• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Ekonomi Berdenyut Positif, Manufaktur Jadi Penopang Awal 2026

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 2 Februari 2026 - 20:05
in Ekonomi
Pekerja

Ilustrasi - Aktivitas pekerja di sektor industri pengolahan. Kinerja manufaktur Indonesia menguat pada awal 2026, tercermin dari PMI Manufaktur yang tetap ekspansif didorong meningkatnya permintaan domestik dan produksi. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Awal tahun 2026 dibuka dengan sinyal positif bagi perekonomian nasional. Aktivitas industri manufaktur Indonesia menunjukkan akselerasi, mencerminkan daya tahan ekonomi yang tetap solid di tengah dinamika global yang belum sepenuhnya mereda.

Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia tercatat tetap berada di zona ekspansi dan meningkat ke level 52,6 pada Januari 2026, naik dari 51,2 pada bulan sebelumnya. Kinerja ini didorong oleh penguatan permintaan domestik yang diikuti peningkatan output produksi, menandai berlanjutnya momentum pemulihan sektor industri.

BacaJuga:

Geliatkan Wisata Minat Khusus, Kemenpar Dukung Geopark Run Series 2026-2027 Dongkrak Ekonomi Daerah

Pertumbuhan Pelanggan Tumbuh Tinggi, KAI: Relasi Yogyakarta-Jakarta Tersibuk di Pulau Jawa

PLN EPI Dorong Solusi Iklim dari Pesisir, Blue Carbon Jadi Senjata Baru Dekarbonisasi

Meski masih menghadapi tantangan berupa gangguan rantai pasok global serta pelemahan pesanan ekspor, fondasi industri nasional dinilai tetap terjaga. Sejalan dengan itu, tingkat optimisme pelaku usaha meningkat ke level tertinggi dalam sepuluh bulan terakhir, menjadi sinyal kuat bagi keberlanjutan ekspansi ekonomi ke depan.

“Perkembangan ini menjadi sinyal optimis, sekaligus menegaskan ketahanan serta daya saing eksternal Indonesia di tengah berbagai tantangan domestik maupun global. Pemerintah akan terus memperkuat iklim usaha dan mendorong daya saing industri melalui berbagai langkah, termasuk percepatan penyelesaian hambatan usaha (debottlenecking) guna memperkuat iklim investasi,” ujar Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).

Optimisme tersebut turut diperkuat oleh mulai membaiknya permintaan eksternal. Pada Januari 2026, PMI manufaktur India tetap solid di level 56,8. Amerika Serikat juga bertahan di zona ekspansi pada level 51,9. Sementara itu, secara regional, PMI manufaktur ASEAN tercatat sebesar 52,8, didukung kinerja positif Filipina di level 52,9 dan Vietnam sebesar 52,5.

Di dalam negeri, penguatan sektor manufaktur berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator ekonomi lainnya pada penghujung 2025. Indeks Penjualan Riil tumbuh 4,4 persen secara tahunan, ditopang oleh peningkatan penjualan makanan dan minuman serta mobilitas masyarakat yang kian pulih.

Aktivitas konsumsi juga tercermin dari lonjakan penjualan kendaraan bermotor. Pada akhir 2025, penjualan sepeda motor tumbuh 14,5 persen, sementara penjualan mobil meningkat signifikan sebesar 17,9 persen secara tahunan.

Selain itu, geliat ekonomi tercermin dari penjualan listrik yang tumbuh 4,8 persen pada akhir tahun, dengan segmen bisnis mencatatkan pertumbuhan konsumsi tertinggi. Kondisi tersebut turut mendorong Indeks Keyakinan Konsumen pada Desember 2025 tetap berada di level optimis sebesar 123,5.

Dari sisi eksternal, kinerja perdagangan luar negeri juga menunjukkan tren positif. Pada Desember 2025, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar 2,51 miliar dolar AS, lebih tinggi 0,42 miliar dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor tumbuh 11,64 persen secara tahunan, dengan ekspor nonmigas meningkat 13,72 persen, terutama ditopang oleh ekspor industri pengolahan yang melonjak 19,26 persen.

Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Desember 2025, total ekspor Indonesia mencapai 282,91 miliar dolar AS, tumbuh 6,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, impor Desember 2025 tercatat sebesar 23,83 miliar dolar AS atau meningkat 10,81 persen secara tahunan, dengan impor barang modal melonjak 34,66 persen sejalan dengan ekspansi investasi dan kapasitas produksi domestik. Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2025 membukukan surplus sebesar 41,05 miliar dolar AS, melanjutkan tren surplus sejak Mei 2020.

Stabilitas harga pada awal 2026 tetap terjaga meskipun terjadi kenaikan inflasi. Inflasi Januari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen secara tahunan, meningkat dari 2,92 persen pada Desember 2025. Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh efek basis rendah pada awal tahun sebelumnya akibat kebijakan diskon tarif listrik.

Komponen inflasi harga diatur pemerintah mengalami kenaikan signifikan dari 1,93 persen menjadi 9,71 persen secara tahunan. Namun demikian, tekanan inflasi ini dinilai bersifat sementara dan diperkirakan akan kembali normal pada Maret mendatang.

Secara bulanan, inflasi justru mencatatkan deflasi sebesar minus 0,15 persen. Penurunan ini dipicu oleh turunnya harga sejumlah komoditas pangan, seperti aneka cabai, bawang, daging ayam ras, telur ayam, dan berbagai sayuran. Kondisi tersebut mendorong inflasi harga bergejolak turun tajam menjadi 1,14 persen secara tahunan dari sebelumnya 6,21 persen.

Di sisi lain, inflasi inti meningkat ke level 2,45 persen secara tahunan, dipengaruhi oleh kenaikan harga emas yang tumbuh di kisaran 76,5 persen.

Ke depan, pemerintah akan terus mencermati dinamika global serta dampaknya terhadap perekonomian nasional. Penguatan hilirisasi sumber daya alam, peningkatan daya saing produk ekspor, serta diversifikasi mitra dagang melalui berbagai perjanjian perdagangan internasional akan terus didorong.

“Pemerintah berkomitmen menjaga inflasi tetap terkendali pada sasaran, khususnya inflasi pangan pada kisaran 3-5 persen di tengah tantangan cuaca melalui penguatan pasokan dan kelancaran distribusi. Daya beli terus dijaga didukung stimulus diskon transportasi dan bantuan pangan,” tutur Febrio.

“Pemerintah juga berkomitmen untuk mempercepat pemulihan daerah yang terdampak bencana. Koordinasi pusat dan daerah diperkuat untuk menjaga ekspektasi inflasi masyarakat,” tambahnya. (her)

Tags: industri manufaktur IndonesiaPerekonomian NasionalPMI Manufaktur Indonesia

Berita Terkait.

Widiyanti-Putri-Wardhana
Ekonomi

Geliatkan Wisata Minat Khusus, Kemenpar Dukung Geopark Run Series 2026-2027 Dongkrak Ekonomi Daerah

Senin, 25 Mei 2026 - 08:19
BNPB: Banjir Masih Dominasi Bencana, Pati dan Blora Terdampak
Ekonomi

Pertumbuhan Pelanggan Tumbuh Tinggi, KAI: Relasi Yogyakarta-Jakarta Tersibuk di Pulau Jawa

Senin, 25 Mei 2026 - 04:33
PLN EPI Dorong Solusi Iklim dari Pesisir, Blue Carbon Jadi Senjata Baru Dekarbonisasi
Ekonomi

PLN EPI Dorong Solusi Iklim dari Pesisir, Blue Carbon Jadi Senjata Baru Dekarbonisasi

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:57
Pertamina Percepat Transformasi Digital, Implementasi AI Tembus Seluruh Rantai Energi
Ekonomi

Pertamina Percepat Transformasi Digital, Implementasi AI Tembus Seluruh Rantai Energi

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:37
Viral di Medsos Daftar Kendaraan Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Angkat Bicara
Ekonomi

Viral di Medsos Daftar Kendaraan Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Angkat Bicara

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:45
Sinergi Energi Hijau, PTK Perkuat Logistik FAME Lewat Layanan Maritim Terintegrasi
Ekonomi

Sinergi Energi Hijau, PTK Perkuat Logistik FAME Lewat Layanan Maritim Terintegrasi

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:04

BERITA POPULER

  • Pemain-Persib

    Ungkapan Kebahagiaan Trio Naturalisasi Usai Bawa Persib Juara Super League

    4399 shares
    Share 1760 Tweet 1100
  • Daftar Lengkap Timnas Indonesia: Diwarnai Debutan dan Kembalinya Pemain Lama

    2362 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Menteri Trenggono: Hasil Panen BUBK Kebumen Menuju Kebangkitan Udang Indonesia Berkualitas Ekspor

    1755 shares
    Share 702 Tweet 439
  • Anggaran LCC Empat Pilar MPR Capai Rp30,7 Miliar, CBA: Ini Bukan Lagi Lomba, Tapi Proyek Raksasa Harus Diaudit!

    1208 shares
    Share 483 Tweet 302
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1300 shares
    Share 520 Tweet 325
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.