INDOPOSCO.ID – Program revitalisasi satuan pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan dampak nyata bagi sekolah penerima manfaat. Sejumlah satuan pendidikan kini tidak lagi menumpang di sekolah lain dan dapat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar dengan sarana yang lebih layak, aman, dan memadai.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan, revitalisasi sekolah merupakan bagian dari strategi nasional untuk memastikan tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas, sebagai fondasi utama peningkatan mutu pendidikan.
“Ini merupakan program yang sangat strategis dari Presiden Republik Indonesia, yaitu untuk menjamin tersedianya sarana pendidikan yang berkualitas. Itu adalah salah satu elemen penting untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu,” ujar Atip di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Atip juga mengingatkan agar seluruh satuan pendidikan penerima bantuan dapat memanfaatkan dan memelihara hasil revitalisasi secara optimal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh peserta didik, pendidik, dan masyarakat sekitar.
“Mudah-mudahan dengan hadirnya program ini, sarana pendidikan menjadi layak dan memadai. Hal ini dapat menjadi modal dan dorongan bagi semua pihak untuk melahirkan pendidikan yang bermutu,” imbuhnya.
Manfaat konkret program revitalisasi ini dirasakan langsung oleh SMK Bina Nusantara. Kepala sekolah, Moch. Ikbal Amiludin, mengungkapkan bahwa sebelumnya sekolah tersebut tidak memiliki gedung sendiri dan harus menumpang di sekolah lain, sehingga kegiatan pembelajaran dan praktik menjadi sangat terbatas.
Melalui bantuan revitalisasi senilai Rp1,07 miliar, berupa pembangunan tiga ruang kelas baru, proses belajar mengajar kini berjalan lebih optimal dan mendapat sambutan antusias dari para siswa.
“Respons anak-anak sangat antusias sekali. Bahkan beberapa ada yang mengunggah di media sosial mereka. Mereka semangat karena mempunyai kelas dan fasilitas baru, seperti kursi dan meja. Anak-anak sangat berterima kasih sekali,” ujar Ikbal.
Hal serupa disampaikan Kepala SMP Plus Al-Ittihad Selaawi, Rahmalia Khoeronisa Azhar, yang menerima bantuan revitalisasi berupa rehabilitasi tiga ruang kelas dan pembangunan ruang UKS dengan total nilai Rp668 juta.
Ia menuturkan, kondisi ruang kelas sebelumnya sudah tidak layak dan berisiko bagi keselamatan siswa. Setelah revitalisasi, suasana belajar menjadi jauh lebih aman dan kondusif.
“Guru dan siswa merasa lebih aman, nyaman, dan kondusif saat melakukan pembelajaran di kelas. Secara tidak langsung, hal ini juga menumbuhkan disiplin siswa, bagaimana cara mereka menjaga amanah yang telah Bapak Presiden berikan kepada sekolah kami,” kata Rahmalia.
Sementara itu, Plt. Kepala TK PERSIS Sumedang, Luthfi Muhammad Ihsan, menjelaskan bahwa pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) TK sangat membantu upaya pemerataan layanan pendidikan anak usia dini.
Sebelumnya, kegiatan belajar mengajar TK masih harus menumpang di sekolah lain dengan fasilitas terbatas. Kini, sekolah tersebut telah memiliki ruang kelas sendiri serta fasilitas pendukung yang lebih lengkap untuk menunjang proses pembelajaran anak-anak. (dam)









