• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Transformasi Sistem SAR Nasional, Menko PMK Dorong Penguatan Sinergi Lintas Sektor

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 12 Februari 2026 - 21:11
in Nasional
sar

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno ( dua dari kiri). istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mendorong penguatan sistem penyelamatan dan pencarian nasional melalui transformasi kelembagaan dan sinergi lintas kementerian/lembaga.

Hal tersebut disampaikannya dalam Forum Dialog Sarasehan HUT Ke-54 Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) bertajuk “Penguatan Basarnas dalam Sistem SAR Nasional”, di Ruang Serbaguna Dono Indarto Kantor Pusat Basarnas, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

BacaJuga:

Menteri PANRB Tegaskan Pancasila Harus Hadir dalam Setiap Kebijakan dan Pelayanan Publik

Koperasi Kekuatan Baru Transformasi Ekonomi Pancasila

Pawai Obor hingga Dialog 12 Kementerian, Gema Pemuda 2026 Bangkitkan Semangat Persatuan

Dalam arahannya, Menko PMK menegaskan bahwa misi SAR bukan semata pencarian, melainkan penyelamatan nyawa manusia yang membutuhkan respons cepat dan terintegrasi.

“Ini bukan hanya mencari, tapi yang paling utama adalah menyelamatkan. Penyelamatan itu mengenal golden hour, ruang waktu yang sangat terbatas. Detik keputusan diambil, detik itu pula seluruh infrastruktur harus bergerak,” tegasnya.

Menurut Menko PMK, luas wilayah tanggung jawab SAR Indonesia sangat luas, ditambah meningkatnya risiko bencana dan kecelakaan akibat perubahan iklim, menuntut penguatan sistem secara serius. Ia menyoroti adanya kesenjangan antara potensi risiko dengan kapasitas respons yang tersedia.

“Gap antara potensi risiko dan kemampuan respons inilah yang harus kita pikirkan bersama. Apalagi sekarang masyarakat di sosial media tidak punya toleransi terhadap kelambanan penanganan yang dilakukan pemerintah. Pemerintah bukan hanya dituntut hadir, tapi harus hadir cepat,” tegasnya.

Menko PMK memaparkan dua alternatif penguatan sistem SAR nasional. Pertama, Penguatan Internal Basarnas Secara Masif, melalui penambahan alat utama seperti helikopter, kapal, pesawat, serta penambahan personel dan anggaran. Namun, opsi ini membutuhkan biaya besar dan waktu panjang, sementara misi penyelamatan tidak bisa menunggu.

Alternatif kedua, yang dinilai dapat segera dijalankan, adalah Penguatan Kewenangan dan Integrasi Lintas Institusi Negara melalui satu sistem komando terpadu.

“Ini bukan soal menambah otot, tetapi memperbesar kapasitas otak dan syaraf komandonya,” ujarnya.

Menko PMK juga mengusulkan pembentukan Pusat Komando Reaksi Cepat SAR Nasional yang memungkinkan satu ruang, satu data, dan satu komando dalam kondisi darurat. Dalam skema ini, Basarnas dapat langsung mengoordinasikan dan menggerakkan TNI, Polri, serta kementerian/lembaga terkait tanpa birokrasi berbelit ketika status bergeser ke kanal darurat SAR.

“Begitu channel berubah ke SAR, maka mekanisme komandonya juga berubah. Semua prosedur bisa dipangkas demi menyelamatkan manusia. Kita menyelamatkan tidak mengenal seragam dan tidak mengenal profesi,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan pusat komando tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga regional hingga daerah terpencil, serta harus didukung penguatan teknologi komunikasi agar sistem tetap berjalan meski di wilayah dengan keterbatasan jaringan.
Menko PMK menekankan bahwa kedua alternatif tersebut tidak saling meniadakan dan dapat dijalankan secara bersamaan.

“Kita sepakat penguatan itu penting dan tidak bisa menunggu. Sinergi kementerian dan lembaga menjadi kunci, karena nyawa warga negara tidak mengenal ego sektoral,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Menko PMK mengucapkan Dirgahayu ke-54 kepada Basarnas. Ia menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh jajaran Basarnas, tim SAR TNI-Polri, ASN pusat dan daerah, serta para relawan yang bertugas di lapangan.

“Teman-teman SAR justru harus menuju ke tempat bahaya ketika orang lain menjauhinya. Harus meninggalkan rumah demi menyelamatkan keluarga orang lain yang tidak dikenal. Ini bukan hanya profesi, tapi pengabdian luar biasa. Insyaallah menjadi ibadah bagi bapak ibu sekalian,” ujarnya seraya mengajak semua piham untuk meningkatkan sinergi, kompetensi, dan Basarnas sebagai poros utama sistem penyelamatan nasional . Dirgahayu Basarnas ke-54. (ney)

Tags: Menko PMKpratiknoSinergi Lintas SektorTransformasi Sistem SAR Nasional

Berita Terkait.

Menteri PANRB Tegaskan Pancasila Harus Hadir dalam Setiap Kebijakan dan Pelayanan Publik
Nasional

Menteri PANRB Tegaskan Pancasila Harus Hadir dalam Setiap Kebijakan dan Pelayanan Publik

Senin, 1 Juni 2026 - 20:06
Jakarta 499 Tahun: Saatnya Betawi Punya Rumah dalam Kebijakan
Nasional

Koperasi Kekuatan Baru Transformasi Ekonomi Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 18:05
KPK to Soon Detain Two New Suspects in Alleged Hajj Quota Corruption Case
Nasional

Pawai Obor hingga Dialog 12 Kementerian, Gema Pemuda 2026 Bangkitkan Semangat Persatuan

Senin, 1 Juni 2026 - 17:31
Imbas Jalan Amblas, Jalan Lenteng Agung Menuju Depok Ditutup hingga Besok
Nasional

Empat Dekade Lebih Mengawal Negeri, BPKP Perkuat Komitmen untuk Indonesia Maju

Senin, 1 Juni 2026 - 17:04
Jakarta 499 Tahun: Saatnya Betawi Punya Rumah dalam Kebijakan
Nasional

KPK Segera Tahan 2 Tersangka Baru Kasus Korupsi Kuota Haji

Senin, 1 Juni 2026 - 16:44
Whoosh
Nasional

Okupansi Tembus 70 Persen, KCIC Siapkan Perjalanan Tambahan dari Bandung ke Jakarta

Senin, 1 Juni 2026 - 16:18

BERITA POPULER

  • APTISI dan SURGE Bangun Jaringan Digital Nasional untuk Ribuan PTS

    Film “Pesta Babi” dan “Teman Tegar Maira”, DPD RI: Itu Suara Kesadaran tentang Papua

    3503 shares
    Share 1401 Tweet 876
  • Segel Trofi Pertama di Persib, Eliano Reijnders Sebut Atmosfer Bandung Lewati Eropa

    2539 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Ungkapan Kebahagiaan Trio Naturalisasi Usai Bawa Persib Juara Super League

    5695 shares
    Share 2278 Tweet 1424
  • Hunian Rp500 Jutaan di Tengah Kota, BTN dan KAI Siapkan 5.400 Unit TOD

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Pertumbuhan Pelanggan Tumbuh Tinggi, KAI: Relasi Yogyakarta-Jakarta Tersibuk di Pulau Jawa

    1041 shares
    Share 416 Tweet 260
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.