INDOPOSCO.ID – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meresmikan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) jalur Seleksi Bersama Masuk (SBM) Poltekpar Pariwisata untuk tahun ajaran 2026/2027.
“Proses pembelajaran, pembentukan karakter, dan penguatan kompetensi yang kalian jalani sejak hari ini menjadi bekal penting untuk menjawab kebutuhan industri pariwisata masa depan,” kata Widiyanti dalam sambutan secara daring di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Widiyanti menekankan Politeknik Pariwisata memegang peran strategis dalam memberikan fondasi pendidikan yang kuat, membekali para mahasiswa dengan keterampilan terapan, pemahaman industri yang komprehensif, serta kesiapan menghadapi tuntutan dunia kerja.
Terutama dalam memahami standar keselamatan, kualitas layanan, dan konsistensi pengalaman yang menjadi ekspektasi dasar wisatawan global.
Ia mengatakan bahwa saat ini transformasi pariwisata Indonesia menuju pariwisata berkualitas sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusianya.
Daya saing pariwisata ke depan menurutnya tidak hanya bergantung pada destinasi tetapi pada kualitas layanan, pengalaman wisatawan serta kemampuan industri beradaptasi dengan perubahan global.
“Oleh karena itu, industri pariwisata membutuhkan sumber daya manusia yang mampu membaca tren, memahami kebutuhan wisatawan dan industri, menguasai teknologi, serta memiliki perspektif keberlanjutan,” kata Widiyanti
Direktur Poltekpar Makassar Herry Rachmat Widjaja mengatakan pelaksanaan PMB melalui jalur SBM merupakan komitmen bersama seluruh Politeknik Pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata untuk menghadirkan proses rekrutmen mahasiswa yang terstandar, transparan, akuntabel, dan berorientasi mutu, sekaligus memperkuat citra pendidikan vokasi pariwisata sebagai jalur strategis pencetak sumber daya manusia unggul.
“Harapannya, mahasiswa yang terpilih mampu menjadi insan yang memiliki kompetensi unggul untuk mengembangkan dunia pariwisata kelak,” kata Herry yang juga menjabat sebagai Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru itu.
Total kuota penerimaan mahasiswa baru pada enam Politeknik Pariwisata berjumlah 3.610 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, alokasi penerimaan melalui jalur seleksi bersama masuk ditetapkan sebesar 60 persen, atau setara dengan 2.166 mahasiswa, serta jalur seleksi mandiri masuk ditetapkan sebesar 40 persen, atau setara dengan 1.444 mahasiswa yang tersebar pada enam Politeknik Pariwisata yaitu Medan, Palembang, Bandung, Bali, Lombok, dan Makassar.
Dengan rincian Poltekpar Bandung kuota 900 mahasiswa (540 jalur SBM, 360 jalur SMM), Poltekpar Bali kuota 690 mahasiswa (414 jalur SBM, 276 jalur SMM), Poltekpar Makassar kuota 600 mahasiswa (360 jalur SBM, 240 jalur SMM), Poltekpar Medan kuota 660 mahasiswa (396 jalur SBM, 264 jalur SMM), Poltekpar Palembang kuota 400 mahasiswa (240 jalur SBM, 160 jalur SMM), dan Poltekpar Lombok kuota 360 mahasiswa (216 jalur SBM, 144 jalur SMM).
“Poltekpar NHI Bandung akan membuka 10 program studi (prodi), Politeknik Bali yang kedua akan membuka sembilan prodi, Medan akan membuka sembilan prodi, Makassar delapan prodi, Palembang empat prodi, Lombok empat prodi, satu prodi di PSDKU Sragen, dan satu prodi di PSDKU Manado,” ucap dia.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar Martini M. Paham menambahkan bahwa peluncuran jalur SMB itu merupakan langkah strategis dalam menjaring calon mahasiswa terbaik tentunya untuk mencetak talenta pariwisata yang unggul, berkarakter dan siap kerja.
“Ini merupakan momentum penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” katanya. (ney)




















