• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Soroti Pembangunan PIK 2, Anggota DPR Sebut Terjadi Kesenjangan dengan Warga Asli

Dilianto - Editor Dilianto -
Kamis, 5 Februari 2026 - 18:49
in Megapolitan
Mujakkir-Zuhri

Anggota Komisi VII DPR RI, Mujakkir Zuhri, Dalam kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten, Kamis (5/2/2026). Foto: Biro Pemberitaan DPR R/Nap/Karisma

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi VII DPR RI Mujakkir Zuhri menyoroti dampak pembangunan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 terhadap warga lokal dan lingkungan sekitar.

Sebagai putra daerah pesisir Tangerang, Mujakkir menyampaikan kegelisahannya atas perubahan drastis wilayah pesisir yang kini banyak kehilangan fungsi sosial dan ekonomi bagi masyarakat lokal, terutama nelayan. Ia mengenang tempat-tempat memancing dan bermain di sungai-sungai seperti Sungai Lurus dan Sungai Tahang yang kini hilang akibat pembangunan masif.

BacaJuga:

Pemprov DKI Hormati Proses Hukum Mantan Kadis LH, Janji Benahi Tata Kelola Bantargebang

Inovasi Tools AHASS Wahana Percepat Servis, Prestasi KLHR 2026 Jadi Bukti Nyata

Pengedar Ganja 3,6 Kg di Tanah Abang Dibekuk, Polisi Kembangkan Jaringan Pemasok

“Saya tahu persis wilayah pantai, mulai dari Dadap sampai ke Rambu Betis. Persis, karena memang itu tadi apa yang disampaikan tuh, kayak sungai Lurus, sungai Tahang, itu tempat saya mancing semua. Tempat saya main, sekarang hilang,” terang Mujakkir saat pertemuan dengan pengelola kawasan PIK 2, perwakilan Kementerian Pariwisata, Kementerian UMKM, dan Kementerian Ekraf di Tangerang, Banten, Kamis (5/2/2026).

Meski mengapresiasi kemajuan fisik kawasan, Mujakkir menekankan pentingnya memastikan pembangunan tidak meminggirkan warga asli. Ia menyoroti kesenjangan sosial antara kemewahan di kawasan PIK 2 dan kondisi warga di luar kawasan, termasuk harga-harga yang dianggap tidak terjangkau bagi masyarakat lokal maupun warga Pantura Tangerang.

“Ini jangan sampai PIK 2 ini bisa dinikmati oleh orang-orang yang punya duit. Tapi tolonglah, kita sediakan tempat-tempat khusus, Pak. Minimal sepadan dengan orang Pantura,” tegasnya.

Dampak lingkungan juga menjadi perhatian serius. Mujakkir menyoroti betonisasi yang menghilangkan daerah resapan air, menyebabkan banjir lebih sering melanda pemukiman warga.

Selain itu, mobilisasi kendaraan proyek yang melebihi kapasitas jalan telah merusak infrastruktur publik, sehingga ia meminta pengawasan ketat dari pemerintah daerah dan pengelola proyek terkait tonase kendaraan.

“Kasihanlah dengan masyarakat kita yang sekarang infrastrukturnya hancur. Jalan provinsi saja tidak kuat, apalagi jalan kabupaten, karena kendaraan overload,” ungkap Mujakkir.

DPR melalui Komisi VII menekankan perlunya keseimbangan antara pembangunan kawasan strategis dan perlindungan terhadap hak sosial serta lingkungan hidup warga sekitar. (dil)

Tags: DPR RIKomisi VIIPIK 2

Berita Terkait.

Basarnas
Megapolitan

Pemprov DKI Hormati Proses Hukum Mantan Kadis LH, Janji Benahi Tata Kelola Bantargebang

Selasa, 21 April 2026 - 18:28
Mekanik
Megapolitan

Inovasi Tools AHASS Wahana Percepat Servis, Prestasi KLHR 2026 Jadi Bukti Nyata

Selasa, 21 April 2026 - 18:08
narkoba
Megapolitan

Pengedar Ganja 3,6 Kg di Tanah Abang Dibekuk, Polisi Kembangkan Jaringan Pemasok

Selasa, 21 April 2026 - 12:52
hujan
Megapolitan

Didominasi Cerah Berawan, Potensi Hujan di Sebagian Jakarta pada Sore dan Malam Hari

Selasa, 21 April 2026 - 09:05
Kasus Longsor Bantargebang, KLH Tetapkan Mantan Kadis LH Jakarta Tersangka
Megapolitan

Kasus Longsor Bantargebang, KLH Tetapkan Mantan Kadis LH Jakarta Tersangka

Senin, 20 April 2026 - 19:46
Kevin-Wu
Megapolitan

Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

Senin, 20 April 2026 - 13:11

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1260 shares
    Share 504 Tweet 315
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    874 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    729 shares
    Share 292 Tweet 182
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.