INDOPOSCO.ID – Pemerintah Iran dengan tegas menyatakan tidak memiliki rencana untuk mentransfer uranium yang telah diperkaya ke luar negeri, di tengah meningkatnya tekanan dan ketegangan geopolitik terkait program nuklir negara tersebut.
Pernyataan itu disampaikan oleh Ali Bagheri, Deputi Urusan Kebijakan Luar Negeri Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, pada Senin (2/2/2026). Ia menegaskan bahwa isu pemindahan uranium tidak menjadi bagian dari agenda perundingan yang tengah berlangsung.
“Pejabat Iran tidak memiliki niat untuk mentransfer material nuklir yang diperkaya ke luar negeri,” ujar Bagheri, seperti dikutip kantor berita pemerintah Iran, IRNA.
Pada hari yang sama, Kremlin kembali menyampaikan tawaran agar Rusia memproses atau menyimpan uranium Iran yang diperkaya. Tawaran tersebut disebut sebagai salah satu upaya untuk meredakan ketegangan antara Teheran dan Washington.
“Topik ini sudah lama masuk dalam agenda. Rusia telah cukup lama menawarkan jasanya sebagai salah satu opsi yang dapat menghilangkan sejumlah faktor yang menimbulkan ketegangan bagi beberapa negara,” kata Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat sejak pecahnya aksi protes anti-pemerintah di Iran pada akhir Desember lalu. Situasi semakin memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan pergerakan armada militer AS menuju kawasan tersebut.
Trump menyebutkan bahwa sebuah “armada besar” militer Amerika sedang menuju kawasan Timur Tengah, sembari memperingatkan Iran agar bersedia berunding terkait program nuklirnya atau menghadapi potensi tindakan militer.
Dalam beberapa hari terakhir, aktivitas diplomatik intensif terus berlangsung. Sejumlah negara di kawasan, termasuk Turkiye, dilaporkan turut melakukan upaya mediasi guna meredakan ketegangan antara Teheran dan Washington. (dil)










