INDOPOSCO.ID – Pemerintah memastikan keselamatan masyarakat terdampak sekaligus mempercepat transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan awal. Langkah penanganan darurat dan pemulihan bencana hidrometeorologi basah di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara ini dilakukan lintas sektor.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ada peningkatan jumlah korban jiwa. Total korban meninggal dunia di 3 provinsi mencapai 1.198 orang, sementara korban hilang tercatat sebanyak 144 orang. Adapun penambahan korban meninggal dunia ada di Provinsi Aceh sebanyak 8 orang. Jumlah penduduk terdampak yang masih berada di lokasi pengungsian tercatat sebanyak 166.579 jiwa.
“Percepatan pembangunan hunian sementara (huntara), pembukaan dan pembersihan akses jalan dan jembatan serta pemulihan kawasan permukiman terus dikebut agar semakin kondusif untuk dihuni kembali,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, BNPB Abdul Muhari dalam keterangan, Sabtu (17/1/2026).
Upaya lainnya, dikatakan dia, pemasangan jembatan juga masih dilakukan. Jembatan Aramco dan Bailey masih dalam proses pemasangan. Pemasangan ini dilakukan oleh Satgas Yonzipur 5/ABW di Kabupaten Aceh Utara. Masih di wilayah yang sama, upaya pembersihan fasilitas publik juga dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI dan Polri.
“Untuk pemenuhan air bersih, progres perbaikan jaringan PDAM terus dilakukan. Salah satunya di Kabupaten Bener Meriah dan sudah mencapai 80 persen hingga Kamis (15/1/2026) kemarin,” katanya.
Menurut dia, untuk distribusi logistik yang berhasil dihimpun sejak 29 Nov hingga 15 Januari sebanyak 1.747,11 ton telah berhasil didistribusikan kepada warga terdampak. Sementara distribusi harian di Provinsi Aceh melalui udara sebanyak 12 sorti dengan berat 11,9 ton dan 4 truk via darat 10,4 ton sehingga total terdistribusi 22,3 ton.
untuk wilayah Sumatera Utara melalui udara sebanyak 2,75 ton dan via darat 93,19 ton sehingga total terdistibusi yakni 98,14 ton.
“Target pembangunan huntara sebelum bulan Ramadan. Dari total 50.668 unit rumah rusak berat, telah diajukan pembangunan huntara sebanyak 27.860 unit,” bebernya.
“Saat ini, 5.738 unit masih dalam proses pembangunan dan 781 unit telah selesai dibangun dan siap dihuni,” sambungnya.
Selain itu, masih ujar dia, pengajuan hunian tetap (Huntap) tercatat sebanyak 10.273 unit, dengan 648 unit di antaranya sedang dalam tahap konstruksi. “Skema bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) juga terus dioptimalkan untuk mendukung masyarakat terdampak selama masa transisi menuju hunian tetap,” katanya.
Ia menambahkan, hingga pertengahan Januari 2026, pengajuan DTH telah mencapai 15.346 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, 10.717 rekening penerima telah siap, dengan penyaluran yang terus meningkat.
“Tercatat penambahan 153 penerima dalam periode terakhir, sehingga total penerima DTH yang telah menerima bantuan mencapai 2.695 kepala keluarga,” ujarnya. (nas)










