• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Efek Konflik Global: Amin Ak Ingatkan Potensi ‘Tsunami’ Ekonomi RI

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 2 Maret 2026 - 11:36
in Ekonomi
Amin-Ak

Anggota Komisi XI DPR RI Amin Ak. Foto: Dok Fraksi PKS

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi XI DPR Amin Ak memperingatkan potensi ‘tsunami’ geoekonomi yang mengancam Indonesia jika konflik di Timur Tengah terus berlanjut, sekaligus mendesak pemerintah segera meracik kebijakan fiskal yang presisi.

Menurut Amin, eskalasi konflik di Selat Hormuz menjadi ancaman langsung terhadap urat nadi pasokan energi dunia. Harga minyak mentah yang melambung di atas USD 100 per barel memaksa APBN 2026 berdiri di tepi jurang defisit.

BacaJuga:

Wamenkop Farida Farichah Dorong Koperasi Aji Tera Klaten Tembus Pasar Global

Harga Ayam Harus Seimbang, Mendag: Peternak Untung dan Daya Beli Konsumen Terjaga

Aturan Pengangkutan Barang Impor dan Ekspor Berubah, Pelaku Usaha Perlu Ketahui 5 Poin Ini

Ia menilai, serangan balasan Iran ke sekutu AS di Teluk akan menciptakan efek domino yang tak terelakkan. Hal itu menyusul serangan udara dilancarkan AS dan Israel ke Teheran pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.

“Kita tidak sedang bicara angka di atas kertas, tapi harga sepiring nasi di meja rakyat. Kenaikan harga minyak dunia adalah alarm imported inflation yang bisa melumat daya beli masyarakat bawah dalam sekejap,” kata Amin Ak dalam keterangannya, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Ia menjelaskan, imported inflation adalah kenaikan harga di dalam negeri akibat mahalnya barang impor (seperti BBM, gandum, kedelai, bahan baku pupuk), baik karena harga global naik maupun nilai tukar mata uang melemah. Dampaknya, biaya produksi meningkat dan harga barang ikut naik. Inflasi ini berasal dari faktor eksternal, bukan karena tingginya permintaan masyarakat di dalam negeri.

Menurut Amin, Indonesia kini terjebak dalam simalakama. Membiarkan subsidi membengkak akan menjebol pertahanan fiskal, namun memangkasnya tanpa perhitungan matang adalah “bunuh diri” politik dan ekonomi yang akan memicu gejolak sosial.

Guna meredam guncangan, Amin Ak mendorong pemerintah segera mengambil langkah luar biasa (extraordinary measures). Pertama, Re-alokasi anggaran untuk bantalan sosial yang berarti Pemerintah harus segera menyisir anggaran proyek non-strategis untuk dialihkan menjadi tambahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Energi dan subsidi pangan.

Kedua, diplomasi energi non-tradisional. Ia mendorong kementerian terkait untuk mencari alternatif pasokan minyak dari wilayah non-konflik guna mengurangi ketergantungan pada jalur distribusi yang terganggu di Timur Tengah.

Ketiga, intervensi moneter yang terukur. Amin mendorong Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas Rupiah dari pelarian modal (capital outflow) tanpa harus mencekik pertumbuhan kredit UMKM karena kenaikan suku bunga yang terlalu agresif.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam drama geopolitik ini. Diplomasi ekonomi kita harus aktif menekan lembaga internasional agar spekulan tidak memainkan harga komoditas di tengah penderitaan global,” tegas Amin.

Ia menambahkan, ketahanan pangan dan energi harus menjadi prioritas absolut. Krisis itu merupakan momentum bagi pemerintah membuktikan sejauh mana kemandirian ekonomi yang selama ini didengungkan, apakah telah teruji menghadapi krisis atau malah sebaliknya.

“Pemerintah perlu menyeimbangkan berbagai program berbiaya besar dengan penebalan bantalan sosial demi menjaga daya beli rakyat dan stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak energi global saat ini,” imbuh politikus PKS itu. (dan)

Tags: ASIranisrael

Berita Terkait.

wamenkop
Ekonomi

Wamenkop Farida Farichah Dorong Koperasi Aji Tera Klaten Tembus Pasar Global

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:12
mendag
Ekonomi

Harga Ayam Harus Seimbang, Mendag: Peternak Untung dan Daya Beli Konsumen Terjaga

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:40
bc
Ekonomi

Aturan Pengangkutan Barang Impor dan Ekspor Berubah, Pelaku Usaha Perlu Ketahui 5 Poin Ini

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:36
ibma
Ekonomi

Percepat Pendalaman Pasar Bulion Nasional, Indonesia Kini Punya Indonesia Bullion Market Association

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:06
Purbaya
Ekonomi

Seluruh Fraksi Setuju, RUU Pertanggungjawaban APBN 2025 Melaju ke Paripurna

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:47
Eko-Waluyo
Ekonomi

BTN dan Revolusi Talenta, Mendorong SDM Jadi Mesin Pendapatan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:35

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.