• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

APBN 2026 On Track, Strategi Utang Pemerintah Lebih Hati-hati

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 23 Februari 2026 - 18:38
in Ekonomi
Rupiah

Ilustrasi-Uang rupiah. Pemerintah memastikan pembiayaan APBN 2026 berjalan terukur dan adaptif guna menjaga stabilitas fiskal serta kepercayaan investor. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah menegaskan pengelolaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 berjalan dengan strategi yang lebih disiplin dan adaptif di tengah dinamika pasar keuangan global.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan bahwa hingga akhir Januari 2026, realisasi pembiayaan negara mencapai Rp105,06 triliun atau sekitar 15,2 persen dari target APBN. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencerminkan pendekatan pembiayaan yang lebih terukur dan berbasis kebutuhan kas.

BacaJuga:

Perkuat Ketahanan Pangan, HIPMI Serukan Hilirisasi Kelapa Sawit

Citroën Lanjutkan Penyerahan Unit Ë-C3 All Electric Tahap II untuk Bisnis PT Express

Kecerdasan Buatan Jadi Akselerator Utama Produktivitas Developer Indonesia

“Perkembangan realisasi pembiayaan ini menunjukkan strategi yang lebih terukur, disesuaikan dengan kebutuhan kas pemerintah mempertimbangkan dinamika pasar keuangan. Dengan disiplin dan strategi yang adaptif, kami memastikan pembiayaan tetap mendukung stabilitas APBN, sekaligus menjaga keberlanjutan pengelolaan utang Pemerintah,” ujar Juda dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Dari sisi pembiayaan utang, pemerintah mencatat realisasi Rp127,3 triliun atau 15,3 persen dari target APBN 2026. Pendanaan utang masih didominasi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN), yang menunjukkan minat investor tetap solid meski tekanan global masih membayangi pasar keuangan.

Tiga lelang awal Surat Utang Negara pada 2026 mencatat rata-rata bid to cover ratio 2,2 kali, sementara Surat Berharga Syariah Negara bahkan mencapai 3,8 kali. Yield hasil lelang juga terjaga stabil, menandakan permintaan investor tetap kuat.

“Hal yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia tetap baik, ini juga tercermin dari yield yang ada. Kedepan, stabilitas pasar SBN terus terjaga, melalui koordinasi kebijakan yang erat antara pemerintah dengan Otoritas Moneter Bank Indonesia,” terangnya.

Tak hanya fokus pada pembiayaan utang, lanjut Juda, pemerintah juga memperkuat pembiayaan investasi dengan alokasi Rp203 triliun pada 2026, terutama untuk sektor pertanian dan ketahanan pangan. Hingga akhir Januari, realisasi pembiayaan investasi mencapai Rp22,73 triliun, yang sebagian besar dialokasikan untuk Bulog guna memperkuat cadangan beras pemerintah.

Selain itu, pemerintah mencatat penerimaan kembali investasi sebesar Rp49 miliar dari pelunasan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) daerah.

“Secara keseluruhan, pembiayaan investasi telah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan melalui dukungan pada sektor pertanian dan pangan, kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus menjaga harga pangan tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat,” tutupnya. (her)

Tags: APBNpembiayaanpemerintahPEN daerah

Berita Terkait.

sawit
Ekonomi

Perkuat Ketahanan Pangan, HIPMI Serukan Hilirisasi Kelapa Sawit

Minggu, 26 April 2026 - 09:51
Penyerahan
Ekonomi

Citroën Lanjutkan Penyerahan Unit Ë-C3 All Electric Tahap II untuk Bisnis PT Express

Sabtu, 25 April 2026 - 23:22
Oon-Arfiandwi
Ekonomi

Kecerdasan Buatan Jadi Akselerator Utama Produktivitas Developer Indonesia

Sabtu, 25 April 2026 - 22:41
Penumpang
Ekonomi

Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Ekonomi Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 - 22:21
FIFA-Gift
Ekonomi

FIFA Gift Hadirkan Pengalaman Menonton Piala Dunia 2026 dan Final UCL Lebih dan Berhadiah

Sabtu, 25 April 2026 - 12:39
IPA Convex Ke-50, Pemerintah-Industri Satukan Strategi Amankan Pasokan Energi
Ekonomi

IPA Convex Ke-50, Pemerintah-Industri Satukan Strategi Amankan Pasokan Energi

Sabtu, 25 April 2026 - 11:31

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1350 shares
    Share 540 Tweet 338
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    889 shares
    Share 356 Tweet 222
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

    694 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

    690 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.