INDOPOSCO.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memaparkan rencana program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) 2026 dengan pagu anggaran yang dapat dimanfaatkan sebesar Rp52,12 triliun.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Bapak dan Ibu pimpinan serta anggota Komisi X DPR RI atas komitmen, dukungan, dan pengawalan yang telah diberikan, sehingga program-program prioritas Kemendikdasmen memperoleh keberpihakan penganggaran,” ujar Mendikdasmen.
“Untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua pada Tahun Ajaran (TA) 2026 Kemendikdasmen menetapkan sejumlah program prioritas,” ujar Mu’ti dalam keterangan, Kamis (22/1/2026).
Ia menyebut, program prioritas tersebut di antaranya Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan target 11.744 satuan pendidikan. Selain itu, Digitalisasi Pembelajaran yang akan menyasar 288.865 satuan pendidikan melalui pendampingan pemanfaatan perangkat pembelajaran yang telah disalurkan serta penyusunan konten digital.
Pada aspek pemerataan akses, Program Indonesia Pintar (PIP) diperluas hingga jenjang PAUD dengan sasaran 19,48 juta peserta didik dari keluarga kurang mampu. Sementara penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) menyasar 191.697 anak.
“Pada 2026, Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga akan dilaksanakan untuk jenjang SD dan SMP,” katanya.
Ia juga mengatakan, peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan juga menjadi fokus utama. Kemendikdasmen menargetkan pelatihan bagi 119.888 guru dan tenaga kependidikan, mencakup pembelajaran mendalam, bimbingan konseling, STEM, Bahasa Inggris, literasi dan numerasi, serta kepemimpinan sekolah.
Lalu, masih ujar Mu’ti, Pendidikan Profesi Guru (PPG) menargetkan 41.692 guru agar dapat memperoleh sertifikat profesi, sementara Program Peningkatan Kualifikasi Guru S1/D4 secara berkelanjutan akan menyasar 150 ribu guru.
“Sebagai bentuk penghargaan dan peningkatan kesejahteraan, insentif guru non-ASN akan dinaikkan menjadi Rp400 ribu per orang per bulan dengan sasaran 798.905 guru,” ungkapnya.
Selain itu, dikatakan dia, program prioritas lainnya adalah penguatan karakter peserta didik dilaksanakan melalui kampanye Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), layanan penguatan karakter budaya belajar aman dan nyaman, pelibatan murid melalui Gerakan Rukun Sama Teman, serta penguatan layanan inklusivitas di satuan pendidikan.
“Program ini melibatkan catur pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media,” terangnya.
Di bidang kebahasaan dan literasi, dikatakan Mu’ti, Kemendikdasmen menargetkan revitalisasi bahasa daerah bagi 7.755 orang sebagai upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan bahasa daerah. Selain itu, pencetakan dan pengiriman buku bacaan bermutu akan menyasar 27.627 satuan pendidikan jenjang SD dan SMP.
“Untuk tahun 2026, Kemendikdasmen juga akan melaksanakan sejumlah direktif baru dari Presiden Republik Indonesia. Di antaranya penambahan sasaran Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan sebanyak 60.000 satuan pendidikan yang pendanaannya akan diusulkan melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT),” ujarnya.
“Digitalisasi pembelajaran juga akan diperkuat melalui penambahan tiga papan interaktif digital (PID) per satuan pendidikan yang pendanaannya diusulkan melalui ABT,” sambungnya. (nas)










