INDOPOSCO.ID – SMA Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School (CRIBS) melakukan pengimbasan kepada sekolah di wilayah sekitarnya, khususnya Bogor. Langkah ini dilakukan untuk pemerataan prestasi.
Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Cahaya Rancamaya, Sandra Susanto ditemui indoposco.id, Rabu (11/2/2026). Ia menuturkan, pengimbasan tersebut dilakukan pascasekolah ditetapkan sebagai Sekolah Unggulan Garuda Transformasi (SUGT).
“Untuk pengimbasan kami sasar sekolah negeri dan swasta. Baik itu SMA dan Madrasah Aliyah (MA) di Bogor,” katanya.
Ia menuturkan, Sekolah Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dengan kuota nasional sekitar 1.000 calon mahasiswa. Program ini memperkaya kurikulum melalui penguatan IELTS, SAT, dan proyek kolaboratif, termasuk pendampingan portofolio dan penulisan esai hingga siswa memperoleh Letter of Acceptance (LoA).
“Penetapan ini memperkuat posisi kami sebagai sekolah unggulan untuk mempersiapkan siswa menembus perguruan tinggi terbaik di luar negeri,” ujarnya.
Menurut Sandra, pembinaan dilakukan melalui dua skema, yakni jalur langsung bagi siswa yang sudah memenuhi syarat dan jalur intensif bagi siswa yang masih membutuhkan penguatan akademik. Program bersifat pengayaan dan dilaksanakan di luar pembelajaran reguler tanpa mengubah kurikulum sekolah.
“Untuk kurikulum tidak ada intervensi dari pemerintah. Kami memadukan kurikulum nasional dengan standar internasional (Cambridge) dan pengayaan nilai Islam, fokus pada pembentukan karakter (akhlakul karimah), Tahfiz/Tahsin Al-Quran, serta penguasaan sains dan teknologi (STEAM),” terangnya.
Ia menyebut, hingga saat ini, lulusan Cahaya Rancamaya telah diterima di berbagai universitas bergengsi dunia, antara lain Cornell University, National University of Singapore (NUS), University of Sydney, Monash University, hingga KU Leuven. Di dalam negeri, alumninya juga banyak diterima di UI, ITB, UGM, IPB, ITS, dan kampus terkemuka lainnya.
“Dengan program SUGT minat siswa untuk melanjutkan ke kampus dunia meningkat, dari semula hanya 20 persen kini naik 70 persen,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Direktur Pendidikan Cahaya Rancamaya, Ari Rosandi, menambahkan penetapan sebagai Sekolah Garuda dilakukan melalui seleksi dan verifikasi ketat, termasuk penilaian rekam jejak prestasi dan sistem boarding school.
“Pascapenetapan SUGT, minat pendaftar jadi meningkat 3 kali lipat. Tahun ini, sekolah menaikkan kuota penerimaan dari 58 menjadi 120 siswa untuk putra dan putri,” ujar Ari.
Ari mengatakan, CRIBS mengakselerasi penguatan kurikulum berbasis Cambridge dan STEAM, pemanfaatan teknologi berbasis AI, serta penguatan pendidikan karakter dalam kultur berasrama.
“Kami bukan pondok pesantren, tetapi berbasis asrama dengan pengayaan nilai Islam, fokus pada pembentukan karakter (akhlakul karimah), Tahfiz/Tahsin Al-Quran, serta penguasaan sains dan teknologi (STEAM),” terangnya. (nas)









