INDOPOSCO.ID – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan membuka ruang partisipasi swasta untuk mengembangkan transportasi cerdas guna meningkatkan layanan mobilitas yang aman, efisien, berkelanjutan.
“Pemerintah membuka ruang partisipasi yang luas bagi sektor swasta untuk mendukung pembangunan ITS (intelligent transport system) bus rapid transit (BRT) melalui solusi yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pelayanan publik,” kata Direktur Angkutan Jalan Ditjen Hubdat Kemenhub Muiz Thohir dalam keterangan di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Dia menekankan hal itu dalam kegiatan Market Sounding Sistem Manajemen Transportasi Cerdas atau Intelligent Transport System (ITS) di Kantor Pusat Kemenhub.
Muiz menyampaikan kegiatan itu dalam rangka meningkatkan kolaborasi dan kerja sama berbagai pihak terkait pengembangan Indonesia Mass Transit Project yang akan dilakukan di wilayah Mebidang (Medan, Binjai, Deli Serdang) dan Cekungan Bandung, Jawa Barat.
“Ini bertujuan untuk melakukan pendalaman dan klarifikasi terhadap berbagai masukan yang telah diterima sebelumnya, sekaligus memastikan rancangan sistem ITS benar-benar siap diimplementasikan, baik dari sisi teknologi, integrasi antar subsistem, maupun kesiapan operasional,” ujarnya.
Adapun, kata dia, Sistem Manajemen Transportasi Cerdas merupakan proses teknologi informasi, elektronika, dan telekomunikasi yang terintegrasi untuk mendukung perencanaan, pembangunan, pengoperasian, dan pengawasan layanan transportasi jalan yang efektif dan efisien.
Sistem itu mendukung dan meningkatkan pelayanan angkutan publik dalam menciptakan keamanan, keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna angkutan publik serta pengguna jalan lainnya.
“Proyek ini merupakan upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik perkotaan melalui sistem yang andal, terintegrasi, dan berdaya angkut tinggi di wilayah Mebidang dan Cekungan Bandung,” tuturnya.
Muiz menambahkan dalam pengembangan BRT, Sistem Manajemen Transportasi Cerdas memiliki peran yang sangat penting. ITS bukan sekadar penerapan teknologi, tetapi merupakan sistem pendukung utama operasional BRT yang memastikan layanan berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Dia menuturkan ITS mendukung pengendalian operasi, pengelolaan armada, sistem pembayaran, penyediaan informasi perjalanan secara real-time kepada penumpang, serta pengambilan keputusan berbasis data.
“Kami berharap implementasi ITS pada proyek BRT di Mebidang dan Cekungan Bandung dapat menjadi contoh penerapan sistem transportasi perkotaan yang modern, terintegrasi, dan berbasis data di Indonesia,” kata Muiz. (ney)










