INDOPOSCO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengintensifkan operasi modifikasi cuaca sebagai langkah jangka pendek untuk menekan curah hujan ekstrem di tengah banjir yang masih melanda sejumlah wilayah Jakarta.
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan dalam jangka pendek, Pemprov mengandalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai upaya mengurangi intensitas hujan yang berpotensi memperparah genangan.
“Hari ini pelaksanaan OMC telah dilakukan sebanyak tiga kali. Kebijakan tersebut diambil untuk menekan potensi hujan lebat yang diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan,” katanya kepada wartawan Jumat (23/1/2025).
Menurutnya, intervensi cuaca menjadi salah satu instrumen penting agar hujan tidak turun secara ekstrem dan berkepanjangan di wilayah Jakarta.
“Awalnya, OMC direncanakan hanya berlangsung hingga hari ini. Namun, melihat kondisi cuaca yang masih fluktuatif, Pemprov Jakarta memutuskan memperpanjang pelaksanaannya hingga 27 Januari,” ujarnya.
Pramono juga memberikan persetujuan agar operasi tersebut dapat dilakukan hingga tiga kali dalam satu hari.
Ia menilai, hujan ringan yang terjadi pada sore hari merupakan indikasi keberhasilan modifikasi cuaca. Menurutnya, tanpa intervensi tersebut, Jakarta berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi sepanjang hari.
Meski demikian, Pramono menegaskan bahwa kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan.
“Curah hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi, terutama di wilayah rawan banjir dan bantaran sungai. Karena itu, ia mengimbau warga untuk meningkatkan kehati-hatian dalam beraktivitas,” tuturnya.
Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jakarta mencatat, hingga Jumat pukul 15.00 WIB, genangan banjir masih terjadi di 140 RT.
Selain permukiman warga, banjir juga berdampak pada 16 ruas jalan di berbagai titik Kota Jakarta. (fer)










