INDOPOSCO.ID – Polri memastikan proses hukum terhadap Bripda MS (Mesias Viktor Siahaya), anggota Brimob yang menjadi tersangka dugaan penganiayaan terhadap siswa berinisial AT di Tual, Maluku, terus berlanjut.
Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir menyampaikan bahwa berkas perkara telah dinyatakan lengkap secara administratif dan dilimpahkan tahap I ke Kejaksaan Negeri Tual pada 24 Februari 2026.
“Untuk berkas perkara telah selesai dan diserahkan tahap I kepada pihak Kejari Tual,” ujarnya di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Dalam perkara ini, tersangka dijerat Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta/atau Pasal 466 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara dan denda hingga Rp3 miliar.
Johnny menambahkan, apabila kelengkapan formil dan materiil dinyatakan terpenuhi, proses akan berlanjut ke tahap penyerahan tersangka dan barang bukti sebelum masuk ke persidangan.
Selain proses pidana, penanganan etik juga berjalan paralel. Bripda MS telah dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).
Polri juga menyatakan terus mendampingi keluarga korban. Melalui Polda Maluku dan Polres Tual, kepolisian memberikan dukungan, termasuk perawatan medis kepada kakak korban berinisial NK.
“Kami tetap akan mendampingi pihak keluarga sampai proses ini berakhir,” kata Johnny.
Ia menegaskan komitmen institusi untuk menindak tegas setiap anggota yang terbukti melanggar hukum maupun kode etik. “Kapolri sudah menegaskan, Polri tidak akan segan melakukan penegakan kode etik dan hukum jika ada individu yang menyimpang,” ujarnya.
Peristiwa ini terjadi saat patroli Brimob melakukan kegiatan cipta kondisi di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara pada Kamis (19/2) dini hari. Berdasarkan keterangan kepolisian, tersangka mengayunkan helm taktikal sebagai isyarat kepada pengendara sepeda motor yang melaju kencang. Namun, helm tersebut mengenai pelipis kanan korban AT (14) hingga terjatuh.
Korban sempat dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, namun dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.00 WIT. (dam)




















