• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Ditetapkan SUGT, Pengimbasan Pemerataan Prestasi CRIBS Sasar Sekolah di Bogor

Dilianto Editor Dilianto
Kamis, 12 Februari 2026 - 09:29
in Nusantara
Ari-Rosandi

Direktur Pendidikan Cahaya Rancamaya, Ari Rosandi (tengah) dan Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Cahaya Rancamaya, Sandra Susanto (kiri). Foto: Nasuha/ INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – SMA Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School (CRIBS) melakukan pengimbasan kepada sekolah di wilayah sekitarnya, khususnya Bogor. Langkah ini dilakukan untuk pemerataan prestasi.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Cahaya Rancamaya, Sandra Susanto ditemui indoposco.id, Rabu (11/2/2026). Ia menuturkan, pengimbasan tersebut dilakukan pascasekolah ditetapkan sebagai Sekolah Unggulan Garuda Transformasi (SUGT).

BacaJuga:

Waduk Pusong Dinormalisasi, Tambahan TKD Lhokseumawe Mulai Dioptimalkan

Grup PHI Tanam 2.800 Bibit Mangrove, Perkuat Ekosistem Pesisir dan Serap Karbon

Usai Menempuh Perjalanan Pertumbuhan 5.108 Km, Cuprinomat® Resmi Hadir di Sidrap

“Untuk pengimbasan kami sasar sekolah negeri dan swasta. Baik itu SMA dan Madrasah Aliyah (MA) di Bogor,” katanya.

Ia menuturkan, Sekolah Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dengan kuota nasional sekitar 1.000 calon mahasiswa. Program ini memperkaya kurikulum melalui penguatan IELTS, SAT, dan proyek kolaboratif, termasuk pendampingan portofolio dan penulisan esai hingga siswa memperoleh Letter of Acceptance (LoA).

“Penetapan ini memperkuat posisi kami sebagai sekolah unggulan untuk mempersiapkan siswa menembus perguruan tinggi terbaik di luar negeri,” ujarnya.

Menurut Sandra, pembinaan dilakukan melalui dua skema, yakni jalur langsung bagi siswa yang sudah memenuhi syarat dan jalur intensif bagi siswa yang masih membutuhkan penguatan akademik. Program bersifat pengayaan dan dilaksanakan di luar pembelajaran reguler tanpa mengubah kurikulum sekolah.

“Untuk kurikulum tidak ada intervensi dari pemerintah. Kami memadukan kurikulum nasional dengan standar internasional (Cambridge) dan pengayaan nilai Islam, fokus pada pembentukan karakter (akhlakul karimah), Tahfiz/Tahsin Al-Quran, serta penguasaan sains dan teknologi (STEAM),” terangnya.

Ia menyebut, hingga saat ini, lulusan Cahaya Rancamaya telah diterima di berbagai universitas bergengsi dunia, antara lain Cornell University, National University of Singapore (NUS), University of Sydney, Monash University, hingga KU Leuven. Di dalam negeri, alumninya juga banyak diterima di UI, ITB, UGM, IPB, ITS, dan kampus terkemuka lainnya.

“Dengan program SUGT minat siswa untuk melanjutkan ke kampus dunia meningkat, dari semula hanya 20 persen kini naik 70 persen,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Direktur Pendidikan Cahaya Rancamaya, Ari Rosandi, menambahkan penetapan sebagai Sekolah Garuda dilakukan melalui seleksi dan verifikasi ketat, termasuk penilaian rekam jejak prestasi dan sistem boarding school.

“Pascapenetapan SUGT, minat pendaftar jadi meningkat 3 kali lipat. Tahun ini, sekolah menaikkan kuota penerimaan dari 58 menjadi 120 siswa untuk putra dan putri,” ujar Ari.

Ari mengatakan, CRIBS mengakselerasi penguatan kurikulum berbasis Cambridge dan STEAM, pemanfaatan teknologi berbasis AI, serta penguatan pendidikan karakter dalam kultur berasrama.

“Kami bukan pondok pesantren, tetapi berbasis asrama dengan pengayaan nilai Islam, fokus pada pembentukan karakter (akhlakul karimah), Tahfiz/Tahsin Al-Quran, serta penguasaan sains dan teknologi (STEAM),” terangnya. (nas)

Tags: bogorSMA CRIBSSUGT

Berita Terkait.

WADUK
Nusantara

Waduk Pusong Dinormalisasi, Tambahan TKD Lhokseumawe Mulai Dioptimalkan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:40
phi
Nusantara

Grup PHI Tanam 2.800 Bibit Mangrove, Perkuat Ekosistem Pesisir dan Serap Karbon

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:12
petani
Nusantara

Usai Menempuh Perjalanan Pertumbuhan 5.108 Km, Cuprinomat® Resmi Hadir di Sidrap

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 03:30
soni
Nusantara

Komitmen Gubernur Andra Soni Perkuat Ketahanan Pangan di Banten Dipuji Pramono Anung

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:23
bc3
Nusantara

Penindakan Beruntun, Bea Cukai Kediri Gagalkan Peredaran Lebih dari 4,1 Juta Batang Rokok Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:12
phm
Nusantara

PHM Perkuat Pengelolaan Sampah Balikpapan, Salurkan Bantuan untuk 43 Bank Sampah Unit

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:09

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2087 shares
    Share 835 Tweet 522
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2043 shares
    Share 817 Tweet 511
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1069 shares
    Share 428 Tweet 267
  • Persebaya Juara Grup B, Persija Dampingi ke Semifinal Piala Presiden

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3175 shares
    Share 1270 Tweet 794
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.