• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Arief Poyuono: Program MBG Bukan Sekadar Bagi-Bagi Makanan, tapi Investasi Bangsa

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 17 Februari 2026 - 18:08
in Nasional
arief

Politikus Partai Gerindra yang juga Komisaris PT Pelindo (Persero) Arief Poyuono. Foto: ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Politikus Partai Gerindra Arief Poyuono menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh dilihat sebatas pembagian makanan gratis, melainkan sebagai strategi ekonomi nasional dan kebijakan pembangunan manusia.

“MBG bukan sekadar program makan gratis. Ia adalah strategi ekonomi dan kebijakan pembangunan manusia. Dalam kerangka Produk Domestik Bruto (PDB), mungkin tercatat sebagai belanja negara, tetapi sejatinya ia adalah investasi bangsa,” kata Arief di Jakarta, Selasa (17/2/2026).

BacaJuga:

Dinilai Mampu Percepat Pembangunan dan Inovasi, Komisi II Dukung Insentif Fiskal Rp1 Triliun untuk Daerah Berprestasi

Menteri Wihaji: Tim Pendamping Keluarga Dampingi Warga dari Calon Pengantin hingga Lansia

Menkeu Purbaya Raih Dukungan China untuk Panda Bond, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) Siapkan US$17 Miliar

Menurut Arief, jika MBG dipandang hanya sebagai beban fiskal, manfaatnya akan terbatas. Namun, bila dianggap sebagai investasi negara terhadap pembangunan manusia, maka program ini justru menjadi instrumen strategis pertumbuhan ekonomi.

“MBG adalah investasi pada kualitas sumber daya manusia — pada kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas generasi mendatang,” ujarnya.

Arief, yang juga menjabat sebagai Komisaris PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, menjelaskan bahwa gizi yang cukup pada usia sekolah terbukti mampu meningkatkan konsentrasi belajar, memperbaiki kehadiran, serta memperkuat perkembangan kognitif anak. Dalam jangka panjang, dampak itu akan bermuara pada peningkatan produktivitas tenaga kerja.

“Ketika produktivitas naik, pendapatan meningkat. Saat pendapatan naik, konsumsi ikut terdorong, dan roda ekonomi bergerak lebih cepat. Jadi, MBG bukan hanya memperbesar komponen investasi (I) dalam PDB, tapi juga konsumsi rumah tangga (C),” kata Arief.

Lebih lanjut, ia menilai peningkatan produktivitas dan konsumsi akan memperkuat penerimaan pajak negara. Dengan ekonomi yang sehat, basis pajak melebar tanpa perlu menaikkan tarif. “Artinya, MBG justru memperkuat kapasitas fiskal negara itu sendiri,” imbuhnya.

Arief menilai, di tengah kondisi global yang lesu, MBG dapat menjadi pengungkit pertumbuhan domestik. “Tanpa dorongan internal seperti MBG, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tertahan di bawah 5 persen. Namun dengan investasi pada gizi, target pertumbuhan 5,39 persen di 2025 menjadi realistis,” jelasnya.

Ia juga mengutip penelitian UNICEF dan Bank Dunia yang menunjukkan bahwa setiap 1 dolar AS yang diinvestasikan dalam program makan bergizi sekolah dapat memberikan manfaat ekonomi antara 4 hingga 35 dolar AS melalui peningkatan kesehatan, pendidikan, dan produktivitas.

Penelitian terhadap sekitar 100 negara menunjukkan program makan sekolah tidak hanya meningkatkan kualitas manusia, tapi juga mendorong ekonomi lokal. “Setiap 100 ribu anak penerima program dapat menciptakan sekitar 1.500 lapangan kerja baru,” ungkapnya.

Menurut Arief, efek berantai ini memperlihatkan bahwa MBG bukan berhenti di ruang kelas, melainkan menyentuh petani, nelayan, pelaku UMKM pangan, hingga sektor logistik.

“Dapur-dapur sekolah menjadi simpul ekonomi baru yang menghubungkan kebijakan publik dengan produksi lokal. Di negara agraris seperti Indonesia, dampak bergandanya bisa luar biasa besar,” tutupnya. (dam)

Tags: Arief PoyuonoInvestasi BangsaProgram MBG

Berita Terkait.

aher
Nasional

Dinilai Mampu Percepat Pembangunan dan Inovasi, Komisi II Dukung Insentif Fiskal Rp1 Triliun untuk Daerah Berprestasi

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:23
Wihaji
Nasional

Menteri Wihaji: Tim Pendamping Keluarga Dampingi Warga dari Calon Pengantin hingga Lansia

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:20
Purbaya
Nasional

Menkeu Purbaya Raih Dukungan China untuk Panda Bond, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) Siapkan US$17 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:19
esg
Nasional

Tak Sekadar Nilai Rapor, ESD Ajarkan Murid Selamatkan Bumi dari Bangku Sekolah

Kamis, 18 Juni 2026 - 00:30
RINI
Nasional

Menteri PANRB Ungkap 5 Pilar Integritas ASN, E-Learning Antikorupsi Jadi Program Nasional

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:23
yan
Nasional

Soroti Anggaran, Komisi XIII Kritik Kinerja Kementerian HAM Tangani Konflik di Papua

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:11

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7129 shares
    Share 2852 Tweet 1782
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1776 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1043 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1107 shares
    Share 443 Tweet 277
ronaldo
Piala Dunia 2026

Piala Dunia: Ronaldo Buka Suara Usai ‘Menghilang’ di Laga Portugal vs Kongo

Editor Dilianto
Kamis, 18 Juni 2026 - 14:13

INDOPOSCO.ID - Mega bintang Timnas Portugal Cristiano Ronaldo merasa tidak puas dengan hasil imbang melawan Republik Demokratik (RD) Kongo pada...

SelengkapnyaDetails
tuchel

Tuchel Ungkap Rahasia Inggris Bangkit dan Tekuk Kroasia 4-2

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:11
Ronaldo

Portugal Diimbangi Kongo, Roberto Martinez Soroti Tumpulnya Lini Serang

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:40
Kane

Inggris Libas Kroasia, Ghana Tersenyum di Ujung Laga

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:49
Ronaldo

Unggul Cepat, Portugal Tampil Bak Debutan dan Gagal Jinakkan RD Kongo

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:29
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.