• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Spin Off Dipertanyakan, KNEKS Ingatkan Risiko Lahirnya Bank Syariah Mini

Dilianto Editor Dilianto
Kamis, 26 Februari 2026 - 12:07
in Ekonomi
Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat. Foto: Istimewa

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wacana pemisahan atau spin off Unit Usaha Syariah (UUS) kembali menghangat. Di tengah dinamika regulasi sektor keuangan, perdebatan bukan lagi soal perlu atau tidaknya spin off, melainkan siapa yang paling tepat menentukan waktunya, regulator atau manajemen bank itu sendiri?

Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) memilih berdiri di titik tengah. Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat menegaskan bahwa sejak awal pihaknya telah menyarankan agar spin off tidak dijadikan kewajiban undang-undang, melainkan keputusan bisnis.

BacaJuga:

Pameran Seafood di Jepang Bawa Potensi Transaksi Rp3,49 Triliun

Membaca Setahun Purbaya: APBN Ekspansif dan Jalan Panjang Menuju Pertumbuhan 6 Persen

Hadapi Era AI dan Disrupsi, United Tractors Fokus Tingkatkan Kapabilitas SDM

“Menurut kami di KNEKS, lebih tepat jika spin off diputuskan sebagai corporate action (aksi korporasi) berdasarkan kesiapan internal bank, bukan karena keharusan regulatif,” ujar Emir melalui gawai, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, pendekatan wajib berpotensi melahirkan bank-bank syariah berukuran kecil (mini) yang secara permodalan belum tentu siap berdiri sendiri. Ia mencontohkan negara dengan industri perbankan syariah yang lebih matang seperti Arab Saudi dan Malaysia, yang tidak mewajibkan pemisahan UUS dari induknya.

Alih-alih memaksa, Emir menekankan pentingnya roadmap yang jelas jika UUS tetap berada di bawah bank induk. Salah satu gagasannya adalah mewajibkan adanya direktur khusus yang fokus menangani UUS dengan indikator kinerja tersendiri.

“Itu yang sempat kami usulkan saat pembahasan, meski pada akhirnya tidak seluruhnya diakomodasi,” ungkapnya.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, ia menilai keputusan spin off semestinya diserahkan kepada pertimbangan internal masing-masing bank.

“Mungkin kalau pun spin off harusnya menjadi aksi korporasi itu lebih baik sebenarnya. Karena ketika sudah menjadi aksi korporasi, tentunya lembaga keuangan itu sudah mempertimbangkan beberapa aspek,” jelas Emir.

Aspek yang dimaksud bukan hanya permodalan, tetapi juga kesiapan sistem, model bisnis, hingga strategi ekspansi jangka panjang.

“Kami mengingatkan bahwa spin off tanpa kesiapan modal bisa membuat bank syariah terjebak di kategori Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 1, dengan ruang usaha yang terbatas,” terang Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) itu.

Di sisi lain, pengalaman merger yang melahirkan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) kerap dijadikan contoh bahwa konsolidasi bisa menjadi strategi memperbesar skala usaha dan mempercepat pertumbuhan industri.

Meski demikian, Emir mengakui bahwa merger bukan tanpa tantangan. “Penyatuan sistem teknologi, budaya kerja, hingga strategi bisnis kerap menjadi ujian tersendiri. Tidak semua konsolidasi berjalan mulus,” tambahnya.

Pandangan ini sejalan dengan sikap Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, yang secara terbuka mengkritisi kebijakan tersebut.

“Itu yang tadi saya kurang setuju. Hasil studi saya itu (kebijakan spin off) tidak akan sehat ya UUS, akan mengerdilkan dia. Kecuali dia akan digabung jadi satu,” kata Anggito dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Mantan Wakil Menteri Keuangan itu menegaskan, pemisahan tanpa dukungan modal dan komitmen kuat dari pemegang saham justru dapat mempersempit ruang gerak bank syariah.

Pada akhirnya, perdebatan spin off UUS bukan semata soal kepatuhan regulasi, melainkan tentang arah besar industri perbankan syariah nasional: apakah ingin memperbanyak jumlah pemain, atau memperkuat yang sudah ada agar mampu bersaing di level regional dan global. (her)

Tags: Bank SyariahKNEKSSpin-OffSutan Emir HidayatUnit Usaha Syariah

Berita Terkait.

Pameran Seafood di Jepang Bawa Potensi Transaksi Rp3,49 Triliun
Ekonomi

Pameran Seafood di Jepang Bawa Potensi Transaksi Rp3,49 Triliun

Rabu, 9 September 2026 - 09:15
Gempa Bumi Dangkal Bermagnitudo 4,4 Hantam Kaur di Bengkulu Pagi Ini
Ekonomi

Membaca Setahun Purbaya: APBN Ekspansif dan Jalan Panjang Menuju Pertumbuhan 6 Persen

Rabu, 9 September 2026 - 09:00
Hadapi Era AI dan Disrupsi, United Tractors Fokus Tingkatkan Kapabilitas SDM
Ekonomi

Hadapi Era AI dan Disrupsi, United Tractors Fokus Tingkatkan Kapabilitas SDM

Selasa, 8 September 2026 - 21:05
Menjaga Laut Lewat Buku: Harita Nickel Luncurkan Dokumentasi Ikan Karang Pulau Obi
Ekonomi

Optimalisasi Infrastruktur LNG, PAG Kembangkan Arun Jadi Hub Energi Regional

Selasa, 8 September 2026 - 19:04
Menjaga Laut Lewat Buku: Harita Nickel Luncurkan Dokumentasi Ikan Karang Pulau Obi
Ekonomi

Menjaga Laut Lewat Buku: Harita Nickel Luncurkan Dokumentasi Ikan Karang Pulau Obi

Selasa, 8 September 2026 - 17:33
BTN Pertahankan Peringkat Tertinggi idAAA dari PEFINDO, Outlook Stable
Ekonomi

BTN Pertahankan Peringkat Tertinggi idAAA dari PEFINDO, Outlook Stable

Selasa, 8 September 2026 - 16:05

OLAHRAGA

Hasil Liga Champions: Madrid-City Menang, Tim Calvin Verdonk Tumbang
Olahraga

Hasil Liga Champions: Madrid-City Menang, Tim Calvin Verdonk Tumbang

Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 9 September 2026 - 09:57

INDOPOSCO.ID - Liga Champions 2026/2027 langsung menyajikan drama pada matchday pertama fase liga 2026/2027. Enam pertandingan yang digelar Selasa (8/9/2026)...

SelengkapnyaDetails
atlet

Atlet Akuatik Klungkung Borong 5 Medali di Ajang Gajahmada Swimming Competition 2026

Selasa, 8 September 2026 - 11:11
Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Jumat, 4 September 2026 - 15:30
aza

Buktikan Kualitas Local Pride, Persebaya dan AZA Luncurkan Jersey Anyar

Jumat, 4 September 2026 - 13:13
league

Jadwal Super League Pekan Pertama: Persija Hadapi Laga Berat, Persib Pede 3 Poin

Jumat, 4 September 2026 - 13:03

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.