• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Bersama TNI, Asa Pendidikan Anak Papua Terus Menyala

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 16 Januari 2026 - 11:51
in Nusantara
kemenhan

Sejumlah prajurit Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG Yonif 511 Dibyatara Yodha memanfaatkan bangunan sederhana di sekitar pos menjadi ruang belajar alternatif dan mengajar anak-anak di wilayah terpencil Papua. Foto : Kemenhan for indoposco.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pendidikan di Papua masih menghadapi tantangan struktural yang serius, mulai dari keterbatasan akses, minimnya fasilitas belajar dan tenaga pengajar, hingga kondisi geografis yang menyulitkan mobilitas.

Dalam situasi seperti ini, keberadaan prajurit TNI di wilayah pedalaman kerap menjadi faktor plndukung yang tak hanya berperan pada keamanan, tetapi juga pada layanan sosial dasar, termasuk pendidikan.

BacaJuga:

Usai Viral Main Gim dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Tegaskan Hal Ini

7 Panduan Komnas HAM untuk Rehabilitasi Pascabencana Banjir Aceh

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Guguran Picu Peringatan Siaga Siang Ini

Sejumlah inisiatif prajurit TNI di lapangan menunjukkan bagaimana pendekatan humanis dapat menjadi katalisator bagi peningkatan literasi anak-anak di wilayah terpencil Papua.

Di Distrik Kanggime, Kabupaten Tolikara, misalnya, prajurit Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG Yonif 511 Dibyatara Yodha memanfaatkan bangunan sederhana di sekitar pos menjadi ruang belajar alternatif.

Di tempat ini, anak-anak belajar membaca, menulis, dan berhitung dengan fasilitas minimal namun antusiasme tinggi. Mereka duduk beralas lantai dan menggunakan buku seadanya, sementara prajurit menjadi pengajar sukarela dengan pendekatan yang bersahabat.

Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) 3 Yonif 511 Dibyatara Yodha, Kapten Infanteri Dony Sandra, menegaskan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kepedulian prajurit terhadap masa depan generasi Papua.

Menurutnya, pendidikan dasar adalah fondasi utama bagi anak-anak agar kelak mampu berkembang, mandiri, dan memiliki daya saing.

“Kami ingin anak-anak di sini tidak tertinggal. Meskipun sederhana, setidaknya mereka bisa membaca, menulis, dan berhitung dengan baik. Itu bekal penting untuk masa depan mereka,” ujarnya.

Kondisi serupa juga terlihat di Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, di mana Satgas Yonif 126 Kalacakti menggunakan pos TNI sebagai pusat literasi dengan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.

Praktik ini menunjukkan bahwa TNI dapat memainkan fungsi sosial strategis dalam ekosistem pendidikan, utamanya di daerah yang belum mampu dijangkau secara optimal oleh sistem Pemerintahan Daerah.

Pendekatan humanis ini selaras dengan arahan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang menegaskan bahwa prajurit TNI di Papua harus menyatu dengan masyarakat dan menjadi jawaban atas tantangan pembangunan.

“Kehadiran TNI harus memberi rasa aman sekaligus harapan. Prajurit harus hadir sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat,” tegas Menhan dalam kunjungannya saat meninjau Yonif Teritorial Pembangunan 861 Mamberamo Kawa di Wanam Merauke awal Januari 2026.

Pernyataan tersebut sejalan dengan konsep human security, di mana keamanan tidak hanya dipahami sebagai perlindungan dari ancaman fisik, tetapi juga pemenuhan hak dasar, termasuk pendidikan.

Dalam konteks ini, inisiatif TNI memberikan pendidikan dasar bagi anak-anak di Papua dapat dilihat sebagai kontribusi dalam membangun rasa aman melalui penguatan kapasitas masyarakat sejak usia dini.

Program ini juga dapat dilihat sebagai bentuk pengabdian yang membangun kedekatan sosial serta perhatian terhadap generasi muda Papua.

Dalam menjaga keberlanjutan kegiatan ini, peran TNI seharusnya diposisikan sebagai pelengkap bagi Pemerintah Daerah dan lembaga pendidikan formal, bukan menggantikannya.

Pemerintah pusat dan daerah perlu menjadikan kegiatan positif TNI sebagai penanda kebutuhan mendesak: memperbanyak guru, memperbaiki infrastruktur sekolah, mengatasi kesenjangan geografis, serta memperluas program literasi berbasis komunitas. Kolaborasi Pemerintah Daerah, TNI, dan Masyarakat dapat menjadi model pembangunan yang relevan untuk konteks Papua.

Selain itu, penting bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan lintas-sektor yang menempatkan pendidikan sebagai bagian dari strategi stabilitas jangka panjang.

Berbagai studi telah menunjukkan bahwa peningkatan pendidikan di wilayah maginal (terpinggirkan) dapat berkontribusi pada penurunan ketimpangan sosial dan mengurangi potensi konflik jangka panjang. Kehadiran TNI yang turut memfasilitasi proses belajar merupakan momentum yang perlu dimanfaatkan untuk mempercepat intervensi pembangunan formal.

Pada akhirnya, langkah sederhana para prajurit TNI di Papua telah memberikan ruang harapan bagi ratusan anak yang merajut mimpi di tengah keterbatasan. Meskipun bukan solusi struktural, upaya ini merupakan jembatan penting yang menunjukkan bahwa pembangunan manusia dapat dimulai dari tindakan kecil namun berdampak besar.

Tantangan ke depan adalah memastikan bahwa harapan tersebut dapat diperkuat melalui kebijakan publik yang lebih terarah dan komprehensif, program pendidikan yang inklusif, dan komitmen jangka panjang seluruh pemangku kepentingan.

Pendidikan adalah jalan menuju masa depan Papua dan setiap inisiatif yang memperluas akses tersebut, layak diapresiasi sekaligus diperkuat. (srv)

Tags: belajarPapuaTNI

Berita Terkait.

viral
Nusantara

Usai Viral Main Gim dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Tegaskan Hal Ini

Sabtu, 16 Mei 2026 - 06:16
tito
Nusantara

7 Panduan Komnas HAM untuk Rehabilitasi Pascabencana Banjir Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:20
Erupsi
Nusantara

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Guguran Picu Peringatan Siaga Siang Ini

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:29
Ular
Nusantara

Sempat Jadi Mainan, Ular Weling Gigit 2 Pemuda: 1 Meninggal, 1 Kritis

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:28
GT-Cikampek-Utama
Nusantara

Libur Panjang Picu Lonjakan Lalin, Arah Timur Jadi Titik Favorit

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:44
Kunjungan-kerja
Nusantara

Program Kelurahan “Cantik” di Surakarta Jadi Contoh Nasional, DPR Siapkan Penguatan dalam Revisi UU Statistik

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:08

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    1687 shares
    Share 675 Tweet 422
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1202 shares
    Share 481 Tweet 301
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.