• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Cuaca Buruk, Nelayan di Banten Tidak Bisa Melaut

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 2 Februari 2026 - 06:21
in Nusantara
Perahu nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan, Kabupaten Pandeglang Banten sejak sebulan terakhir tidak melaut akibat gelombang tinggi disertai angin kencang. Foto: ANTARA

Perahu nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan, Kabupaten Pandeglang Banten sejak sebulan terakhir tidak melaut akibat gelombang tinggi disertai angin kencang. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Nelayan Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, Banten sejak sebulan terakhir tidak melaut akibat angin kencang disertai gelombang tinggi dan curah hujan tinggi.

“Kami selama tidak melaut dihabiskan waktu untuk memperbaiki jaring yang mengalami kerusakan,” kata Amat (55), seorang nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan, Kabupaten Pandeglang, Minggu (1/2/2026).

BacaJuga:

Awasi Jalur Pengiriman Barang, Kanwil Bea Cukai Banten Perketat Pengawasan Rokok Ilegal

Usai Gempa Dangkal M 6,7 Guncang Sulteng, Kini Bergeser ke Cilacap di Jawa Tengah

NHM Inisiasi Aksi Bersih di Tanjung Barnabas dan Dukung Penghijauan MTs Bukit Tinggi

Nelayan pesisir selat Sunda bagian barat dan selatan yang ada di pesisir Pandeglang dan Lebak, khususnya perairan Banten tidak melaut guna menghindari kecelakaan laut.

Sebab, sejak sebulan terakhir cuaca di perairan itu memburuk, selain angin kencang dan gelombang tinggi hingga 4.0 meter.

Karena itu, cuaca ekstrem tersebut sangat berbahaya bagi keselamatan ribuan nelayan Pandeglang dan lebih memilih tidak melaut.

“Kami jika melaut dipastikan merugi juga tangkapan nihil akibat gelombang tinggi disertai angin kencang itu,” katanya.

Ketua Koperasi Nelayan Bina Muara Sejahtera Binuangeun Kabupaten Lebak Wading mengatakan nelayan tradisional yang tidak melaut, karena angin kencang dan gelombang laut tinggi hingga 4.0 meter, sehingga memilih tinggal di rumah dibandingkan melaut.

Mereka nelayan tradisional yang menggunakan perahu kecil dengan mesin motor tempel itu tidak berani melaut guna menghindari kecelakaan laut.

“Semua nelayan yang tidak melaut itu sebagai anggota koperasi dan kini mereka usaha lain untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga,” kata Wading.

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Rizal Ardiansyah mengingatkan nelayan agar menggunakan alat keselamatan saat melaut, di antaranya pakaian pelampung.

Saat ini, jumlah nelayan 3.600 orang di pesisir selatan Kabupaten Lebak mulai Pantai Binuangeun, Karangmalang, Bagedur, Cihara, Suka Hujan, Pasput, Cibobos, Panggarangan, Bayah, Karangtaraje, Pulomanuk, dan Sawarna yang melaut relatif kecil, karena gelombang tinggi hingga 4,0 meter.

“Kami telah menyampaikan surat peringatan dini kewaspadaan gelombang tinggi ke seluruh TPI dan Pangkalan Pelabuhan Ikan ( PPI) agar tidak menimbulkan kecelakaan laut,” katanya. (bro)

Tags: Angin KencangBantenCuaca BurukGelombang Tingginelayan

Berita Terkait.

Awasi Jalur Pengiriman Barang, Kanwil Bea Cukai Banten Perketat Pengawasan Rokok Ilegal
Nasional

Awasi Jalur Pengiriman Barang, Kanwil Bea Cukai Banten Perketat Pengawasan Rokok Ilegal

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:25
Gempa-Cilacap
Nusantara

Usai Gempa Dangkal M 6,7 Guncang Sulteng, Kini Bergeser ke Cilacap di Jawa Tengah

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:38
Perwira-NHM
Nusantara

NHM Inisiasi Aksi Bersih di Tanjung Barnabas dan Dukung Penghijauan MTs Bukit Tinggi

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:26
Rumah
Nusantara

Gempa M 6,7 Sulteng Telan Korban Jiwa, Satu Warga Sigi Meninggal

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:35
Dampak-gempa
Nusantara

Update Gempa M 6,7 Guncang Sulteng, 32 Warga Luka dan Puluhan Rumah Rusak

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:24
BMKG Catat 13 Gempa Susulan di Palu, Warga Diimbau Tetap Waspada
Nusantara

BMKG Catat 13 Gempa Susulan di Palu, Warga Diimbau Tetap Waspada

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:11

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7116 shares
    Share 2846 Tweet 1779
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1037 shares
    Share 415 Tweet 259
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1082 shares
    Share 433 Tweet 271
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.