• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Perkuat Industri Dalam Negeri, Banggar DPR: Agrinas Tak Perlu Impor 105 Ribu Mobil Niaga

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 25 Februari 2026 - 12:10
in Ekonomi
Said

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah. Foto: Dokumen DPR RI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Rencana PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) mengimpor 105.000 mobil niaga dari India menuai sorotan. Kebijakan yang disebut akan menggunakan dana APBN tersebut dinilai perlu dipikirkan ulang karena berpotensi melemahkan industri dalam negeri.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menegaskan bahwa arah kebijakan ekonomi nasional yang dicanangkan Prabowo Subianto bertujuan memperkuat perekonomian domestik, termasuk melalui program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kebijakan pembangunan desa.

BacaJuga:

Pasar Domestik Kuat, Jalan UMKM Menuju Pasar Global Makin Terbuka

Semangat MengEMASkan Indonesia, Pegadaian Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Pengemudi Ojol

GIIAS Surabaya 2026 Cetak Rekor, Pengunjung Melonjak Lebih dari 40 Persen

“Program tersebut diharapkan mendorong peningkatan permintaan bahan pangan dari desa, sekaligus memperkuat sektor hulu pertanian dan mengurangi ketergantungan impor,” kata Said dalam keterangan tertulisnya di Jakarta dikutip Rabu (25/2/2026).

Menurut Said, arsitektur besar ekonomi nasional seharusnya dipahami secara utuh oleh seluruh pemangku kepentingan, termasuk BUMN. Rencana impor mobil niaga dalam jumlah besar dinilai tidak sejalan dengan semangat memperkuat rantai pasok industri dalam negeri.

Ia mengingatkan bahwa sejak 2011, pertumbuhan industri manufaktur selalu berada di bawah pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Padahal, sektor manufaktur semestinya menjadi andalan dalam pengembangan hilirisasi sumber daya alam sekaligus penyerap tenaga kerja, termasuk bagi jutaan lulusan perguruan tinggi yang belum terserap pasar kerja.

Mengutip kajian lembaga riset Celios yang dimuat sejumlah media, Said menyebut potensi dampak ekonomi dari rencana impor tersebut cukup signifikan. Di antaranya potensi penggerusan PDB hingga Rp39,29 triliun, penurunan pendapatan masyarakat Rp39 triliun, penurunan surplus industri otomotif Rp21,67 triliun, pengurangan pendapatan tenaga kerja di seluruh rantai pasok otomotif Rp17,39 triliun, serta penurunan penerimaan pajak bersih hingga Rp240 miliar.

Ia juga mempertanyakan apakah Agrinas telah menjalin komunikasi dengan produsen otomotif dalam negeri maupun asosiasi industri seperti Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Menurutnya, pengadaan 105.000 unit mobil niaga hampir setara dengan total produksi mobil niaga nasional dalam satu tahun.

“Bayangkan jika pengadaan mobil tersebut dilakukan di dalam negeri. Industri otomotif akan bergerak, menyerap tenaga kerja baru, dan menciptakan efek berganda bagi perekonomian,” ujarnya.

Said menambahkan, penggunaan APBN yang bersifat multiyears harus dihitung secara cermat manfaat ekonominya. Pertimbangan efisiensi harga semata tidak cukup tanpa memperhitungkan aspek layanan purna jual, ketersediaan suku cadang, dan jaringan perawatan. Jika seluruh faktor dihitung, belum tentu opsi impor menjadi pilihan paling hemat.

Ia menegaskan bahwa setiap belanja negara semestinya memberikan nilai tambah ekonomi bagi rakyat dan memperkuat industri nasional. Karena itu, ia menilai rencana impor mobil niaga tersebut lebih tepat dibatalkan daripada sekadar dikaji ulang.

“Dengan memilih jalan impor, berarti kita mengabaikan peluang membangkitkan industri nasional. Uang APBN seharusnya memberi dampak ekonomi langsung bagi rakyat di dalam negeri,” tegas politisi PDI Perjuangan ini. (dil)

Tags: banggarDPR RIImpor 105 MobilPT Agrinas

Berita Terkait.

maman
Ekonomi

Pasar Domestik Kuat, Jalan UMKM Menuju Pasar Global Makin Terbuka

Selasa, 1 September 2026 - 20:02
ojol
Ekonomi

Semangat MengEMASkan Indonesia, Pegadaian Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Pengemudi Ojol

Selasa, 1 September 2026 - 18:28
ban
Ekonomi

GIIAS Surabaya 2026 Cetak Rekor, Pengunjung Melonjak Lebih dari 40 Persen

Selasa, 1 September 2026 - 18:08
giias
Ekonomi

50 Tahun Mengaspal di Indonesia, Bridgestone Bidik Era Baru Mobilitas dan Kendaraan Listrik

Selasa, 1 September 2026 - 17:17
pdc
Ekonomi

Pemanfaatan AI Makin Luas, PDC Perkuat Tata Kelola dan Mitigasi Risiko

Selasa, 1 September 2026 - 16:16
bankjakarta
Ekonomi

Bank Jakarta Kucurkan Pembiayaan Rp326 Miliar untuk 2.388 Pedagang Pasar

Selasa, 1 September 2026 - 14:31

OLAHRAGA

sty
Olahraga

Comeback ke Liga Indonesia, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan yang Membuatnya Bangga

Editor Dilianto
Selasa, 1 September 2026 - 23:13

INDOPOSCO.ID – Lima tahun menangani Timnas Indonesia membuat Shin Tae-yong memiliki pengalaman panjang tentang sepak bola Tanah Air. Kini, setelah...

SelengkapnyaDetails
et

Momen STY-Erick Thohir Jabat Tangan di Launching Super League Jadi Sorotan

Selasa, 1 September 2026 - 22:02
Minim Efektivitas! Indonesia U-20 Imbang 0-0 Lawan Malaysia

Minim Efektivitas! Indonesia U-20 Imbang 0-0 Lawan Malaysia

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:15
timnas

Timnas Indonesia U-20 vs Malaysia: Garuda Muda Diminta Waspada

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:47
John-Herdman

Tuntaskan Merdeka Run, John Herdman Tantang Adu Lari Skuad Garuda

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:45

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.