• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Bea Cukai Optimalkan Fasilitas Kepabeanan untuk Dukung Industri dan Jaga Ketersediaan Barang lewat Asistensi

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 23 Januari 2026 - 10:10
in Ekonomi
bc

Bea Cukai jalani peran sebagai industrial assistance dan trade facilitator melalui berbagai bentuk asistensi dan pendampingan kepada pelaku usaha. Foto : Ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Bea Cukai jalani peran sebagai industrial assistance dan trade facilitator melalui berbagai bentuk asistensi dan pendampingan kepada pelaku usaha. Upaya ini dilakukan untuk memastikan fasilitas kepabeanan dimanfaatkan secara optimal, sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari terjaganya stabilitas pasokan barang hingga tumbuhnya industri dan penyerapan tenaga kerja.

Salah satu bentuk asistensi tersebut dilakukan Bea Cukai Tanjungpinang melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) bersama BP Tanjungpinang, BP Bintan, dan Asosiasi Distributor Bahan Pokok (ADIBAPOK) di Aula Bea Cukai Tanjungpinang, Rabu (7/1/2026).

BacaJuga:

Tolak Swasembada Pangan di Tengah Fakta Surplus, IRRI: Itu Bukan Kritik Tapi Penyesatan

Kolaborasi Indonesia-Jepang, Bioetanol Lampung Bidik E10 hingga E20

Pegadaian Borong Dua Penghargaan di Indonesia WOW Brand 2026

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada ADIBAPOK beserta 200 UMKM dan 100 distributor di bawah naungannya di Pulau Bintan terkait mekanisme pendistribusian logistik dari dan ke Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB/Free Trade Zone/FTZ) sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjungpinang, Joko Pri Sukmono Dwi Widodo, mengimbau ADIBAPOK dan para pelaku usaha agar mempersiapkan kebutuhan operasional, khususnya dari sisi administrasi seperti Izin Usaha Khusus (IUK) serta penggunaan IT Inventory. Persiapan tersebut diperlukan agar kegiatan usaha di antara perbatasan KPBPB dan Kawasan Pabean dapat berjalan lancar.

Dalam kesempatan tersebut, Joko juga menegaskan komitmen Bea Cukai untuk terus memberikan dukungan kepada pelaku usaha. Bea Cukai akan mengupayakan proses legalitas yang diperlukan agar menjadi lebih mudah, sederhana, dan tanpa biaya, sehingga pelaku usaha dapat memanfaatkan fasilitas FTZ secara optimal.

Pada sesi diskusi, para pelaku usaha menyampaikan sejumlah aspirasi, antara lain tingginya biaya logistik melalui jalur darat serta lamanya proses pemeriksaan fisik terhadap barang mudah rusak (perishable).

Kendala administrasi juga menjadi perhatian, terutama terkait proses verifikasi IUK yang saat ini beralih dari tingkat provinsi ke kementerian, sehingga memerlukan waktu lebih lama. ADIBAPOK berharap adanya dispensasi waktu pemeriksaan serta masa transisi agar perubahan mekanisme tersebut tidak menghambat distribusi logistik di lapangan.

Menanggapi hal tersebut, Bea Cukai bersama BP berkomitmen memperkuat koordinasi untuk memantau perizinan yang masih tertahan di tingkat kementerian. Pelaku usaha juga didorong untuk mulai memanfaatkan atau membangun gudang sebagai langkah menjaga ketahanan stok barang di daerah.

Bea Cukai menegaskan tetap membuka pintu asistensi seluas-luasnya bagi pelaku usaha yang mengalami kendala teknis, agar arus logistik tetap berjalan lancar dan sesuai ketentuan, sehingga ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat Pulau Bintan dapat terjaga.

Asistensi serupa juga dilakukan Bea Cukai Kudus melalui kegiatan intimasi kepada perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat. Bertempat di Jepara, Selasa (13/1), Kepala Kantor Bea Cukai Kudus, Lenni Ika Wahyudiasti, melakukan kunjungan kerja guna memperkuat komunikasi dan sinergi dengan pelaku usaha, serta memastikan pemanfaatan fasilitas fiskal berjalan optimal dan sesuai ketentuan.

Kegiatan intimasi ini merupakan bagian dari komitmen Bea Cukai Kudus dalam membangun kemitraan strategis dengan dunia usaha. Selain memastikan kepatuhan, pendekatan ini juga bertujuan mendukung kelancaran proses bisnis agar fasilitas kepabeanan benar-benar memberikan nilai tambah bagi industri.

“Melalui pendekatan intimasi, Bea Cukai hadir sebagai mitra strategis dunia usaha agar fasilitas kawasan berikat dapat memberikan manfaat optimal, baik bagi perusahaan maupun perekonomian,” ujar Lenni.

Lebih lanjut, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk melihat secara langsung kontribusi Kawasan Berikat dalam mendorong pertumbuhan industri dan penyerapan tenaga kerja. Dampak ini dinilai sejalan dengan upaya menciptakan iklim usaha yang sehat, berdaya saing, dan pada akhirnya memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Melalui berbagai bentuk asistensi dan sinergi dengan pelaku usaha serta pemangku kepentingan, Bea Cukai menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai fasilitator perdagangan dan pendukung industri nasional.

Optimalisasi fasilitas kepabeanan diharapkan tidak hanya memperlancar arus barang dan kegiatan usaha, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi daerah. (ipo)

Tags: bcBea CukaiFasilitas Kepabeananindustri

Berita Terkait.

Beras
Ekonomi

Tolak Swasembada Pangan di Tengah Fakta Surplus, IRRI: Itu Bukan Kritik Tapi Penyesatan

Selasa, 21 April 2026 - 18:38
BKPM
Ekonomi

Kolaborasi Indonesia-Jepang, Bioetanol Lampung Bidik E10 hingga E20

Selasa, 21 April 2026 - 17:07
Tring
Ekonomi

Pegadaian Borong Dua Penghargaan di Indonesia WOW Brand 2026

Selasa, 21 April 2026 - 16:46
Maman
Ekonomi

Kejadian Toko Mama Khas Banjar Jadi Pelajaran Pentingnya Kolaborasi Kebijakan UMKM

Selasa, 21 April 2026 - 16:06
Veritask
Ekonomi

AiYU Meluncur, Veritask Bawa Agentic AI Hukum Pertama dengan Traceability Penuh di Indonesia

Selasa, 21 April 2026 - 13:23
migas
Ekonomi

MSF Jadi Senjata Baru SKK Migas, Sumur Sulit Kini Lebih Produktif

Selasa, 21 April 2026 - 12:22

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1241 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    725 shares
    Share 290 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.