• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kementerian P2MI dan KBRI Perkuat Pendataan PMI di Malaysia

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 18 Februari 2026 - 20:35
in Nasional
p2mi

Menteri P2MI Muktarudin (kiri) bersama Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Iman Hascarya Kusumo (kanan) membahas soal pendataan PMI di Malaysia. Foto: Dok Kementerian P2MI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) akan melakukan pendataan Pekerja Migran Indonesia di Malaysia yang tidak tercatat dalam sistem resmi (SISKOPMI). Hal itu dilakukan dalam rangka perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia bekerja di Negeri Jiran.

Menteri P2MI Muktarudin meminta KBRI untuk mendukung proses pendataan tersebut, baik secara online maupun offline sehingga memudahkan pemerintah memberikan perlindungan.

BacaJuga:

Prosedur Pemeriksaan Barang Kiriman Impor: Ini Penjelasan Bea Cukai Terkait Kondisi Kemasan

Hasil Seleksi SNBP 2026 Diumumkan, Sebanyak 806.242 Peserta Perebutkan 189.017 Kursi

LKjPP TA 2025 Direviu BPKP, Kementerian PANRB Tegaskan Komitmen Akuntabilitas Pemerintah

“Poin utamanya adalah memudahkan pemerintah dalam memberikan pelindungan. Kita tidak bisa melindungi mereka, jika kita tidak tahu di mana mereka berada dan bekerja dengan siapa,” kata Mukhtarudin usai bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Iman Hascarya Kusumo di Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Sejauh ini, Kementerian P2MI memiliki program Halo Migran merupakan bentuk kolaborasi strategis bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) untuk memperkuat pelayanan dan pelindungan PMI dari hulu ke hilir.

“Kemlu dan melakukan penduli WNI, nanti kita akan melakukan pola dengan yang hampir yang sama yaitu melalui Halo Migran untuk pekerja-pekerja migran di Malaysia yang belum terdaptar di SISKOPMI,” jelas Mukhtarudin.

Pihaknya juga mendorong KBRI Kuala Lumpur memperkuat peran sebagai market intelligence. Tujuannya adalah membuka peluang penempatan di sektor profesional dan mempermudah proses birokrasi, termasuk verifikasi job order dan penerbitan visa yang ditargetkan bisa selesai di bawah 20 hari.

Dalam kesempatan itu, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Iman Hascarya Kusumo menegaskan komitmennya untuk berkolaborasi dengan Kementerian P2MI demi meningkatkan fasilitas dan kapasitas perlindungan bagi pekerja migran Indonesia.

“Kami siap untuk terus bekerjasama dan terus berkolaborasi, untuk peningkatan fasilitas dan kapasitas kita sebagai negara yang hadir untuk pekerja migran kita di luar negeri terutama di Malaysia,” imbuh Iman.

Berdasarkan data resmi KBRI, sebanyak 58 ribu PMI tercatat bekerja di sektor perkebunan hingga kontruksi. Namun, secara keseluruhan komunitas PMI di Malaysia diperkirakan mencapai 500 ribu orang. “Untuk yang tidak terdaftar saya belum melakukan pembahasan dengan staf kami di KBRI,” tutur Iman. (dan)

Tags: KBRIKementerian P2MIMalaysiaPMI

Berita Terkait.

bc
Nasional

Prosedur Pemeriksaan Barang Kiriman Impor: Ini Penjelasan Bea Cukai Terkait Kondisi Kemasan

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:25
snbp
Nasional

Hasil Seleksi SNBP 2026 Diumumkan, Sebanyak 806.242 Peserta Perebutkan 189.017 Kursi

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:13
Kementerian PANRB
Nasional

LKjPP TA 2025 Direviu BPKP, Kementerian PANRB Tegaskan Komitmen Akuntabilitas Pemerintah

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:38
harman
Nasional

Luruskan RUU Perampasan Aset, Legislator: Bukan untuk Permudah Penyitaan, tapi Tegaskan Tata Kelola

Selasa, 31 Maret 2026 - 08:18
rieke
Nasional

Legilsator DPR Soroti RUU Kewarganegaraan: Potensi Multitafsir hingga Celah Politisasi

Selasa, 31 Maret 2026 - 06:06
forman
Nasional

Akhiri Ego Sektoral, Baleg DPR Usulkan Pembentukan Badan Nasional Pusat Data dan Statistik di Bawa Presiden

Selasa, 31 Maret 2026 - 05:55

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1036 shares
    Share 414 Tweet 259
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    784 shares
    Share 314 Tweet 196
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    783 shares
    Share 313 Tweet 196
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.