonomi
Pengunjung

Ilustrasi - Pengunjung mengambil gambar layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (26/6/2025). ANTARA FOTO/Fauzan/rwa/pri. (ANTARA FOTO/FAUZAN)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak volatile dengan kecenderungan konsolidasi pada pekan ini, akibat meningkatnya risiko geopolitik di tingkat global.

“IHSG pekan ini berpotensi bergerak volatile dengan kecenderungan konsolidasi dengan support di 8.031 dan resistance di 8.437,” ujar Imam sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Senin (2/3/2026).

BacaJuga:

KISI: Fundamental PGEO Tetap Kuat di Tengah Tekanan Pasar Saham

LPDB Koperasi Perkuat Tata Kelola Penjaminan, Dorong Skema Asuransi Kredit yang Lebih Terintegrasi

3 Strategi Kementerian UMKM Pulihkan dan Perkuat Usaha di Kepulauan Nias

Imam mengatakan eskalasi konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) serta ketegangan di kawasan Asia Selatan meningkatkan premi risiko global, terutama seiring berkembangnya situasi di sekitar Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi energi dunia.

“Ketidakpastian ini berpotensi mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan harga komoditas energi, yang biasanya memicu rotasi dana ke aset safe haven dan menekan arus modal ke emerging markets, termasuk Indonesia,” ujar Imam.

Namun demikian, bagi IHSG, Ia mengatakan kenaikan harga minyak dan batu bara justru dapat menjadi penopang sektor energi dan pertambangan, terutama apabila harga komoditas bertahan tinggi.

Menurut dia, Indonesia sebagai eksportir batu bara dan sejumlah komoditas energi, berpotensi diuntungkan dari sisi peningkatan harga jual rata-rata (ASP) dan potensi perbaikan margin emiten sektor terkait.

“Dalam kondisi global yang tidak pasti, saham berbasis komoditas sering kali menjadi proxy lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan inflasi global,” ujar Imam.

Di sisi lain, apabila eskalasi konflik menyebabkan lonjakan harga energi yang terlalu tajam dan berkepanjangan, Ia menyebut risiko inflasi global dan tekanan nilai tukar Rupiah dapat meningkat.

Ia melanjutkan kenaikan harga minyak yang signifikan berpotensi memperbesar tekanan pada neraca transaksi berjalan melalui kenaikan nilai impor migas, sekaligus meningkatkan volatilitas Rupiah.

“Jika rupiah melemah dan imbal hasil obligasi global naik maka volatilitas IHSG bisa meningkat karena investor asing cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko,” ujar Iman.

Dengan demikian, dalam jangka pendek, Ia menyimpulkan arah pergerakan IHSG sangat bergantung pada apakah kenaikan harga energi bersifat terkendali dan suportif bagi emiten komoditas, atau justru berubah menjadi shock inflasi yang menekan stabilitas makro.

Imam menjelaskan, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, bersamaan dengan kebijakan perdagangan AS yang terus berubah, ditambah lembaga pemeringkat kredit memperingatkan tekanan fiskal yang meningkat di Indonesia.

“Kombinasi isu ini menciptakan kondisi kehati-hatian di pasar keuangan global hingga pasar domestik,” ujar Imam.

Konsekuensi dari eskalasi di Timur Tengah terasa secara ekonomi global melalui perkembangan di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, yang merupakan rute transit penting bagi sekitar 20-25 persen pasokan minyak mentah dan LNG dunia setiap harinya.

Penutupan atau gangguan terhadap Selat Hormuz berpotensi mengguncang pasar energi global, karena jalur ini biasanya memfasilitasi perdagangan minyak mentah dan gas yang mencapai puluhan juta barel per hari, serta berdampak terhadap kondisi harga minyak, rantai pasok energi, dan biaya asuransi pengiriman yang bisa melonjak tajam.

Di tengah meningkatnya ketidakpastian global tersebut, kebijakan ekonomi AS telah mengalami perubahan signifikan pada pekan lalu.

Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian besar tarif impor global yang sebelumnya diberlakukan oleh pemerintahan AS Donald Trump karena dianggap melampaui kewenangan hukum, memaksa administrasi AS untuk mencari dasar hukum baru guna mempertahankan beberapa kebijakan tarif tersebut.

Trump kemudian mengumumkan rencana kenaikan tarif impor global menjadi 15 persen, sebagai respons terhadap pembatalan tersebut.

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS menetapkan bea masuk anti-subsidi untuk panel surya dari beberapa negara, termasuk Indonesia, dengan kisaran tarif antara 86 persen dan 143,3 persen, karena dianggap mendapatkan subsidi yang merugikan industri domestik AS.

“Ketentuan tarif tinggi ini dapat menekan ekspor sektor energi terbarukan Indonesia ke pasar AS dan menambah tekanan pada neraca perdagangan sektor terkait,” ujar Imam.

Dari dalam negeri, lembaga pemeringkat S&P Global Ratings memperingatkan bahwa tekanan fiskal Indonesia terus meningkat, dengan rasio pembayaran bunga utang terhadap pendapatan negara diperkirakan telah atau berpotensi bertahan di atas level 15 persen, ambang yang menjadi tolok ukur penting dalam penilaian kesehatan fiskal suatu negara.

Apabila rasio tersebut tetap tinggi dalam jangka menengah, potensi penurunan peringkat kredit (downgrade) bisa terjadi meskipun saat ini outlook masih dipertahankan stabil.

“Peringatan ini menambah kehati-hatian investor dan pembuat kebijakan dalam menanggapi gejolak global sambil mengelola tantangan fiskal domestik,” ujar Imam.

Sementara itu, menyambut awal Maret 2026, akan ada rilis beberapa data penting, diantaranya PMI Manufaktur Indonesia untuk Februari 2026, Neraca Perdagangan Indonesia untuk Januari 2026, Inflasi Indonesia untuk Februari 2026, dan PMI ISM Sektor Manufaktur Amerika Serikat untuk Februari 2026 seperti dilansir Antara.

Kemudian, PMI ISM Sektor Jasa AS untuk Februari 2026, PMI NBS China untuk Februari 2026, Initial Jobless Claims AS Feb/28, Cadangan Devisa Indonesia, Non-farm Payrolls AS dan Tingkat Pengangguran AS. (aro)

Tags: beiihsgsaham

Berita Terkait.

pltp
Ekonomi

KISI: Fundamental PGEO Tetap Kuat di Tengah Tekanan Pasar Saham

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:06
lpdb
Ekonomi

LPDB Koperasi Perkuat Tata Kelola Penjaminan, Dorong Skema Asuransi Kredit yang Lebih Terintegrasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:02
umkm
Ekonomi

3 Strategi Kementerian UMKM Pulihkan dan Perkuat Usaha di Kepulauan Nias

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35
knecks
Ekonomi

Menanti Payung Hukum Ekonomi Syariah, KNEKS Soroti Celah Regulasi di Sejumlah Sektor

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:16
ALLPack Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 1.600 Peserta dari 42 Negara
Ekonomi

ALLPack Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 1.600 Peserta dari 42 Negara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:46
saham
Ekonomi

Gejolak Bursa Jadi Sorotan, DPR Desak Polri Telusuri Dugaan Permainan Pasar Modal

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:31

OLAHRAGA

persija
Olahraga

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Editor Laurens Dami
Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51

INDOPOSCO.ID – Persija Jakarta memburu kebangkitan saat menjamu Arema FC pada pekan keenam Super League 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga,...

SelengkapnyaDetails
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31
Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:40
bultang

Usai Juara Denmark Open 2026, Fikri Ungkap Pelajaran Berharga dari Pengalaman Fajar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:48

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    2640 shares
    Share 1056 Tweet 660
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1393 shares
    Share 557 Tweet 348
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    1274 shares
    Share 510 Tweet 319
  • IWBIF 2026 Digelar di Jakarta, IWAPI Dorong Pengusaha Perempuan Indonesia Go Global

    1155 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Debut Azka Corbuzier di New York Tuai Pujian, Film “Home, Almost” Bikin Penonton Menangis

    1097 shares
    Share 439 Tweet 274
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.