INDOPOSCO.ID – Terobosan baru di dunia kesehatan pendengaran resmi menyapa Indonesia. Perusahaan teknologi medis global, Cochlear Ltd, memperkenalkan sistem implan koklea pintar terbaru yang digadang-gadang akan mengubah cara pasien berinteraksi dengan teknologi pendengaran dalam jangka panjang.
Produk bernama Cochlear Nucleus Nexa System ini bukan sekadar alat bantu dengar biasa. Sistem ini dirancang untuk “hidup” dan berkembang bersama penggunanya, berkat kemampuan pembaruan perangkat lunak langsung pada implan.
Berbeda dari generasi sebelumnya, teknologi ini menjadi yang pertama di kelasnya dengan memori internal serta firmware yang bisa diperbarui. Artinya, inovasi tidak lagi berhenti saat alat dipasang melainkan terus berkembang seiring waktu.
Marketing Director Cochlear untuk Asian Growth Markets, Ashish Joshi, mengatakan teknologi ini menjadi tonggak penting dalam dunia solusi pendengaran.
“Cochlear bangga dapat menghadirkan inovasi ini di kawasan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sebagai bagian dari komitmen kami dalam memperluas akses terhadap teknologi pendengaran yang lebih canggih dan berkelanjutan,” ujar Ashish dalam konferensi pers Smart Cochlear Implant pertama di Indonesia, di CTEC Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026).
“Melalui inovasi ini, kami berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para pengguna, sekaligus mendukung transformasi dalam penanganan gangguan pendengaran di Indonesia,” tambahnya.
Di Indonesia, kehadiran teknologi ini disambut positif oleh Kasoem Hearing Center sebagai distributor resmi. Mereka melihat inovasi ini sebagai lompatan besar dalam pelayanan kesehatan pendengaran.
Trista Kasoem, perwakilan dari Kasoem Hearing Center menilai sistem ini membawa paradigma baru bagi pasien.
“Dengan adanya sistem yang dapat terus diperbarui, pasien tidak hanya mendapatkan solusi untuk saat ini, tetapi juga akses terhadap inovasi di masa depan. Ini sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan layanan terbaik dan berkelanjutan bagi pasien di Indonesia,” ucapnya.
Salah satu fitur unggulan dari sistem ini adalah kemampuan menyimpan pengaturan personal (MAP’s) langsung di dalam implan. Fitur ini memungkinkan pengguna tetap terhubung dengan cepat, bahkan saat harus mengganti prosesor suara.
Implementasi teknologi ini di Indonesia telah dimulai melalui prosedur perdana di Siloam Hospitals Lippo Village. Tindakan tersebut dilakukan oleh dokter spesialis THT-KL, dr. Eko Teguh Prianto.
Ia menjelaskan inovasi ini menawarkan kualitas pendengaran yang lebih optimal dalam jangka panjang.
“Nucleus Nexa System merupakan inovasi terbaru Implan Koklea yang dapat memberikan kualitas pendengaran yang lebih optimal untuk jangka panjang pada pasien dengan gangguan pendengaran,” ungkap dr. Eko.
“Hal ini tentunya dapat meningkatkan kualitas hidup para pengguna. Tidak kalah penting, sistem ini didukung oleh tingkat keandalan implan yang telah terbukti tinggi, mencapai 99,76 persen, sehingga memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi pengguna,” tambahnya.
Pihak rumah sakit pun menyatakan kebanggaannya menjadi pelopor implementasi teknologi ini di Tanah Air. Perwakilan Siloam Hospitals (RS Siloam Lippo Karawaci), Alexander Mutak, menilai langkah ini membuka babak baru dalam penanganan gangguan pendengaran.
“Kami bangga dapat menjadi bagian dari pengenalan teknologi implan koklea pintar di Indonesia. Inovasi ini membuka peluang lebih luas bagi pasien dengan gangguan pendengaran untuk mendapatkan penanganan yang lebih modern dan efektif,” katanya.
Secara global, gangguan pendengaran masih menjadi isu besar dengan jumlah penderita mencapai ratusan juta orang. Dalam konteks ini, implan koklea memainkan peran krusial karena bekerja dengan merangsang langsung saraf pendengaran, berbeda dari alat bantu dengar konvensional yang hanya memperkuat suara.
Dengan hadirnya teknologi ini di Indonesia, harapan baru pun terbuka, yakni kualitas pendengaran yang lebih adaptif, modern, dan berkelanjutan bagi para pasien. (her)










