• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Ketua Dewan Pengurus LP3ES: KEK Tembakau Kunci Transformasi Ekonomi Madura

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 30 Januari 2026 - 13:42
in Ekonomi
Perwakilan LP3ES dan KAMURA foto bersama usai Seminar Nasional bertajuk “KEK Tembakau: Instrumen Pemerataan dan Transformasi Ekonomi Madura” di Hotel Diradja, Jakarta, Kamis (29/1/2026). Foto: Istimewa

Perwakilan LP3ES dan KAMURA foto bersama usai Seminar Nasional bertajuk “KEK Tembakau: Instrumen Pemerataan dan Transformasi Ekonomi Madura” di Hotel Diradja, Jakarta, Kamis (29/1/2026). Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) bekerja sama dengan Komunitas Muda Madura (KAMURA) menggelar Seminar Nasional bertajuk “KEK Tembakau: Instrumen Pemerataan dan Transformasi Ekonomi Madura” di Hotel Diradja, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Seminar ini menjadi ruang diskusi lintas pemangku kepentingan untuk membahas masa depan industri tembakau Madura dalam kerangka pembangunan ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan.

BacaJuga:

Ekonomi Indonesia Kembali Tunjukkan Taji, Industri Bangkit dan Inflasi Kian Terkendali

APKASINDO Buka Akses Data Harga Sawit, Posisi Tawar Petani Kian Menguat

Pekan Depan Emas Masih Berpotensi Bergejolak, Ini Kisaran Harga yang Diprediksi

Kegiatan tersebut dihadiri oleh akademisi, peneliti, aktivis, serta perwakilan lembaga negara. Sejumlah narasumber yang hadir antara lain anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan, Dewan Pengurus LP3ES Gus Hamid, peneliti senior LP3ES Buya Tafta Zani, Kepala Biro Perencanaan dan Pembentukan KEK Paulus Riyanto, serta perwakilan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sri Hananto.

Dalam sambutannya, Gus Hamid menegaskan bahwa isu tembakau tidak dapat dipandang secara sempit hanya sebagai persoalan rokok dan perokok. Menurutnya, terdapat dimensi moral dan sosial yang kerap terabaikan, terutama yang berkaitan langsung dengan kehidupan petani tembakau.

“Saya merasa memiliki kewajiban untuk hadir. Ada tanggung jawab moral. Urusan tembakau ini bukan hanya soal rokok atau perokok yang didiskriminasi, tetapi juga menyentuh petani tembakau itu sendiri,” ujar Gus Hamid, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Ia menilai negara selama ini cenderung melihat tembakau hanya dari satu sisi, yakni sebagai bahan baku rokok. Padahal, tembakau memiliki potensi ekonomi yang jauh lebih luas melalui berbagai produk turunannya.

“Tembakau bukan hanya urusan rokok. Produk turunannya sangat banyak. Banyak orang membenci tembakau hanya karena satu produknya, tanpa melihat beragam produk turunan lainnya,” katanya.

Gus Hamid berharap pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau di Madura tidak semata-mata dimaknai sebagai upaya melindungi industri rokok, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi pengembangan riset dan inovasi produk turunan tembakau. Ia menekankan bahwa kesejahteraan masyarakat harus menjadi landasan moral utama dari gagasan KEK tersebut.

“Kuncinya adalah riset yang serius dan berkelanjutan, tidak berhenti pada rokok semata,” ujarnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan dalam keynote speech menyampaikan bahwa gagasan KEK Tembakau merupakan hasil refleksinya atas persoalan struktural ekonomi Indonesia, khususnya di Madura.

Ia menilai Madura selama ini lebih sering diposisikan sebagai wilayah produksi bahan mentah tanpa nilai tambah yang memadai.

“Ironisnya, Madura selama ini hanya ditempatkan sebagai ladang produksi. Tembakau diposisikan sebatas bahan mentah,” kata Eric.

Ia menegaskan peran strategis Madura dalam industri tembakau nasional. Menurutnya, hampir seluruh produk rokok di Indonesia menggunakan campuran tembakau Madura.

“Madura adalah tanah suci bagi tembakau, sebab nyaris seluruh produk rokok mengandung campuran tembakau Madura,” ujarnya.

Eric menilai usulan KEK Tembakau yang digagas Komunitas Muda Madura menarik karena menawarkan model pembangunan berbasis ekosistem ekonomi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Ia membayangkan sebuah ekosistem di mana proses penanaman, pengolahan, hingga industrialisasi berjalan dalam satu rantai nilai yang utuh.

“Dalam konteks tembakau, pembangunan tidak boleh berhenti pada industri rokok. KEK ini juga membuka ruang bagi pengembangan ekstraksi nikotin untuk kepentingan farmasi dan kosmetik,” kata Eric.

Ia menambahkan bahwa KEK Tembakau merupakan gagasan konkret untuk mengubah ketergantungan ekonomi masyarakat Madura menjadi sumber kesejahteraan yang lebih berkelanjutan.

Dari sisi regulator, perwakilan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sri Hananto menyatakan bahwa pihaknya pada prinsipnya terbuka dan siap mendukung pembentukan KEK Tembakau, sepanjang menjadi tujuan bersama dan disiapkan secara matang.

“Jika secara prinsip KEK ini memang menjadi tujuan bersama dan disetujui oleh Dewan KEK, maka dari pihak Bea Cukai tentu akan mendukung,” ujarnya.

Dalam sesi talkshow, peneliti senior LP3ES Buya Tafta Zani memberikan perspektif historis dan sosiologis mengenai tembakau di Madura.

Ia menekankan bahwa tembakau tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang dan struktur sosial masyarakat Madura.

“Saya melihat tembakau bukan semata-mata fenomena ekonomi, tetapi juga bagian dari sejarah dan struktur sosial masyarakat Madura. Tembakau telah lama menjadi lokomotif penting ekonomi Madura,” kata Buya Tafta.

Ia juga mengingatkan bahwa pada masa lalu, produksi rokok melalui industri rumahan di Madura merupakan bentuk perlawanan masyarakat terhadap praktik ekonomi yang tidak adil. Menurutnya, fenomena tersebut seharusnya dibaca sebagai bentuk negosiasi ekonomi masyarakat Madura untuk bertahan hidup di tengah struktur industri tembakau yang timpang.

“Jika pemerintah cukup jeli, fenomena ini harus dilihat sebagai reaksi alamiah masyarakat terhadap struktur ekonomi tembakau yang tidak cukup adil bagi petani dan pelaku industri kecil,” pungkasnya.

Seminar nasional ini diharapkan menjadi titik awal konsolidasi gagasan dan dukungan lintas sektor terhadap pembentukan KEK Tembakau di Madura. Melalui forum ini, LP3ES dan KAMURA mendorong agar tembakau tidak lagi dipandang semata sebagai komoditas bahan mentah, melainkan sebagai basis pembangunan ekonomi yang terintegrasi dan berkeadilan.

Diskusi yang berlangsung juga menunjukkan bahwa pembentukan KEK Tembakau tidak hanya memerlukan dukungan kebijakan, tetapi juga kesiapan riset, regulasi, serta sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, KEK Tembakau diharapkan mampu mendorong peningkatan nilai tambah, memperkuat posisi petani, serta membuka peluang industrialisasi baru bagi perekonomian Madura ke depan. (ibs)

Tags: KAMURAKEK TembakauLP3ESmaduratembakautransformasi ekonomi

Berita Terkait.

Ekonomi Indonesia Kembali Tunjukkan Taji, Industri Bangkit dan Inflasi Kian Terkendali
Ekonomi

Ekonomi Indonesia Kembali Tunjukkan Taji, Industri Bangkit dan Inflasi Kian Terkendali

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:17
APKASINDO Buka Akses Data Harga Sawit, Posisi Tawar Petani Kian Menguat
Ekonomi

APKASINDO Buka Akses Data Harga Sawit, Posisi Tawar Petani Kian Menguat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:35
Pekan Depan Emas Masih Berpotensi Bergejolak, Ini Kisaran Harga yang Diprediksi
Ekonomi

Pekan Depan Emas Masih Berpotensi Bergejolak, Ini Kisaran Harga yang Diprediksi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:32
Andra-Soni
Ekonomi

Di Bawah Kepemimpinan Gubernur Andra Soni, Bank Banten Tumbuh Melesat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:23
UMKM
Ekonomi

Kementerian UMKM Hadirkan Peluang Baru bagi Pengusaha Kopi Terdampak Bencana di ICX 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:41
X-Force
Ekonomi

Mitsubishi New Xforce: Bahan Bakar Efisien, Tampilan Modern dan Menawan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:40

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2099 shares
    Share 840 Tweet 525
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2394 shares
    Share 958 Tweet 599
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1081 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Mutasi Besar Polri: 146 Perwira Pati dan Pamen Berganti Jabatan

    983 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Persebaya Juara Grup B, Persija Dampingi ke Semifinal Piala Presiden

    916 shares
    Share 366 Tweet 229
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.