INDOPOSCO.ID – Sejumlah negara Eropa, termasuk Italia, Polandia, Jerman, dan Spanyol, mengimbau warganya untuk segera meninggalkan Iran seiring meningkatnya kekhawatiran keamanan akibat berlanjutnya aksi protes anti-pemerintah di negara tersebut.
Kementerian Luar Negeri Italia menyebut sekitar 600 warga negaranya saat ini berada di Iran, sebagian besar menetap di Teheran. Pemerintah Italia secara tegas meminta seluruh warganya untuk segera meninggalkan negara tersebut.
“Italia dengan tegas mengimbau kembali warga Italia di Iran untuk meninggalkan negara itu,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Italia sebagamana dilansir dari Anadolu melalui Antara, Kamis (15/1/2026).
Imbauan serupa disampaikan Kementerian Luar Negeri Polandia melalui platform X. Pemerintah Polandia meminta warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Iran dan mengimbau mereka yang berada di sana agar mempertimbangkan langkah evakuasi.
Pemerintah Jerman juga mengeluarkan peringatan perjalanan dan mendesak warganya yang masih berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut. Kedutaan Besar Jerman di Teheran memperingatkan adanya risiko penangkapan secara sewenang-wenang di tengah situasi yang tidak menentu.
“Ada risiko penangkapan sewenang-wenang,” tulis Kedutaan Besar Jerman dalam pernyataannya.
Kementerian Luar Negeri Spanyol turut menilai kondisi keamanan di Iran dan kawasan sekitarnya sangat tidak stabil. Warga Spanyol yang berada di Iran diminta segera meninggalkan negara tersebut melalui sarana transportasi yang masih tersedia.
Iran diketahui telah diguncang gelombang protes sejak 28 Desember 2025, dipicu oleh anjloknya nilai tukar mata uang rial dan memburuknya kondisi ekonomi. Aksi demonstrasi tersebut kemudian meluas ke sejumlah kota besar dan memicu kekhawatiran internasional terhadap stabilitas keamanan di negara itu.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengklaim bahwa gelombang demonstrasi di negaranya telah berakhir dan situasi keamanan kini sepenuhnya terkendali. Ia juga membantah laporan internasional yang menyebut adanya rencana pemerintah Iran mengeksekusi para pengunjuk rasa.
“Saya bisa sampaikan bahwa selama empat hari terakhir semuanya tenang. Tidak ada demonstrasi, tidak ada kerusuhan,” kata Araghchi dalam wawancara dengan Fox News, Rabu (15/1/2026).
Menurut Araghchi, aparat keamanan Iran telah berhasil mengendalikan kondisi di seluruh wilayah negara tersebut. Ia menegaskan bahwa isu mengenai rencana hukuman gantung terhadap demonstran tidak berdasar.
“Tidak ada rencana untuk menggantung siapa pun,” ujarnya menanggapi sorotan dan kecaman internasional terkait penanganan protes oleh pemerintah Iran. (dil)




















