• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Ekosistem Baterai Karawang Dinilai Beri Multiplier Effect Besar bagi Ekonomi Nasional

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 19 Januari 2026 - 10:23
in Ekonomi
Ojol

Ilustrasi. Seorang pengemudi ojek daring menukar baterai sepeda motor listrik dengan yang sudah penuh terisi di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di SPBU Pertamina, Jalan MT Haryono, Jakarta, Jumat (4/3/2022). Foto: Antara/M Risyal Hidayat/wsj

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengembangan Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik (Electric Vehicle/EV) terintegrasi di Karawang dinilai efektif mendorong industrialisasi sekaligus menciptakan multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian nasional. Keberadaan ekosistem ini menjadi tonggak penting transformasi ekonomi Indonesia dari pengekspor bahan baku menuju negara produsen produk berteknologi tinggi.

Dengan pengembangan industri baterai dalam negeri, Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor mineral mentah, khususnya nikel, melainkan beralih ke produksi baterai sebagai komponen inti kendaraan listrik dan berbagai produk teknologi strategis lainnya.

BacaJuga:

Unjuk Gigi di TEI 2026, UMKM Binaan Pertamina Sabet MoU Rp3,28 Miliar dari 3 Negara

Tingkatkan Kontribusi Hingga 40 Persen, Kemendag Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor

IWBIF 2026 Digelar di Jakarta, IWAPI Dorong Pengusaha Perempuan Indonesia Go Global

Ketua Research Group on Energy Security for Sustainable Development Universitas Indonesia (RESSED UI), Ali Ahmudi, mengatakan kebijakan pemerintah dalam melarang ekspor komoditas mineral mentah, terutama nikel, telah menjadi langkah awal yang krusial dalam memperkuat basis industri nasional.

“Saat ini semakin banyak proyek hilirisasi nikel menjadi cell battery, termasuk di Karawang. Ini akan menjadi motor peningkatan nilai tambah ekonomi yang belasan kali lipat dibandingkan hanya menjual tanah atau bijih mentah,” ujar Ali dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).

Menurutnya, hilirisasi industri baterai memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari peningkatan penerimaan negara melalui pajak pertambahan nilai (PPN), penciptaan lapangan kerja di sektor manufaktur, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan industri.

“Efeknya sangat besar. Hilirisasi ini harus berlanjut agar dampak penggandanya benar-benar nyata bagi ekonomi nasional,” tegasnya.

Ali juga menekankan proses menuju industrialisasi membutuhkan ketegasan regulasi. Indonesia, kata dia, tidak boleh berhenti hanya sebagai negara perakit produk akhir.

“Kita tidak boleh terus bergantung pada produk luar. Jika ada teknologi dari luar, maka mereka harus membangun pabrik di Indonesia agar terjadi transfer teknologi. Memang akan ada ekses jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang ini adalah sebuah keharusan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ali optimistis kehadiran industri baterai domestik akan membuka peluang terciptanya kendaraan listrik yang lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, nilai baterai mencapai sekitar 35–40 persen dari total biaya produksi kendaraan listrik.

“Dalam kondisi normal, pembangunan pabrik baterai di dalam negeri akan menekan harga jual EV secara umum. Jika komponen utamanya bisa ditekan, maka harga unit kendaraan pasti turun,” tambahnya.

Di sisi lain, negara melalui holding industri pertambangan MIND ID terus konsisten mengawal pembentukan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi. Melalui PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI), MIND ID bekerja sama dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co., Limited, Brunp, dan Lygend (CBL) membentuk perusahaan patungan PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB).

CATIB saat ini tengah membangun fasilitas produksi Battery Cells, Module, dan Pack di Karawang dengan kapasitas awal sebesar 6,9 GWh pada fase pertama. Kapasitas tersebut direncanakan akan diekspansi hingga mencapai total 15 GWh pada fase kedua, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri kendaraan listrik. (nas)

Tags: Bateraihilirisasi nikelKendaraan Listrikmind idRESSED UI

Berita Terkait.

TEI-2026
Ekonomi

Unjuk Gigi di TEI 2026, UMKM Binaan Pertamina Sabet MoU Rp3,28 Miliar dari 3 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:25
Pelaku-UMKM
Ekonomi

Tingkatkan Kontribusi Hingga 40 Persen, Kemendag Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:03
IWBIF
Ekonomi

IWBIF 2026 Digelar di Jakarta, IWAPI Dorong Pengusaha Perempuan Indonesia Go Global

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:41
NHM Ajak Mahasiswa Unkhair dan UMMU Belajar Langsung di Tambang Emas Gosowong
Ekonomi

NHM Ajak Mahasiswa Unkhair dan UMMU Belajar Langsung di Tambang Emas Gosowong

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:27
Kemenkop Tekankan Sinergi Anggota hingga Manajer untuk Sukseskan KDKMP
Ekonomi

Kemenkop Tekankan Sinergi Anggota hingga Manajer untuk Sukseskan KDKMP

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:05
Koperasi Tak Cukup Bertahan, Metranet Dorong Layanan Lebih Modern Lewat KoperasiGO
Ekonomi

Koperasi Tak Cukup Bertahan, Metranet Dorong Layanan Lebih Modern Lewat KoperasiGO

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:35

OLAHRAGA

gp
Olahraga

Fasilitas dari Bea Cukai Ini Bantu Kesuksesan Penyelenggaraan Moto GP Mandalika 2026

Editor Laurens Dami
Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:42

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 atau MotoGP Mandalika turut didukung oleh kelancaran logistik lintas negara....

SelengkapnyaDetails
super

Jadwal Super League Pekan 5: Persija Diuji Persita, Persib Hadapi Ancaman Persik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:01
psm

Jamu PSM Makassar di Bantul, PSIM Jogjakarta Usung Misi Raih Tiga Poin Perdana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40
esi

PB ESI 2026-2030 Fokus Ubah Potensi Generasi Digital Jadi Prestasi Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:07
Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

Hasil Liga Champions: Liverpool Pesta Gol, PSG Mengamuk di Markas City

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:57

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    2169 shares
    Share 868 Tweet 542
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1231 shares
    Share 492 Tweet 308
  • Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    995 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    949 shares
    Share 380 Tweet 237
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    935 shares
    Share 374 Tweet 234
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.