INDOPOSCO.ID – Pemerintah Iran dikabarkan telah memerintahkan jajarannya segera menghidupkan kembali negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat. Meski instruksi tersebut belum dikonfirmasi secara resmi, Teheran optimistis terhadap kemajuan signifikan dalam kerangka kerja diplomasi kedua negara.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Teheran Esmaeil Baghaei membenarkan adanya negosiasi tidak langsung yang tengah berjalan saat ini.
“Negara-negara di kawasan ini bertindak sebagai mediator dalam pertukaran pesan,” kata Esmaeil Baghaei dilansir dari Al Jazeera, Senin (2/2/2026).
Teheran menyatakan pihaknya sedang meninjau beberapa proses diplomatik yang diajukan oleh negara-negara di kawasan untuk meredakan ketegangan dengan Washington, sambil menambahkan bahwa pihaknya mengharapkan kerangka kerja untuk pembicaraan dalam beberapa hari ke depan.
“Beberapa poin telah dibahas, dan kami sedang meninjau dan menyempurnakan rincian setiap tahap dalam proses diplomatik ini, yang kami harapkan dapat diselesaikan dalam beberapa hari ke depan,” ucap Esmaeil Baghaei.
Sementara itu, berdasarkan laporan kantor berita Pemerintah Iran Islamic Republic News Agency (IRNA) menyebut bahwa Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi telah melakukan panggilan telepon dengan Arab Saudi, Mesir, dan Turki untuk membahas perkembangan terbaru.
“Iran dan Amerika Serikat akan mengadakan pembicaraan mengenai isu nuklir,” tulis kantor berita Fars tanpa menyebutkan tanggal. Laporan tersebut juga dimuat oleh surat kabar pemerintah Iran dan harian reformis Shargh.
Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump telah mengerahkan kekuatan militer besar-besaran, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln dan total sekitar 10 kapal perang ke Timur Tengah.
Iran merespons dengan menyiagakan penuh sistem persenjataannya dan memperingatkan bahwa serangan AS akan memicu perang regional yang luas. Ketegangan itu dipicu oleh dinamika negosiasi program nuklir Iran yang diwarnai ancaman militer Amerika Serikat. (dan)










