INDOPOSCO.ID – Penulis novel Leila S.Chudori mengakui ia mengiklaskan sejumlah adegan yang terpaksa dihilangkan dalam film panjang “Laut Bercerita” yang diadopsi dari novel populer dengan judul yang sama ciptaannya.
“Saya selalu ingat kalimat pertama mas Anggi (penulis skenario). Kita harus ikhlas ya sama adegan-adegan yang mungkin kita enggak bisa masukin padahal kita sayang sama adegan itu,” ujar Leila dalam konferensi pers peluncuran teaser pertama “Laut Bercerita” yang digelar di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Sejumlah perubahan menurutnya dilakukan sebagai bentuk penyesuaian, lanjut dia. Selain itu, film yang diadaptasi dari novel menurutnya juga akan memiliki perbedaan dari sisi medium namun tetap mengedepankan bingkai-bingkai utama cerita yang dihadirkan dari novel.
“Saya sendiri seorang penulis review film di Tempo selama dua tahun, dan saya tahu betul bahwa ketika ini mau diangkat film dan saya bersama mas Andi sama-sama menulis itu, bukunya memang harus kita singkirkan. Kita hanya mengambil jiwanya dan pilar-pilarnya tapi kita tidak mungkin mengikuti halaman demi halaman karena itu akan menjadi film yang buruk,” ujar dia.
Ia menambahkan bahwa beberapa adegan cerita yang tidak terlalu dijelaskan dalam novel, justru akan dijelaskan secara audiovisual dalam film sehingga mampu memberikan konteks yang apik
Selama proses penulisan skenario, Leila mengakui menjalin diskusi dengan sosok Anggi Noen dan melakukan beberapa kali revisi naskah skenario demi menghadirkan cerita film yang baik.
Pada kesempatan yang sama, Yosep Anggi Noen sebagai sutradara menekankan kembali memang ada perbedaan dari novel yang tebal diadopsi menjadi film.
“Memang ada perbedaan novel setebal itu untuk diwujudkan ke dalam film yang punya banyak durasi itu pasti tidak mungkin,” katanya.
Namun agar film dapat bercerita sebagaimana novel laris itu, pokok cerita salah satunya yakni persahabatan, diambil menjadi salah satu kekuatan dalam melakukan sebuah pergerakan kemanusiaan yang dihadirkan dengan latar era 90-an itu.
“Laut Bercerita” merupakan sebuah film drama yang menceritakan mengenai sejarah Indonesia yang menceritakan mengenai perjuangan, persahabatan dan kepastian nasib aktivis era 90-an yang diadopsi dari novel dengan judul yang sama.
Film panjang ini secara resmi mengumumkan sejumlah pemain yang bakal beradu peran yakni Reza Rahadian sebagai Biru Laut, Eva Celia sebagai Anjani, Yunita Siregar sebagai Asmara, Ben Nugroho sebagai Alex, Kevin Julio sebagai Daniel. Dewa Dayana sebagai Sunu, Dian Sastrowardoyo sebagai Kinan, Yoga Pratama sebagai Bram, Afrian Arisandy sebagai Gala, Natalius Chendana sebagai Julius, Nagra Kautsar sebagai Naratama dan Cristine Hakim sebagai Ibu Wibisana.
Film ini diproduksi oleh Pal8 Pictures yang akan ditayangkan pada tahun ini. (ney)










